Phimosis atau Kulup Menempel Pada Penis
12 Agustus 2020
Fase Orgasme Pada Pria dan Wanita
26 Agustus 2020
priapismus

Priapismus terjadi pada seorang pria yang mengalami ereksi berkepanjangan atau cukup lama tanpa adanya rangsangan seksual. Lamanya ereksi ini bisa sampai lebih dari 4 jam dengan disertai rasa sakit. Kondisi seperti ini sangat jarang terjadi pada pria dan dapat dikatakan sebagai penyakit yang cukup langka. Priapismus dapat terjadi pada pria yang menderita sickle cell anemia (anemia bulan sabit) pada pria dengan usia sekitar 30 tahun.

Pada umumnya priapismus tidak berhubungan dengan aktivitas seksual. Namun jika tidak segera dilakukan pengobatan, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pria yang mengalaminnya.

Jenis dan gejala priapismus

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit priapismus ini tergantung dari tipe penyakitnya. Terdapat 3 tipe priapismus yaitua :

  • Priapismus Iskemik, tipe ini juga disebut aliran rendah karena terdapat darah yang tidak bisa meninggalkan penis. Tipe ini merupakan tipe priapismus yang sering terjadi. Namun pada pria yang meiliki penyakit keturunan dengan ciri-ciri sel darah merah yang terbentuk abnormal. Tanda dan gejalanya seperti :
  1. Ereksi dapat berlangsung lebih dari 4 jam.
  2. Ujung penis (glans) lembut tetapi batang penis kaku.
  3. Sakit yang bertahap pada penis.
  • Priapismus Non iskemik atau aliran tinggi, ketika aliran darah ke penis tidak terkontrol dengan baik. Priapismus jenis ini biasanya tidak menyebabkan adnya rasa sakit. Tanda dan gejala jenis ini termasuk:
  1. Ereksi dapat berlangsung lebih dari 4 jam.
  2. Penis ereksi, tetapi tidak sepenuhnya menegang.
  • Priapismus rekuren, tipe ini sangat jarang terjadi tetapi biasanya menyerang pria yang menderita penyakit anemia.

Penyebab priapismus

Penyakit ini tidak disebabkan karena rangsangan seksual namun terjadi ketika ada gangguan aliran darah di penis. Penyebab priapismus ini masih belum diketaui secara pasti, namun ada beberapa kondisi pria yang menyebabkan ia terkena priapismus yaitu :

  1. Kelainan darah seperti leukimia, talasemia, multiple myeloma dan anemia sel sabit.
  2. Mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.
  3. Cedera pada penis.
  4. Gigitan laba-laba, kalajengking.
  5. Gangguan metabolisme seperti gout atau amyloidosis.
  6. gangguan neurologis seperti siphilis.
  7. Cedera pada saraf tulang belakang serta kanker yang melibatkan penis.

Selain itu priapismus juga dapat disebabkan karena efek samping dari obat-obatan seperti :

  1. Obat disfungsi ereksi yang disuntikan langsung pada penis.
  2. Obat antidepresan.
  3. Obat anti psikotik atau untuk masalah kecemasan.
  4. Obat tekanan darah tinggi.
  5. Obat untuk pengencer darah.
  6. Obat untuk gangguan hiperaktif atau ADHD.

Baca juga : Penyebab Disfungsi Ereksi Diusia Dini

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal

Diagnosis Priapismus

Dokter harus melakukan tes untuk mendiagnosis jenis priapismus yang diderita pasien karena perawatannya tergantung pada jenis dan penyebabnya. Terkadang, dokter dapat mendiagnosis dari riwayat medis dan memeriksa fisik organ intim. Adapun beberapa tes untuk mendiagnosis yatu :

  1. Tes darah, yang bertujuan untuk mengetahui jumlah sel darah merah serta trombosit.
  2. Tes toksikologi, tes dilakukan pada urine untuk mengetahui kandungan obat.
  3. USG penis, yang dapat mendeteksi cedera atau kelainan yang menjadi penyebab priapismus.

Jika tidak segera ditangani, komplikasi penyakit priapismus iskemik dapat menyebabkan masalah yang serius. Darah akan kekurangan oksigen ketika dalma jangka lama terperangkap pada saat ereksi dan menyebabkan kerusakan pada jaringan penis. Kondisi seperti itu akan meningkatkan kemungkinan komplikasi yaitu terjadi kerusakan saraf permanen dan disfungsi ereksi.

Pengobatan priapismus

Pengobatan penyakit priapismus ini tergantung pada tipe priapismus.

Priapismus iskemik

  1. Terapi obat dengan menggunakan obat perangsang sistem saraf yang disuntikan langsung pada penis untuk mengatur pembuluh darah.
  2. Proses pengeluaran darah yang menumpuk dengan menggunakan jarum kecil pada penis sampai ereksi mereda. Selanjutnya penis akan dibersihkan menggunakan cairan steril.
  3. Pembedahan dilakukan untuk merubah rute aliran darah pada penis.

Priapismus non–iskemik

Pada jenis priapismus ini sering hilang dengan sendiri tanpa dilakukan pengobatan, karenanya hampir tidak ada resiko dari priapismus jenis ini. Untuk upaya menghentikan ereksi dapat dilakukan kompres es juga memberikan tekanan di area perineum.

Untuk pengobatan dengan operasi pada priapismus jenis ini biasanya untuk memasukan gel yang berfungsi untuk menahan sementara aliran darah ke penis. Juga operasi akibat cedera yang dilakukan untuk memperbaiki arteri dan kerusakan jaringan lainnya.

Klinik Raphael merupakan klinik pengobatan kulit dan kelamin yang memiliki keunggulan tempat yang terjaga privasinya dengan biaya berobat yang terjangkau dan memiliki fasilitas yang memadai dalam melakukan praktek ataupun pengobatannya.

konsultasi online
Konsultasi Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: