Penyebab Infeksi Saluran Kemih
2 Oktober 2020
Perhatikan ! Penyebab dan Gejala Penyakit Menular Sifilis
8 Oktober 2020
Human Papilloma Virus (HPV)

Human Papilloma Virus (HPV) merupakan golongan virus yang berisikan kurang lebih terdapat sekitar 150 jenis virus yang serupa. Dari beberapa jenis tersebut dinataranya virus yang dapat menyebabkan kutil juga ada yang menyebabkan kanker. Virus ini biasa menyerang kulit dan selaput lendir (lembap) pada lapisan tubuh seperti leher rahim, mulut anus dan tenggorokan.

Biasanya untuk mengdiagnosis sel kanker dokter melakukan cara menggunakan contoh sel pada leher rahim (pap smear) untuk mengetahui sel tersebut ganas atau tidak. Untuk pemeriksaan infeksi kutil kelamin atau kutil lainnya cukup dengan pemeriksaan fisik pasien.

Jika terkena HPV, apa yang akan terjadi ?

Memang dalam beberapa kasus yang terjadi infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dapat hilang dengan sendirinya tanpa ada gejala kesehatan. Namun kebanyakan orang yang terinfeksi HPV akan menimbulkan kutil pada area tubuh seperti tangan, kaki dan kutil kelamin. Kutil ini timbul seperti benjolan kecil yang bervariasi juga ada yang dengan ukuran sedang sampai besar.

Selain menyebabkan kutil pada tubuh Human Papilloma Virus (HPV) jenis tertentu juga dapat menyebabkan kanker pada mulut, tenggorokan, anus atau rektum, leher rahim, kanker vagina dan vulva. Perkembangan kanker akibat infeksi HPV ini membutuhkan waktu yang lama dan bertahun-tahun. Perlu anda ingat bahwa Human Papilloma Virus (HPV) yang menyebabkan kanker berbeda jenis dengan HPV yang menyebabkan kutil pada tubuh.

Bagaimana proses penularan HPV ?

Human Papilloma Virus (HPV) yang dapat menular melalui hubungan seksual dar orang yang terinfeksi baik itu vaginal, anal maupun oral. Tak hanya melalui hubungan seksual tetapi penularan virus ini dapat melalui mainan (seks toys) bersama yang dipakai oleh orang yang terinfeksi HVP.

Perlu diperhatikan bahwa apakah pasangan sekual kita terinfeksi virus HPV atau tidak ?. Karenanya perlu dilakukan pemeriksaan karena virus ini biasanya tidak menimbulkan gejala bahwa ia terinfeksi. Bahkan infeksinya baru terasa setelah bertahun-tahun sejak ia melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.

Ibu yang sedang hamil dan terinfeksi Human Papilloma Virus (HPV) bisa saja menularkan infeksinya pada bayi. Jika kondisi tersebut terjadi, bayi yang terinfeksi dapat menyebabkan Recurrent Respiratory Papillomatosisi (RRP). Kondisi ini memang cukup langka namun berbahaya karena kutil dapat tumbuh di dalam tenggorokan.

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal

Baca juga : Cara Penularan Penyakit Kutil Kelamin

Pencegahan Human Papilloma Virus (HPV)

  1. Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV), pencegahan dengan melakukan vaksinasi HPV terbukti aman dan efektif untuk melindungi diri kita dari infeksi virus HPV, termasuk kanker.
  2. Melakukan pemeriksaan kanker serviks (leher rahim), disarankan agar melakukan pemeriksaan kanker serviks secara rutin pada wanita usia 21-65 tahun.
  3. Gunakan kondom saat berhubungan seks, menggunakan kondom dengan benar saat berhubungan seks, terbukti dapat menurunkan risiko tertular infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Tetapi kondom hanya melindungi bagian tubuh yang tertutupi kondom saja, untuk tubuh yang tidak tertutupi muungkin saja bisa terjadi.
  4. Tidak berganti-ganti pasangan seks, jangan berganti-ganti pasangan seks dapat menurunkan risiko untuk tertular Human Papilloma Virus (HPV).
  5. Menjaga kebersihan vagina, vagina yang tingkat kebersihannya kurang bersih lebih rentan untuk terinfeksi virus HPV. Sehingga wanita disarankan untuk selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaanya.

Kapan Harus di Vaksin HPV?

Sesuai yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), agar dilakukan vaksin HPV saat pria atau wanita berusia 11 sampai 12 tahun. Dosis yang diberikan dengan 2x vaksin pada rentang jeda waktu 6 sampai 12 bulan. Jika diusia tersebut Anda belum melakukan vaksin maka sebaiknya lakukan vaksin sebelum usia 26 tahun, baik itu untuk pria maupun wanita.

Konsultasi Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: