Neurosifilis – Komplikasi Sifilis Menyebabkan Infeksi Otak

Pengobatan Kencing Nanah di Bekasi
19 Oktober 2021
Candidiasis Oral – Infeksi Jamur di Mulut
28 Oktober 2021
neurosifilis

Neurosifilis ialah infeksi pada sumsum tulang belakang atau otak karena koplikasi penyakit sifilis yang tidak diobati selama bertahun-tahun. Oleh karena itu pada orang yang terinfeksi penyakit sifilis jangan dianggap remeh, segera lakukan pengobatan supaya tidak terjadi komplikasi. Sifilis sendiri merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum (T. pallidum).

Jika anda terinfeksi penyakit sifilis telah bertahun-tahun (10 sampai 20 tahun ) dan tidak dilakukan pengobatan maka hal ini akan berakibat pada komplikasi penyakit neurosifilis. Komplikasi ini dapat mengancam jiwa. Istilah sifilis ini mengacu pada infeksi yang melibatkan sistem saraf pusat (SSP) yang kapan saja dapat terjadi setelah seseorang terinfeksi bakteri Treponema pallidum. Untuk itu pada artikel kali ini kita akan coba membahas tentang penyakit neurosifilis tujuannya supaya anda paham dan segera melakukan pengobatan jika terinfeksi sifilis.

Mengutip dari website ncbi.nlm.nih.gov yang menerangkan bahwa bakteri treponema pallidum dapat menyebar secara sistemik dalam beberapa menit setelah ia menginfeksi. Selain itu ia juga menerangkan bahwa penyebaran infeksi bakterinya dapat juga melalui transfusi darah dari orang yang sudah terifneksi.

Jenis penyakit neurosifilis

Neurosifilis ada dalam lima bentuk, yang selanjutnya dapat diklasifikasikan sebagai neurosifilis awal dan akhir.

Neurosifilis Awal

Asimtomatik

  • Bentuk infeksi neurosifilis yang paling umum dan terjadi.
  • Orang yang terinfeksi biasanya tidak menyadari karena tidak ada gejala yang dirasakannya.
  • Tetapi dapat ditemukan adanya kelainan CSF dengan bukti serologis sifilis.

Meningeal

  • Adanya peradangan difus pada meningen.
  • Gejala dari penyakit neurosifilis meningeal seperti :
    1. Sakit kepala,
    2. Mual dan muntah
    3. Leher kaku
    4. Defisit saraf kranial
    5. Kejang.

Meningovaskular 

  • Peradangan pada meningen dan endarteritis yang menyebabkan infark jaringan otak dan trombosis.
  • Menyebabkan sindrom vaskular serebral.
  • Mempengaruhi pembuluh darah sumsum tulang belakang yang mengakibatkan meningomielitis, kehilangan sensorik dan atrofi otot.
  • Gejala dari penyakit neurosifilis meningovaskuler seperti :
    1. Sakit kepala
    2. Mual dan muntah
    3. Vertigo

Neurosifilis Akhir (Parenkim)

Paresis Umum

  • Atrofi serebral karena meningoensefalitis kronis.
  • Mempunyai gejala awal dan gejala akhir.
  • Gejala awal termasuk
    1. gangguan mood seperti lekas marah, perubahan kepribadian, perubahan kebiasaan tidur, dan pelupa.
  • Gejala akhir
    1. termasuk mood labil, gangguan memori dan penilaian, kebingungan, delusi, dan kejang.
  • Penyakit kejiwaan termasuk depresi, delirium, mania, dan psikosis juga dapat terjadi.
  • Kelainan pupil, disartria dan tremor.

Tabes dorsalis

  • Degenerasi kolom posterior (dorsal).
  • Orang yang terinfeksi dapat mengalami :
    1. Disfungsi kandung kemih.
    2. Masalah penglihatan.
    3. Parestesia.
  • Kelumpuhan mata.
  • Penurunan refleks
  • Terganggunya vibrasi.

Diagnosis penyakit neurosifilis

Empat tes tang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit neurosifilis yaitu :

  • Tes fisik, dokter akan melakukan pengecekkan refleks orot normal untuk mengetahui perkembangan otot serta kehilangan jaringannya atau tidak.
  • Tes darah untuk stadium menengah.
  • Spinal tab dengan mengambil cairan tulang belakang dan otak untuk mengecek neurosifilis stadium akhir.
  • Pemindaian CT Scan dan MRI, untuk melihat sumsum tulang belakang, otak dan batangnya.

Pengobatan penyakit neurosifilis

Penyebab utama dari penyakit neurosifilis ialah karena infeksi bakteri karenanya pengobatannya dengan menggunakan antibiotik. Dalam pemberian antibiotik ini haruslah dengan resep dokter karena pada setiap orang berbeda dosisnya. Antibiotik dimasukkan dalam tubuh melalui suntikan atau bisa juga dikonsumsi kurang lebih selama 10 sampai 14 hari. Dokter harus melakukan pengecekkan darah dibulan ke 3 dan 6 yang akan dilakukan tes darah kembali pada setiap tahun sampai 3 tahun. Kadar cairan bening yang berada pada bawah tulang tengkorak (serebrospinal) juga harus dicek setiap 6 bulan sekali.

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal

Baca juga : Perhatikan ! Penyebab dan Gejala Penyakit Menular Sifilis

admin
admin
Penulis artikel untuk website klinik raphael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: