Klamidia
2 September 2020
Kencing Nanah atau Gonore
7 September 2020
Show all

Prostatitis adalah peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat, yaitu kelenjar yang memproduksi cairan mani yang berfungsi untuk memberi makan dan membawa sperma. Prostatitis bisa terjadi pada semua laki-laki dari segala usia, namun umumnya terjadi di bawah usia 50 tahun.

Penyebab Prostatitis

Berikut ini merupakan sejumlah penyebab prostatitis yang dikelompokkan berdasarkan jenis-jenisnya:

  • Prostatitis bakteri akut. 

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar naik. Beberapa jenis bakteri yang dapat memicu terjadinya prostatitis akut antara lain E. coli  dan Pseudomonas. Bakteri penyebab infeksi menular seksual seperti, Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis juga dapat menjadi penyebab infeksi. Prostatitis bakteri akut biasanya terjadi pada usia di bawah 35 tahun.

  • Prostatitis bakteri kronis. 

Prostatitis bakteri kronis Penyebabnya juga merupakan penyebaran infeksi dari saluran kemih, sehingga jenis bakterinya sama dengan penyebab prostatitis bakteri akut. Prostatitis bakteri kronis juga dapat dipicu oleh penyakit lain seperti tuberkulosis ginjal, HIV, dan sarkoidosis.

  • Chronic prostatitis/chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS).

Merupakan jenis prostatitis yang paling sering terjadi dan belum diketahui secara pasti penyebabnya. Gejala yang muncul mirip dengan prostatitis bakteri kronis, namun yang berbeda adalah pada saat pemeriksaan tidak ditemukan bakteri yang tumbuh.

  • Asymptomatic inflammatory prostatitis. 

Merupakan kondisi ketika prostat meradang, namun tidak menimbulkan gejala. Asymptomatic inflammatory prostatitis dapat diketahui ketika dokter melakukan pemeriksaan kesehatan kelenjar prostat. Penyebab dari jenis prostatitis ini sama dengan prostatitis bakteri kronis.

Tanda dan Gejala Prostatitis

Tanda dan gejala dari prostatitis adalah sebagai berikut ini :

  • Nyeri atau rasa panas yang dirasakan ketika berkemih.
  • Kesulitan dalam buang air kecil (urine menetes atau sulit memulai BAK).
  • Frekuensi BAK yang meningkat, terutama di malam hari.
  • Sulit menahan BAK.
  • Urin berwarna keruh.
  • Terdapat darah pada urine.
  • Nyeri pada perut, selangkangan, dan punggung bagian bawah.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada penis atau testis.
  • Nyeri saat ejakulasi.

Faktor Risiko

Adapun beberapa faktor pemicu yang dapat meningkatkan kemungkinan untuk  terkena prostatitis, yaitu :

  • Memiliki pengalaman prostatitis terdahulu
  • Mengalami infeksi kandung kemih atau uretra (saluran yang mengangkut semen dan urin ke penis)
  • Memiliki trauma panggul, seperti cedera dari bersepeda atau menunggang kuda
  • Kurang mengonsumsi cairan (dehidrasi)
  • Melakukan kegiatan seksual tanpa pengaman
  • Menderita HIV/AIDS

Pencegahan Prostatitis

Pencegahan dari prostatitis masih belum diketahui. Namun, beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko terkena prostatitis, bisa dicegah dengan cara sebagai berikut :

  • Tidak berganti-ganti pasangan seks dan menggunakan pengaman (kondom) saat berhubungan.
  • Mengurangi konsumsi makanan pedas dan asam serta minuman berkafein atau beralkohol.
  • Banyak konsumsi air putih untuk membantu membuang bakteri dalam prostat melalui air seni.
  • Hindari aktivitas yang bisa memicu iritasi pada prostat, seperti duduk dalam waktu lama atau olahraga bersepeda. 

Pengobatan Prostatitits

Prostatitis dapat diobati dengan banyak cara dan bisa berbeda-beda, tergantung dari bakteri penyebab, gejala yang ditimbulkan, dan tingkat keparahannya. Karena itu, diagnosis yang tepat sangatlah penting sebelum menjalani pengobatan.

  • Prostatitis bakteri akut. 

Pengobatan prostatitis bakteri akut biasanya membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk medapatkan antibiotik yang diberikan lewat pembuluh darah atau infus. Namun bila gejala yang dialami ringan dan tidak menimbulkan sepsis, pasien tidak perlu dirawat dan hanya diberikan antibiotik minum. Obat lain yang digunakan sebagi pendukung adalah obat penurun demam dan pereda rasa sakit. Penambahan cairan melalui infus dan pencahar juga terkadang dibutuhkan. Pemasangan kateter langsung dari dinding perut bawah yang dihubungkan dengan kandung kemih (kateter suprapubik) lebih dipilih dibandingkan dengan kateter urine yang biasa dipasang melalui penis, bila terdapat sumbatan pada saluran kemih, misalnya akibat pembengkakan prostat yang menekan saluran kemih.

  • Prostatitis bakteri kronis dan Chronic prostatitis/chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS). 

Pengobatan pendukung seperti anjuran untuk banyak minum, pemberian obat pencahar, obat anti inflamasi nonsteroid, atau obat alpha blockers (seperti tamsulosin) dapat diberikan. Untuk prostatitis kronis, antibiotik diberikan selama 4 hingga 6 minggu. Bila terdapat batu pada prostat, dapat dilakukan pemotongan dan pengangkatan prostat melalui prosedur transurethral resection of the prostate (TURP) atau total prostatectomy.

  • Asymptomatic inflammatory prostatitis. 

Asymptomatic prostatitis tidak memerlukan pengobatan, namun perlu hati-hati dengan kemungkinan gangguan kesuburan. Tetap ikuti anjuran dokter untuk kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: