Pengobatan Kutil Kelamin Ampuh di Bekasi
4 November 2021
Kencing Berdarah atau Hematuria

Kencing bercampur darah atau dalam bahasa medisnya hematuria terajadi ketika urine atau air kencing terdapat sel darah merah. Hematuria dibagi menjadi dua bagian yaitu hematuria makroskopik dan hematuria mikroskopik yang berdasarkan cara melihatnya. Hematuria makroskopik dapat terlihat dengan mata telanjang, sedangkan hematuria mikroskopik hanya terlihat melalui pemeriksaan dipstik. Perlu anda ketahui bahwa warna dari urine tidak menjelaskan jumlah darah dalam urine karena 1 ml darah per 1 liter urine bisa merubah warna urine.

Jenis hematuria gros atau makroskopik mempunyai warna urine berdasarkan tipe dan lokasi kelainan ginjal atau saluran kemih. Warna merah muda disebabkan karena adanya pendarahan pada buli, uretra (urologic hematuria) dan saluran kemih bawah. Sedangkan untuk warna urine merah kecoklatan (seperti cocal coal, smoky urine) disebabkan karena pendarahan di glomerulus atau saluran kemih atas.

Gejala seseorang menderita penyakit hematuria

Kebanyakan orang yang mengalami kencing berdarah ini tidak menimbulkan gejala, oleh karenanya dapat dilakukan pemeriksaan urine untuk menentukan ia menderita hematuria atau tidak. Namun jika terdapat gejala terlihat pada warna urine yang berwarna merah, merah muda atau juga kecoklatan. Ada juga ketika urine terdapat gumpalan darah dapat menimbulkan rasa sakit ketika buang air kecil.

Berikut ini merupakan beberapa penyakit atau gejala yang memungkinkan anda mengalami kencing berdarah atau hematuria yaitu :

  • Infeksi saluran kemih yang disebabkan karena infeksi dari bakteri E. Coli yang memiliki gejala berupa sering dan sakit ketika buang air kecil (disuria), dan air urine berbau yang tidak sedap.
  • Glomerulonefritis yaitu penyakit yang menyerang glomeruli pada ginjal sebagai penyaring darah. Jika hematuria disebabkan oleh penyakit ini maka gejalanya seperti Jarang buang air kecil, kaki menjadi bengkak dan tekanan darah tinggi.
  • Batu ginjal atau kencing batu yaitu endapan garam dan zat mineral pada ginjal seperti batu yang menyebabkan tersumbatnya saluran kencing. Akibat sumbatan saluran kencing ini dapat menyebabkan kencing anda disertai darah. Sehingga menyebabkan gejala sakit pada punggung, sering dan sakit ketika buang air kecil (disuria), mual juga muntah.

Kenapa urine bisa berdarah ?

Penyebab hematuria makroskopik yaitu akibat komplikasi antikoagulasi yang berasal dari vaskulitis renal, glomerulus di nefropati IgA, Acute Kidney Injury (AKI) dan kerusakan tubulus renal sekunder. Sedangkan glomerulus menjadi penyebab hematuria mikroskopik asimtomatik persisten (persistent isolated microscopic hematuria). Juga dapat meningkatkan resiko gagal ginjal tahap akhir.

Munculnya darah pada urine disebabkan oleh ginjal (tubulus, interstisium, dan glomerulus). Selain itu darah dapat berasal dari saluran kemih ( uretra, buli-buli dan ureter). Ketika anda buang air kecil dan keluar urine bercampur darah maka hal tersebut dapat dikatakan adanya gangguan pada organ dalam atau ginjal dalam tubuh. Meskipun terlihat berbahaya tetapi kondisi seperti ini masih dapat dikatakan sering terjadi dan lebih mudah menyerang wanita dibanding pria.

Ada juga beberapa hal yang menjadi penyebab kencing berdarah dapat menyerang Anda seperti :

  • Pembesaran kelenjar prostat (BPH).
  • Adanya gangguan pada ginjal.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Akibat obat-obatan tertentu seperti penisilin.

Diagnosis awal dalam pemeriksaan pada pasien

Ketika pasien mengeluhkan adanya darah dalam urine dan ia datang ke klinik kelamin terdekat untuk melakukan pemeriksaan maka harus dilakukan diagnosis awal. Dokter akan melakukan pemeriksaan awal terhadap pasien sebelum dilakukan pengobatan tentang :

  • Apakah ada pembekuan darah yang mungkin saja bersumber dari uroterial yang bukan dari glomerulus.
  • Pengecekan warna urine seperti altered bleeding yaitu merah kecoklatan atau fresh bleeding yaitu merah terang.
  • Urine berwarna merah terjadi hanya pada saat awal berkemih (hematuria awal) dan terdapat lesi pada uretra distal.
  • Dari awal sampai akhir buang air kecil urine berwarna merah (hematuria total) yang kemungkinan berasal dari ginjal.
  • Terdapat darah pada tetesan akhir setelah berkemih yang menyebabkan warna urine menjadi merah (hematuria terminal) dan terdapat lesi di sekitar uretra atau bulbus.

Perilaku yang diharapkan dapat mencegah penyakit hematuria

Lebih baik mencegah dari pada mengobati, sepertinya kata-kata tersebut merupakan pengingat kita untuk lebih menjaga diri dari semua penyakit. Karena dibandingkan melakukan pengobatan lebih baik mencegah untuk tidak mengalaminya. Begitu pula untuk penyakit kencing berdarah ini, sangat disarankan melakukan beberapa perilaku berikut ini dalam upaya pencegahan penyakit hematuria. Adapun beberapa perilaku pencegahannya yaitu :

  • Berhenti merokok karena rokok mengandung banyak zat yang memicu andanya penyakit seperti kanker, impotensi terutama dalam pembahasan ini mengenai hematuria.
  • Lakukan pola makan yang sehat dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang bernutrisi dan bergizi bagi tubuh. Selain itu anda disarankan berolahraga karena tujuannya untuk selalu menjaga organ tubuh berfungsi dengan baik dan meningkatkan metabolisme tubuh.
  • Perbayak minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
  • Jangan terlalu sering mengkonsumsi minuman beralkohol atau minuman yang berwarna lainnya. Karena minuman tersebut dapat membuat ginjal Anda bekerja lebih keras. Jika kondisi seperti ini terjadi terus menerus maka akan menyebabkan gangguan pada ginjal.

Seperti apa pengobatan penyakit ini ?

Dalam upaya pengobatan penyakit kencing berdarah (hematuria) ini yaitu dengan berdasarkan hasil diagnosis. Karena jika anda mengalami kencing berdarah bukan berarti hal tersebut menjadi penyakit utama. Akan tetapi bisa saja menjadi gejala bahwa Anda sedang terinfeksi penyakit lain dalam tubuh. Adapun pengobatan yang dapat dilakukan seperti :

  • Pemberian obat antibiotik.
  • Obat untuk mengobati pembesaran kelenjar prostat.
  • Memecahkan batu pada saluran kemih dengan menggunakan terapi gelombang (ESWL).
  • Dokter kelamin juga dapat melakukan pengobatan lain seperti operasi yang berdasarkan penyebab dan kondisi pasien.
klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal

Baca juga : Kencing Nanah atau Gonore

admin
admin
Penulis artikel untuk website klinik raphael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: