Perhatikan ! Penyebab dan Gejala Penyakit Menular Sifilis

Human Papilloma Virus (HPV)
6 Oktober 2020
Bahaya Komplikasi Akibat Pielonefritis
12 Oktober 2020
sifilis

Sifilis atau penyakit yang sering kita sebut dengan nama raha singa adalah salah satu akibat dari penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Gejala awal yang ditimbulkan dari infeksi sifilis ini hanya muncul luka yang tidak terasa sakit di sekitar area kelamin, mulut atau dubur.

Lebih baik deteksi gejala dari awal karena penyakit sifilis lebih mudah untuk diobati. Namun ketika infeksinya semakin bertambah maka akan mengakibatkan luka yang serius bahkan bisa pada otak, sistem saraf serta jantung.

Penyebab penyakit sifilis atau raja singa

Penyakit sifilis ini disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang dapat menyebar dan menginfeksi melalui hubungan seksual. Selain akibat hubungan seksual, penyebaran penyakit ini dapat melalui kontak langsung dengan celah luka pada kulit orang yang terinfeksi.

Ada sekitar 60% orang yang berhubungan seksual dengan sering bergonta-ganti pasangan ia terinfeksi penyakit sifilis.

Baca juga tentang : Apakah Ada Hubungan Antara Klamidia dan Disfungsi Ereksi (DE)?

Gejala penyakit sifilis

Gejala Sifilis ini digolongkan sesuai dengan tahapan perkembangan dari penyakitnya, karena setiap jenis sifilis memiliki gejala yang berbeda. Gejala dari penyakit sifilis ini diantaranya:

  1. Sifilis Primer, ditandai dengan gejala timbulnya luka (crancre) 10 sampai 90 hari setelah bakteri ini menginfeksi, pemulihannya membutuhkan sekitar 3 sampai 6 minggu.
  2. Sifilis Sekunder, ditandai dengan adanya ruam pada tubuh khususnya di telapak kaki dan tangan yang terjadi beberapa minggu setelah luka hilang.
  3. Sifilis Laten, terjadi tanpa ditandai denga adanya gejala, tapi bakteri ada di dalam tubuh dan dalam 12 bulan pertama. Meski tidak ada gejala jika tidak segera diobati, maka sifilis laten akan berubah menjadi sifilis tersier.
  4. Sifilis Tersier, jenis ini merupakan sifilis yang paling berbahaya, karena berdampak pada mata, jantung, otak, pembuluh darah, tulang, persendian dan juga hati.
  5. Sifilis Kongenital, Jika infeksi sifilis kongetinal menginfeksi wanita hamil, maka janin dalam kandungan bisa saja ikut tertular. Disarankan agar melakukan pengobatan sebelum masa hamil mencapai 4 bulan agar dapat mencegah resiko tertularnya infeksi. Namun ketika pengobatannya terlambat maka akan terjadi komplikasi seperti bayi yang lahir prematur, keguguran, bayi terinfeksi sifilis bahkan hilangnya nyawa pada bayi.

Baca juga tentang : Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Pencegahan penyakit sifilis

Jangan dianggap enteng infeksi penyakit sifilis ini, tentunya untuk mencegah penularan sifilis ini dapat dengan beberapa cara, seperti:

  1. Lakukan seks aman dengan tidak bergonta-ganti pasangan.
  2. Gunakan kondom saat melakukan hubungan intim.
  3. Jangan melakukan hubungan seksual dengan jangka waktu yang cukup lama ketika anda terinfeksi karena dikhawatirkan bakteri akan menyebar ke pasangan anda.
  4. Lakukan skrining terhadap sifilis secara rutin bagi orang yang memiliki resiko tinggi penularan penyakit ini.

Pengobatan penyakit sifilis

Pengobatan sifilis harus segera dilakukan untuk dapat menyembuhkan secara total dan tidak menimbulkan komplikasi yang parah. Tentunya dalam pengobatannya harus dilakukan dengan dokter dan tidak disaranka dilakukan pengobatan sendiri.

Raja singa atau penyakit sifilis ini dapat diobati berdasarkan pada tahapan perkembangan dari penyakitnya, seperti:

  1. Sifilis primer dan sekunder, pengobatan jenis sifilis ini dapat dilakukan dengan penisilin melalui pemberian suntikan selama 14 hari.
  2. Sifilis tersier dan ibu hamil, pengobatan sifilis ini dilakukan lebih lama menggunakan obat antibiotik melalui infus. Selanjutnya untuk melihat perkembangan pengobatan ini pasien dilakukan tes darah untuk memastikan sifilis telah sembuh total.

Perlu diingat selama masa pengobatan sampai penyakit sifilis ini benar-benar sembuh seseorang tidak disarankan untuk melakukan hubunga seksual terlebih dahulu.

konsultasi online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: