Tempat Pengobatan Infeksi Kandung Kemih di Bekasi

Tempat dan Cara Menghilangkan Kutu Kelamin Di Bekasi
19 November 2019
Tempat Mengobati Penyakit Herpes Di Bekasi
23 November 2019

Infeksi kandung kemih atau Cystitis merupakan kondisi ketika kandung kemih dan bagian atas uretra meradang (merah dan bengkak). Peradangan ini disebabkan oleh infeksi bakteri. (Klinik Raphael adalahTempat Pengobatan Infeksi Kandung Kemih di Bekasi). Infeksi ini dapat menjadi masalah kesehatan yang serius jika infeksi menyebar ke ginjal.

Apa penyebab Infeksi Kandung Kemih (Cytitis) ?

Cystitis merupakan penyakit yang umumnya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E.Coli). Bakteri ini dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Pada wanita, meskipun tidak aktif secara seksual tetap berpotensi mengalami infeksi ini karena area genital wanita sering jadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab cystitis.

Selain itu ada beberapa penyebab lain dari cystitis, yaitu :

  • Obat-obatan tertentu, terutama obat kemoterapi sikolofosfamid dan ifosfamid
  • Terapi radiasi di daerah panggul
  • Penggunaan kateter jangka panjang
  • Beberapa orang mungkin sangat sensitif terhadap bahan kimia yang terkandung dalam produk-produk tertentu, seperti detergen dalam sabun, semprotan pembersih kewanitaan, atau jeli spermisida.
  • Komplikasi dari gangguan lain, seperti diabetesbatu ginjalpembesaran prostat atau cedera tulang belakang

Selain itu juga, ada jenis cystitis yang disebut intersititial cystitis. Penyebab peradangan kandung kemih kronis ini tidak jelas. Hal ini membuat intersititial cystitis sulit untuk dilakukan diagnosis dan pengobatan.

Bagaimana tanda dan gejala dari Infeksi Kandung Kemih (Cytitis) ?

Berikut tanda dan gejala yang khas dari cystitis, yaitu :

Apa yang dapat meningkatkan risiko untuk terinfeksi Cytitis ?

Beberapa orang lebih berisiko memiliki infeksi kandung kemih yang berulang. Wanita adalah salah satunya, karena wanita memiliki uretra yang lebih pendek, yang memperpendek jarak bakteri melakukan perjalanan ke kandung kemih.

Berikut ini beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami Cytitis, yaitu :

  • Aktif secara seksual.

Berhubungan seksual dapat mengakibatkan bakteri didorong ke uretra

  • Menggunakan KB jenis tertentu. 

Wanita yang menggunakan kb diafragma yang mengandung gen spermisida berisiko lebih tinggi mengembangkan kondisi ini.

  • Hamil.

Perubahan hormon selama kehamilan dapat meningkatkan risiko infeksi kandung kemih.

  • Sedang menopause. 

Perubahan kadar hormon pada wanita menopause sering dikaitkan dengan ISK.

Hal lain yang dapat meningkatkan risiko pada pria dan wanita mengalami Cystitis adalah:

  • Gangguan pada aliran urin.
  • Perubahan dalam sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang tidak optimal meningkatkan risiko infeksi bakteri dan, dalam beberapa kasus, infeksi virus di kandung kemih.
  • Penggunaan jangka panjang dari kateter kandung kemih. Tabung-tabung ini biasanya dibutuhkan oleh orang dengan penyakit kronis atau pada orang lanjut usia. Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan kerentanan terhadap infeksi bakteri serta kerusakan jaringan kandung kemih.

Bagaimana pengobatan Cytitis ?

Pengobatan Cytitis yang paling umum adalah menggunakan obat antibiotik. Biasanya obat dikonsumsi 3-10 hari untuk menghentikan infeksi bakterinya. Kemudian dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lain setelah 1-2 minggu untuk memastikan infeksi tersebut sudah hilang. Adapun penyebab lain selain infeksi memerlukan perawatan lain, termasuk menghindari produk-produk tertentu, seperti mandi busa atau spermisida, stimulasi saraf dan obat lainnya.

Sedangkan  pada kasus interstitial cystitis, penyebab peradangan tidak pasti, jadi belum ada pengobatan yang terbaik untuk mengatasi kondisi tersebut. Namun dokter umumnya akan melakukan terapi untuk meringankan tanda-tanda dan gejala interstitial sisitis.

Berikut beberapa terapi yang akan dilakukan oleh dokter, meliputi :

  • Mengonsumsi obat oral atau yang dimasukkan langsung ke dalam kandung kemih.
  • Prosedur yang memanipulasi kandung kemih untuk memperbaiki gejala, seperti peregangan kandung kemih dengan air atau gas (kandung kemih distensi) atau operasi.
  • Stimulasi saraf, yang menggunakan sengatan listrik ringan untuk meredakan nyeri panggul dan, dalam beberapa kasus, mengurangi frekuensi kencing.
Konsultasi Online Gratis

Klinik Rapahel Tempat Pengobatan Infeksi Kandung Kemih di Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *