Infeksi-Saluran-Kemih

Pengobatan Infeksi Kandung Kemih di Bekasi

Infeksi Kandung kemih (cystitis) terjadi ketika adanya peradangan (merah dan bengkak) di bagian atau uretra dan kandung kemih yang disebabkan karena adanya infeksi dari bakteri.

Perlu anda perhatikan bahwa infeksi pada kandung kemih ini jika tidak segera melakukan pengobatan, infeksinya menyebar sampai ke ginjal akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

(Klinik Raphael adalah Tempat Pengobatan Infeksi Kandung Kemih di Bekasi).

Apa penyebab infeksi kandung kemih atau cytitis?

Penyakit infeksi pada kandung kemih ini karena infeksi dari bakteri Escherichia coli (E.Coli) yang dapat menular melalui hubungan seksual.

Infeksi ini sangat rentan terjadi pada wanita karena area kewanitaan wanita samga mudah terjadi infeksi dari bakteri yang berkumpul.

Untuk penyebab umum infeksi kandung kemih yaitu:

  1. Efek dari obat obatan tertentu seperti ifosfamid dan obat kemoterapi sikolofosfamid.
  2. Akibat terapi radiasi pada area panggul.
  3. Menggunakan kateter dalam jangka waktu panjang.
  4. Iritasi dari bahan kimia yaitu detergen pada sabun, jeli spermisida dan semprotan pembersih area kewanitaan.
  5. Komplikasi penyakit lain seperti diabetes, pembesaran prostat, batu ginjal dan cedera pada tulang belakang.

Bagaimana tanda dan gejala dari infeksi kandung kemih (Cytitis)?

Harus anda ketahui tentang tanda-tanda dari infeksi pada kandung kemih agar cepat melakukan pengobatan dan tidak terjadi komplikasi.

Beberapa gejala yang muncul pada orang yang terinfeksi kandung kemihnya yaitu:

  1. Sakit saat buang air kecil atau disuria.
  2. Terasa sakit pada bagian bawah perut.
  3. Air kencing berwarna kerus disertasi bau amis.
  4. Buang air kencing ada darahnya.
  5. Buang air kecil menjadi lebih sering.
  6. Demam ringan

Telefon & Konsultasi (Gratis) : 081396254650

Apa yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi Cytitis?

Wanita memang lebih beresiko terkena infeksi pada kandung kemih karena pada wanita saluran uretrannya lebih pendek daripada pria.

Karena saluran uretranya pendek maka jarak uretra ke kandung kemih juga pendek sehingga bakteri dapat lebih mudah menginfeksi uretra.

Selain itu ada faktor yang dapat meningkatkan wanita terkena infeksi kandung kemih seperti:

  1. Aktif secara seksual yang dapat menyebabkan terdorongnya bakteri ke uretra.
  2. Menggunakan KB jenis tertentu, kb diafragma yang mengandung gen spermisida berisiko lebih tinggi membuat wanita mudah terinfeksi kandung kemih.
  3. Hamil, karena adanya perubahan hormon saat hamil.
  4. Sedang menopause, perubahan kadar hormon saat wanita menopause juga meningkatkan resiko terkena infeksi kandung kemih.
  5. Terjadi gangguna pada aliran urine.
  6. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  7. Penggunaan kateter dengan waktu yang cukup lama.

Baca juga Gejala Ketika Saluran Kencing Terinfeksi

Bagaimana Pengobatan Cytitis?

Umumnya pengobatan infeksi kandung kemih atau cytitis ini menggunakan obat antibiotik, oleh dokter untuk aturan minumnya 3 sampai 10 hari.

Pemberian obat ini bertujuan untuk menghentikan infeksi pada kandung kemih akibat bakteri.

Kemudian setelah 1 sampai 2 minggu, dokter akan melakukan pemeriksaan lain untuk mengecek apakah dari pemberian obat tersebut bakterinya masih ada atau sudah hilang.

Untuk kasus interstitial cystitis, belum menemukan pengobatan yang cocok karena kasus infeksi ini belum tahu secara pasti penyebab peradangannya.

Namun upaya penyembuhannya bertujuan untuk meringankan tanda dan gejala yang muncul akibat interstitial cystitis ini.

Terapi pengobatan interstitial cystitis

Ada beberapa terapi yang dapat dokter lakukan sebagai cara upaya penyembuhan penyakit interstitial cystitis seperti:

  1. Pemberian obat untuk kandung kemih.
  2. Peregangan kandung kemih menggunakan air atau kandungan kemih distensi (gas) juga dilakukan operasi.
  3. Stimulasi saraf dengan sengatan aliran listrik ringat sebagai upaya meringankan sakit panggul dan frekuensi kencing.

Telefon & Konsultasi (Gratis) : 081396254650

Konsultasi Online Gratis

Similar Posts