Fase Orgasme Pada Pria dan Wanita

Waspada Ereksi Yang Berkepanjangan Atau Priapismus
18 Agustus 2020
Trikomoniasis – Penyebab, Gejala dan Pengobatan
26 Agustus 2020
Show all
orgasme

Orgasme dapat diartikan sebagai puncak dari reksi rangsangan seksual yang diterima atau pelepasan dari ketegangan seksual yang terkumpul. Pelepasan ketegangan seksual ini meliputi kontraksi otot ritmik di daerah pinggul. Ketegangan seksual ini juga menimbulkan sensasi dari puncak kenikmatan dan relaksasi yang cepat.

Ada juga pendapat lain yang menyebut bahwa orgasme yaitu sensasi kenikmatan dan pelepasan dari pengalaman psikologis saat fikiran berfokus pada pengalaman pribadi. Pada umumnya orgasme ini berlangsung singkat hanya beberapa detik yang disebut dengan klimaks atau keluar.

Perbedaan fase orgasme pada pria dan wanita

Orgasme pada pria

  1. Bagi pria untuk dapat mencapai orgasme saat hubungan seksual cukup dalam hitunga menit atau bahkan detik.
  2. Umumnya orgasme pria lebih singkat dibandingkan wanita.
  3. Butuh waktu minimal 10 menit bagi pria setelah ia orgasme sampai bisa kembali ereksi dan orgasme.
  4. Lebih banyak dari wanita, sekitar 80% pria selalu orgasme saat melakukan hubungan seksual.

Orgasme wanita

  1. Lamanya waktu orgasme pada wanita yaitu sekitar 6 sampai 60 detik.
  2. Ini yang berbeda, wanita bisa sampai 10 kali orgasme ketika ia mendapat stimulasi di area klitoris.
  3. Dibanding pria, wanita membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa mencapai orgasme karenanya foreplay sangat penting dilakukan.
  4. Lebih sedikit dari pria, hanya 40% wanita yang merasakan orgasme saat melakuakn hubungan seksual.

Baca juga : Sakit Saat Buang Air Kecil

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal

Macam-macam jenis orgasme

Mengutip dari halaman cnnindonesia bahwa ada 9 tipe orgasme pada perempuan yaitu :

  1. Orgasme puting (nipplegasm), rangsangan pada puting payudara dapat menyebabkan area genital dan klitoris terangsang.
  2. Orgasme klitoris, orgasme ini terjadi ketika adanya rangsangan langsung pada klitoris.
  3. Vaginal Entrance Orgasm, ada banyak saraf atau zona sensitif yang ada pada pintu masuk vagina. Orgasme pada vagina memungkinkan wanita merasakan orgasme yang berulang kali.
  4.  Orgasme G-spot, G-spot sebenarnya area yang terletak di dalam vagina, di dekat pintu masuk vagina atau di dinding atas di bawah tulang vagina. Orgasme G-spot lebih intens secara emosional, luar biasa dan bermakna, yang diikuti perasaan kepuasan juga relaksasi yang mendalam.
  5. Orgasme Serviks-Rahim, ditandai dengan kontraksi otot vagina bagian dalam dan rahim, tapi otot PC mungkin saja tetap rileks. Orgasme ini menjadi orgasme yang paling bermakna, dan istimewa.
  6. Orgasme anal, ada wanita yang mungkin lebih sensitif terhadap rangsangan dianus dari pada yang lain. Namun perlu diketahui hubungan seksual melalui anus tidak disarankan.
  7. Orgasme Tenggorokan, terjadi ketika hubungan seksual dilakukan melalui oral seks. Orgasme ini benghubungan dengan kelenjar pituitari yang terletak di belakang tenggorokan.
  8. Orgasme Kemih, wanita yang terangsang ketika melakukan hubungan seksual tanpa mengalami orgasme, mungkin ia orgasme saat buang air kecil. Kasus ini disebut pee-gasm yang relatif jarang dirasakaoleh wanita.
  9.  Orgasme Campuran, orgasme jenis ini terjadi ketika orgasme klitoris dan vagina terjadi secara bersamaan.

Klinik Raphael merupakan klinik penyakit kulit dan kelamin yang memiliki keunggulan tempat yang terjaga privasinya dengan biaya berobat yang terjangkau dan memiliki fasilitas yang memadai dalam melakukan praktek ataupun pengobatannya. 

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: