Pencegahan, Penyebab dan Pengobatan Kutil Kelamin
28 Agustus 2020
Faktor Resiko Yang Meningkatkan Prostatitis
7 September 2020
klamidia

Klamidia (chlamydia) merupakan infeksi penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri di area serviks (leher rahim), saluran kencing, anus, mata, dan tenggorokan. Jika infeksi pada wanita dan tidak segera diobati dapat meningkatkan resiko kerusakan permanen dan serius pada sistem reproduksi. Salah satu komplikasi yang berbahaya yaitu akan menyebabkan resiko sulit hamil atau kemandulan. Sedangkan jika infeksi pada pria, klamidia dapat menyerang saluran uretra dalam penis. Klamidia dapat menginfeksi pria atau wanita melalui hubungan intim dan kontak langsung dengan orang yang menderita.

Penyebab klamidia

Infeksi klamidia dapat menyebar melalui cairan yang ada pada organ kelamin dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Cairan yang dimaksud tidak hanya pada sperma atau air mani tetapi bakteri juga dapat menyebar melalui cairan pra ejakulasi. Umumnya penyebaran penyakit klamidia ini ketika ia sedang melakukan hubungan seksual dengan orang yang menderita. Penularannya tidak hanya melalui hubungan seksual dari vagina tetapi seks oral dan anal juga dapan menyebabkan klamidia.

Ketika pria terinfeksi klamidia, ia juga akan meningkatkan resiko penyakit lain seperti radang saluran kemih yang tidak spesifik atau uretritis non spesifik. Sedangkan bagi wanita yang terinfeksi klamidia, akan meningkatkan resiko infeksi leher rahim atau servisitis, penyakit radang panggul juga infertilitas. Ibu yang sedang hamil dan ia terinfeksi klamidia harus segera diobati karena jika tidak infeksi akan menular pada bayi ketika proses melahirkan. Nantinya akan menyebabkan infeksi serius di mata atau pneumonia pada anak yang tertular dari ibunya.

Tanda dan gejala klamidia

Banyak orang yang tidak menyadari kalau ia terinfeksi klamidia, karena penyakit menular seksual ini seringkali tidak menimbulkan gejala diawal terinfeksi. Gejala biasanya baru muncul ketika infeksinya sudah terjadi satu sampai dua minggu namun tetap saja gejala yang ditimbulkan cukup ringan. Jika terjadi gejala yang dirasakan dari infeksi klamidia ini, gejalanya berbeda-beda pada pria dan wanita yaitu seperti :

Gejala yang muncul pada pria :

  1. Sakit saat buang air kecil (disuria).
  2. Keluar nanah encer atau kental (gonore).
  3. Testis sakit dan bengkak.
  4. Iritasi pada rektum

Gejala yang muncul pada wanita :

  1. Rasa sakit di perut bagian bawah.
  2. Keputihan abnormal.
  3. Perdarahan diantara siklus haid.
  4. Demam ringan.
  5. Sakit saat melakukan hubungan seks (dispareunia).
  6. Adanya perdarahan seusai hubungan seks.
  7. Sering buang air kecil disertai rasa sakit.
  8. Vagina atau anus bengkak.
  9. Iritasi pada rektum.
klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal

Cara mencegah infeksi klamidia

  1. Menggunakan kondom, karena penggunaan kondom diharapkan dapat melindungi kelamin dan mencegah perpindahan bakteri dari pasangan saat melakukan hubungan seksual.
  2. Tidak berganti ganti pasangan, karena jika anda sering bergonta-ganti pasangan akan meningkatkan resiko tertularnya berbagaimacam penyakit termasuk klamidia. Karena dikhawatirkan salah satu dari pasangan seksual anda sedang terinfeksi bakteri penyakit menular seksual.
  3. Hindari douching atau menyemprotkan cairan khusus ke dalam vagina meski niatnya untuk membersihkan area vagina.
  4. Lakukan pemeriksaan secara rutin, pada orang yang memilki resiko lebih terinfeksi penyakit menular seksual diharapkan selalu melakukan pemeriksaan rutin. Dengan pemeriksaan rutin ini diharapkan jika anda terinfeksi penyakit menular seksual dapat segera di tangani.

Pengobatan klamidia

Upaya pengobatan yang dilakukannya disarankan dengan pasasangan anda karena dimaksudkan agar tidak terjadi proses penularan bakteri. Jika infeksi dibebakan oleh bakteri biasanya pengobatan akan diberikan obat antibiotik. Antibiotik ini haruslah yang sudah diresepkan obatnya oleh dokter dan harus dihabiskan walaupun gejala sudah tidak lagi muncul. Disarankan supaya tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu minimal 7 hari untuk mencegah menularkan pada pasangan anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: