Dampak Negatif Seks Bebas Terhadap Penyakit dan Psikologis
Seks bebas yang biasa dikenal dengan perilaku seksual yang dilakukan sebelum nikah. Hal tersebut bisa terjadi antara dengan satu pasangan atau berganti-ganti pasangan.
Dampak seks bebas yang akan terasa pada seseorang mulai dari penularan penyakit seksual sampai masalah pada psikologisnya.
Kita lebih sering mendengar ungkapan “seks bebas” akhir-akhir ini. Penduduk percaya bahwa mereka bebas untuk melakukan apa saja, termasuk seks.
Apapun konteks sosialnya, dampak seks bebas seringkali mengacu pada seks berisiko dan hanya berdampak negatif pada mereka yang melakukan seks bebas.
Secara sederhana, pengertian seks bebas adalah perilaku seksual yang terjadi sebelum pernikahan.
Dalam praktiknya, ini dapat terjadi antara satu pasangan atau antara satu orang dan banyak pasangan.
Itu juga dapat terjadi tanpa komitmen atau ikatan emosional. Seks bebas ini termasuk seks pranikah, one-night stand, prostitusi, dan bertukar pasangan dengan pasangan lain.
Daftar Isi
- 1 Penyebab seks bebas
- 2 Dampak buruk akibat seks bebas
- 2.1 Klamidia akibat dampak seks bebas
- 2.2 Sifilis akibat dampak seks bebas
- 2.3 Gonore atau kencing nanah akibat dampak seks bebas
- 2.4 Infeksi jamur (Candida) akibat dampak seks bebas
- 2.5 Kutil kelamin akibat dampak seks bebas
- 2.6 Herpes simplex akibat dampak seks bebas
- 2.7 Hepatitis B akibat dampak seks bebas
- 2.8 Kutu kelamin akibat dampak seks bebas
- 2.9 HIV/AIDS akibat dampak seks bebas
- 3 Dampak seks bebas terhadap psikologis
Penyebab seks bebas

Ada beberapa faktor menjadi penyebab perilaku seks bebas, seperti berikut:
- Pengaruh media sosial
- Pengaruh lingkungan sekitar
- Rendahnya pendidikan moral dan agama, serta minimnya akan pengetahuan
- Perubahan hormon yaitu ketika seseorang memasuki masa remaja
- Motivasi untuk mewujudkan rasa sayang & cinta
- Rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba berbagai hal yang belum mengetahuinya
Dampak buruk akibat seks bebas
Perilaku seks bebas berisiko tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). IMS menular dari satu orang ke yang lainnya melalui aktivitas seks, baik itu melalui vaginal, oral, ataupun anal.
Berikut ini merupakan beberapa jenis IMS yang dapat terjadi akibat dampak seks bebas seperti:
Klamidia akibat dampak seks bebas
Penyebabnya karena bakteri Chlamydia trachomatis. Pada pria biasanya akan muncul gejala seperti peradangan pada saluran kencing, demam, keluarnya cairan dari penis, rasa sakit, atau rasa berat pada testis.
Sedangkan pada wanitaterdapat masalah infeksi saluran kemih dan serviks, infeksi rahim, iritasi dan keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina, rasa panas saat buang air kecil, sakit pada perut bagian bawah, dan terjadi pendarahan selain masa menstruasi.
Sifilis akibat dampak seks bebas
Penyakit akibat dari infeksi bakteri Treponema pallidum ini memiliki masa penularan yang berkisar antara 10-90 hari.
Sifilis gejalanya timbulnya luka kecil dengan karakteristik bundar, hampir selalu muncul dalam atau sekitar alat kelamin, anus, atau mulut.
Gonore atau kencing nanah akibat dampak seks bebas
Terjadi karena adanya infeksi dari bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala gonore sendiri meliputi sakit saat buang air kecil, sering buang air kecil, keluarnya nanah pada ujung penis atau vagina, dan nyeri pada kelamin.
Jik dirasa Anda memiliki gejala seperti yang telah disebutkan, maka segeralah berobat. Kunjungi pengobatan gonore terdekat atau berkonsultasi untuk mencari solusi pengobatannya.
Infeksi jamur (Candida) akibat dampak seks bebas
Bagi wanita yang terjangkit infeksi jamur, ciri-cirinya seperti terasa gatal sekitar area vagina. Sedangkan pada pria, akan muncul warna merah pada ujung penis.
Kutil kelamin akibat dampak seks bebas
Kutil kelamin atau sebagai condolima acuminata, kadang-kadang sebagai penyakit kelamin.
Ketika epidermis terinfeksi oleh Human Papillomavirus (HPV), kutil kelamin dapat berkembang.
Kutil kelamin ini, beberapa menyerupai kubis dalam bentuk dan ukuran, berkembang pada lingkungan yang lembab dan terkontaminasi.
Human Papilloma Virus (HPV), yang dapat menyerang uretra, anus, dan dalam vagina, adalah sumber infeksi kutil kelamin ini.
Herpes simplex akibat dampak seks bebas
Virus Herpes Simplex sebagai penyebab utamanya yang menyerang kulit, mukosa, dan saraf manusia.
Herpes simplex mempunyai dua tipe, yaitu herpes simpleks tipe 1 & 2. Perbedaannya terletak pada lokasi kemunculannya.
Herpes simplex tipe 1 (satu) terjadi pada sekitar mulut dan tubuh, sedangkan herpes simplex tipe 2 (dua) muncul pada kelamin.
Hepatitis B akibat dampak seks bebas
Gejalanya seperti kelelahan, mual muntah, sakit perut, demam dan diare. Penyakit ini dapat juga menular melalui air mani, darah, dan cairan vagina.
Kutu kelamin akibat dampak seks bebas
Menular melalui kontak antara rambut kemaluan. Penularan ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu bagi telur kutu untuk menetas pada rambut kelamin, yang akan mengakibatkan gatal pada sekitar area kelamin.
HIV/AIDS akibat dampak seks bebas
Terjadi akibat infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merusak sistem kekebalan tubuh.
HIV dapat menular melalui kontak langsung antara lapisan kulit atau aliran darah. Cairan tersebut seperti darah, air mani, cairan vagina dan ASI.
Jika tidak segera mengobatinya, maka HIV bisa berkembang menjadi tahap akhir pada HIV atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).
Jika Anda tertarik untuk mempelajari tentang langkah-langkah pencegahan atau pengobatan dari beberapa beberapa PMS ini.
Hubungi Klinik Raphael segera dengan menghubungi 0857-7077-3681. Kami juga menawarkan konsultasi dokter online gratis.
Informasi pribadi Anda dijamin akan tetap terjaga kerahasiaannya karena hanya menggunakannya untuk melakukan reservasi perawatan.
Dampak seks bebas terhadap psikologis
Bagi manusia, seks lebih dari sekadar kebutuhan lahiriah. Hubungan intim dapat mempengaruhi emosional seseorang yang melibatkan kepribadian, pikiran, dan perasaan.
Itulah mengapa keintiman seksual berpotensi memiliki konsekuensi emosional yang kuat.
Psikolog Thomas Lickona mengungkapkan dampak seks bebas pada psikologi manusia, yang meliputi:
Rasa takut hamil sebelum menikah atau tertular penyakit menular seksual merupakan sumber stres yang tak terhindarkan untuk seks bebas.
Dampak seks bebas pada perasaan menyesal dan bersalah
Beberapa pelaku dari dampak seks bebas seringkali mereka yang melakukannya merasa menyesal dan bersalah karena perilaku ini salah dan tidak benar.
Perkembangan karakter dapat dipengaruhi
Ketika seseorang, terutama anak muda, memperlakukan orang lain sebagai objek seksual demi kepuasan, ia kehilangan rasa hormat terhadap dirinya sendiri.
Mereka kemudian akan terbiasa untuk tidak membedakan antara yang benar dan yang salah untuk mendapatkan kesenangan pribadi mereka.
Hubungan yang serius sulit dipertahankan
Hubungan singkat yang terbentuk melalui dampak seks bebas seringkali membuat hubungan masa depan dengan pelaku sulit mempercayainya.
Banyak pasangan yang berpisah akibat salah satu dari mereka bermain belakang dengan pasangan sahnya.
Sehingga memicu terjadinya perselisihan yang akhirnya berakibat pada perceraian.
Depresi sebagai dampak seks bebas
Menurut sebuah penelitian oleh psikolog Martha Waller, remaja yang terlibat dalam perilaku berisiko seperti dampak seks bebas, penggunaan narkoba, dan konsumsi alkohol lebih mungkin mengalami depresi daripada mereka yang tidak.
Hamil di usia dini sebagai dampak seks bebas
Dampak seks bebas, jika melakukannya sembarangan, dapat mengakibatkan kehamilan pada usia muda.
Kehamilan lebih awal ini meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, anemia, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan depresi pascapersalinan.
Semua efek negatif dapat menghindarinya dengan menghindari dampak seks bebas sebanyak mungkin atau dengan hanya memiliki satu pasangan.
Jika siap secara fisik dan mental, Anda bisa berkomitmen dengan pasangan melalui hubungan pernikahan.
Selanjutnya, utamakan keamanan seks dengan tetap setia pada satu pasangan, penggunaan kondom untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan, serta menjauhi alkohol dan obat-obatan selama hubungan seksual.







