Klinik Pengobatan Herpes Di Bekasi
23 Januari 2020
Berbobat Penyakit Hepatitis B di Cikarang
5 Februari 2020

Pengobatan Kista Bartholin di Bekasi

Kelenjar bartholin adalah kelenjar yang terletak di kedua sisi pada bukaan vagina yang berfungsi untuk mengeluarkan cairan lubrikasi. Kista bartholin terjadi saat bukaan dari kelenjar ini terobstruksi sehingga cairan tidak dapat keluar dan terkumpul dalam kelenjar tersebut. Jika cairan dalam kista ini terinfeksi, maka nanah akan diproduksi yang menyebabkan abses bartholin. So, untuk kamu yg khawatir lebih baik cari klinik raphael yg berada di bekasi untuk Pengobatan Kista Bartholin di Bekasi

Penyebab Kista Bartholin

Cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar Bartholin mengalir melewati saluran langsung menuju vagina. Saluran yang tersumbat akan menampung kelebihan cairan kemudian berkembang menjadi kista. Kista Bartholin dapat makin membesar setelah berhubungan seksual karena penambahan cairan yang diproduksi kelenjar Bartholin saat terjadi hubungan seksual.

Penyumbatan kelenjar Bartholin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi bakteri, iritasi jangka panjang, atau peradangan. Infeksi kista Bartholin dapat disebabkan oleh bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS), yaitu bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyebabkan penyakit gonore atau kencing nanah, dan bakteri Chlamydia trachomatis yang menyebabkan penyakit Chlamydia. Bakteri lainnya adalah Escherichia coli atau E. coli yang sering menjadi penyebab diare dan keracunan makanan.

Klinik Pengobatan Kista Bartholin di Bekasi

Gejala Kista Bartholin

Berikut ini merupakan beberapa gejala dari kista Bartholin:

  • Keberadaan kista Bartholin yang tidak terinfeksi berbentuk benjolan tanpa rasa sakit dan teraba lunak. Kista biasanya ditemukan tanpa sengaja pada waktu dilakukan pemeriksaan rutin pada daerah panggul.
  • Bila terjadi infeksi, ukuran kista Bartholin bias membesar dalam kurun waktu beberapa jam atau hari. Infeksi menyebabkan pembengkakan pada kista disertai  dengan munculnya nanah (abses) dan terasa sakit. Hal tersebut menyebabkan penderita kesulitan untuk duduk, berjalan, atau berhubungan seksual.
  • Gejala juga dapat disertai demam.

Diagnosis Kista Bartholin

Untuk mendiagnosis kista bartholin maka dokter akan melakukan wawancara tentang riwayat medis, pemeriksaan fisik pelvis, dan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan sekret vagina untuk melihat adanya penyakit menular seksual. Pada orang postmenopausal atau yang berusia lebih dari 40 tahun direkomendasikan untuk melakukan biopsi untuk memeriksa adanya sel-sel kanker.

Penanganan Kista Bartholin

Umumnya, kista bartholin tidak memerlukan penanganan khusus, terutama jika tidak menimbulkan gejala. Jika kista bartholin cukup mengganggu kamu dapat ke klinik kami untuk Pengobatan Kista Bartholin di Bekasi selanjutnya terdapat beberapa pilihan tatalaksana yang dapat dilakukan diklinik kami atau dapat kamu coba, seperti:

  1. Berendam dalam air hangat

Berendam dalam air hangat beberapa kali dalam sehari selama 3—4 hari dapat membantu kista yang kecil untuk pecah dan terdrainase dengan sendirinya.

  • Drainase surgical

Jika kista terinfeksi atau sangat besar maka dapat dilakukan drainase surgikal. Drainase ini dapat dilakukan dengan bius lokal atau sedasi. Pada prosedur ini, dokter membuat insisi kecil sehingga cairan bisa keluar. Dokter lalu menaruh kateter kecil pada insisi tersebut dan membiarkannya disana sampai kurang lebih 6 minggu agar drainase dapat dilakukan secara tuntas.

  • Antibiotik

Pada kista yang terinfeksi, antibiotik diperlukan untuk membunuh bakteri, terutama jika kista terbukti terinfeksi oleh patogen yang merupakan penyebab penyakit menular seksual. Namun, jika abses sudah terdrainase secara tuntas maka dokter seringkali tidak perlu meresepkan antibiotik

  • Marsupialisasi kista

Suatu prosedur yang mana cairan dikeluarkan dengan cara mengiris kista, lalu menjahit ujung pada kulit sekitarnya agar kista tetap terbuka untuk mencegah terbentuknya kista baru. Prosedur ini dapat dikombinasikan dengan pemasangan kateter.

  • Prosedur pengangkatan kelenjar Bartholin

 Prosedur ini dilakukan saat prosedur lain tidak berhasil. Operasi pengangkatan ini membutuhkan bius umum sebelum dilakukan pengangkatan kelenjar Bartholin.

Sebaiknya hindari aktivitas seksual selama proses penyembuhan atau sesuai dengan anjuran dokter. Gunakan pembalut selama kateter masih terpasang, karena nanah akan terus mengalir seiring dengan hilangnya infeksi.

Komplikasi Kista Bartholin

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah timbulnya kista atau infeksi berulang serta infeksi yang menyebar ke darah dan seluruh tubuh (sepsis).

Pencegahan Kista Bartholin

Kista Bartholin dapat dicegah dengan memulai kebiasaan menjaga kebersihan area sekitar alat kelamin dengan baik. Juga dengan penggunaan kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari infeksi menular seksual dan kista Bartholin terinfeksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *