Pengobatan Gonore di Bekasi

Operasi Hymen Di Bekasi
27 Maret 2019
Apa itu Gonore
29 Maret 2019

Gonorea dalam arti luas mencakup semua penyakit yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. Gonore adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang sering menyerang membran mukosa uretra pada pria dan endoservik pada wanita. Gonore sering ditularkan melalui kontak seksual. Infeksi gonore di Indonesia menempati urutan yang tertinggi dari semua jenis penyakit menular seksual. Gonore adalah penyakit yang harus dilaporkan kedua paling sering dilaporkan di Amerika Serikat. Penderita paling banyak dijumpai pada remaja dan dewasa muda. Hal tersebut dapat dimungkinkan karena aktivitas seksual pada umur tersebut cukup tinggi. kenicing nanah dapat diobati dengan bantuan dokter yang berkopeten dalam penangannya, kami klinik raphael adalah pelayanan kesehatan yang fokus dalam pengobatan gonore di bekasi

Penyebab Munculnya Gonore

Penyebab gonore adalah gonokokok yang ditemukan oleh Albert Ludwig Siegmund Neisser berkebangsaan Jerman, melalui pengecatan hapusan duh tubuh uretra, vagina dan konjungtiva dan pertama kali di kultur in vitro tahun 1882 oleh Leistikow. Bakteri Neisseria gonorrhoeae adalah bakteri diplokokus gram negatif yang aerob dan berbentuk seperti biji kopi. Terletak intraselular yang biasanya terdapat di dalam leukosit polimorfonuklear. Bakteri tersebut memilki diameter sekitar 0,8 μm. Selain itu, kuman ini tidak motil dan tidak berspora. Suhu 35°C-37°C dan pH 7,2- 7,6 merupakan kondisi optimal untuk bakteri Neisseria gonorrhoeae tumbuh.

pengobatan gonore di bekasi

Secara morfologik gonokokok ini terdiri atas 4 tipe, yaitu tipe 1 dan 2 yang mempunyai pili yang bersifat virulen, serta tipe 3 dan 4 yang tidak mempunyai pili dan bersifat non virulen. Pili akan melekat pada mukosa epitel dan akan menimbulkan reaksi radang. Neisseria gonorrhoeae dapat ditularkan melalui kontak seksual atau melalui penularan vertikal pada saat melahirkan. Bakteri ini terutama mengenai epitel kolumnar dan epitel kuboidal manusia. Patogenesis gonore terbagi menjadi 5 tahap sebagai berikut:

– Fase 1 adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae menginfeksi permukaan selaput lendir dapat ditemukan di uretra, endoserviks dan anus.

– Fase 2 adalah bakteri ke microvillus sel epitel kolumnar untuk kolonisasi selama infeksi, bakteri dibantu oleh fimbriae, pili. Fimbriae terutama terdiri dari protein pilin oligomer yang digunakan untuk melekatkan bakteri ke sel-sel dari permukaan selaput lendir. Protein membran luar PII Oppacity associated protein (OPA) kemudian membantu bakteri mengikat dan menyerang sel inang.

Penyembuhan Gonore Di Bekasi

– Fase 3 adalah masuknya bakteri ke dalam sel kolumnar dengan proses yang disebut endositosis di mana bakteri yang ditelan oleh membran sel kolumnar, membentuk vakuola.

pengobatan gonore di bekasi

– Fase 4 adalah vakuola ini kemudian dibawa ke membran basal sel inang, dimana bakteri berkembang biak setelah dibebaskan ke dalam jaringan subepitel dengan proses eksositosis. Peptidoglikan dan bakteri LOS (Lipo Oligo Sakharida) dilepaskan selama infeksi. Gonococcus dapat memiliki dan mengubah banyak jenis antigen dari Neisseria LOS. LOS merangsang tumor necrosis factor, atau TNF, yang akan mengakibatkan kerusakan sel.

– Fase 5 reaksi inflamasi yang dihasilkan menyebabkan infiltrasi neutrofil. Selaput lendir hancur mengakibatkan akumulasi Neisseria gonorrhoeae dan neutrofil pada jaringan ikat subepitel. Respon imun host memicu Neisseria gonorrhoeae untuk menghasilkan protease IgA ekstraseluler yang menyebabkan hilangnya aktivitas antibodi dan mempromosikan virulensi.

Diagnosis Gonore

Diagnosis gonore dapat ditegakkan atas dasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Diagnostik laboratorium yang digunakan antara lain:

A. Mikroskopis

Pemeriksaan mikroskopis yang digunakan adalah dengan pengecatan gram. Pengambilan sampel dari swab endoservik pada wanita. Hasil positif akan tampak diplokokus gram negatif. Pengecatan positif pada wanita memiliki sensitivitas sebesar 30% – 50% dan spesifitas sebesar 90-99 %.

B. Kultur

Untuk identifikasi dilakukan pembiakan dengan menggunakan media selektif yang diperkaya yaitu Media Thayer Martin yang mengandung vankomisin, dan nistatin yang dapat menekan pertumbuhan bakteri Gram positif, Gram negatif dan jamur, dimana tampak koloni berwarna putih keabuan, mengkilat dan cembung. Kultur diinkubasi pada suhu 350C – 370C
dan atmosfer yang mengandung CO2 5%. Pemeriksaan kultur dengan bahan dari duh uretra pria, sensitivitasnya lebih tinggi 94% – 98% daripada duh endoserviks 85 % – 95%, sedangkan spesifisitasnya sama yaitu 99%

C. Pemeriksaan definitif

a. Tes oksidase

Pada tes oksidase koloni genus Neisseria menghasilkan indofenol oksidase sehingga memberikan hasil tes oksidase positif. Tes oksidase dilakukan dengan cara meneteskan reagen 1% tetrametil parafenilen diamin monohidrokhlorid pada koloni. Jika hasil tes positif maka akan berubah menjadi merah jambu dan makin lama semakin menghitam. Sebaliknya hasil negatif menunjukkan warna koloni tidak berubah atau tetap berwarna coklat. Dalam tes ini, reagen tersebut membunuh ikroorganisme tetapi tidak merubah morfologi dan sifat pewarnaan.

Pengobatan Gonore di Bekasi

b. Tes fermentasi

Tes fermentasi digunakan untuk mengidentifikasi bakteri yang mampu
memfermentasikan karbohidrat. Pada tes fermentasi terjadi perubahan warna pada media glukosa yang berubah menjadi warna kuning, artinya bakteri ini membentuk asam dari fermentasi glukosa. Media glukosa juga terbentuk gelembung pada tabung Durham yang diletakkan terbalik didalam tabung media, artinya hasil fermentasi berupa gas.

Konsultasi Online Gratis

Konsultasi Kesehatan di Bekasi

1 Comment

  1. […] Baca Juga : Mencegah Gonore Dengan Vaksin […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *