Candidiasis Oral – Infeksi Jamur di Mulut

Neurosifilis – Komplikasi Sifilis Menyebabkan Infeksi Otak
26 Oktober 2021
Pengobatan Kutil Kelamin Ampuh di Bekasi
4 November 2021

Candidiasis oral atau oral thrush adalah infeksi jamur Candida albicans (C. albicans) pada mulut yang dapat menyebabkan munculnya lesi berwarna putih. Jaringan yang tidak normal atau lesi ini biasanya ada di area lidah atau pipi bagian dalam. Selain itu jamur ini juga dapat tinggal di dalam tubuh lainnya yaitu tenggorokan, usus dan vagina tanpa menimbulkan gejala. Candidiasis di mulut dan tenggorokan disebut juga kandidiasis sariawan atau oral thrush . Ada juga candidiasis esofagus berada di kerongkongan (tabung yang menghubungkan tenggorokan ke perut) yang terjadi pada orang dengan infeksi HIV/AIDS.

Jamur candida albicans dapat mudah menginfeksi seseorang, baik itu usia muda sampai tua bahkan bayi juga balita dapat terinfeksi. Namun infeksi jamur candidia lebih besar resikonya pada wanita dibandingkan dengan pria.

Penyebab terjadinya candidiasis oral

Memang area mulut menjadi tempat yang mudah bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak namun selama jumlahnya sedikit jamur dan bakteri ini tidak menyebabkan infeksi. Sebaliknya jika bakteri atau jamur mudah berkembang biak dan jumlahnya banyak maka hal tersebut dapat menimbulkan gejala. Candidiasis oral dapat terjadi karena jumlah jamur Candida albicans (C. albicans) di mulut jumlahnya berlebih.

Sebenarnya jamur Candida albicans di mulut ini wajar keberadaannya, tetapi jika kondisi imunitas tubuh sedang tidak baik maka perkembangan jumlah jamurnya akan semakin cepat. Kondisi seperti itu yang akan dikatakan tidak wajar dan dapat menyebabkan adanya gejala. Penyebab lain dari candidiasis oral yaitu :

  • Diabetes.
  • Mulut kering.
  • Obat antibiotik.
  • Orang yang sering merokok.
  • Tidak menjaga kebersihan mulut dan gigi.
  • Pemasangan gigi palsu yang kurang tepat.
  • Pengobatan penyakit yang dapat melemahkan sistem imun tubuh seperti HIV dan leukimia

Seperti apa gejala candidiasis oral ?

Pada infeksi tahap awal keadaan seperti ini tidak biasanya tidak menimbulkan gejala namun kita harus tetap waspada terhadap kemungkinan keadaan buruk. Gejala infeksi jamus candidiasis oral berbeda pada setiap orangnya tetapi umumnya seperti :

  • Adanya lesi atau luka berwarna putih di lidah, langit-langit mulut, pipi bagian dalam dan tenggorokan.
  • Rasa sakit sehingga menyebabkan sulit untuk menelan makanan.
  • Jika tergesek dapat menimbulkan sedikit pendarahan.
  • Mulur menjadi kemerahan dan pecah-pecah.
  • Mulut terasa seperti ada kapas.
  • Terganggunya indra pengecap.

Faktor yang menyebabkan meningkatnya infeksi

Orang dengan kondisi kesehatan yang bagus infeksi dari jamur candidiasis ini jarang terjadi. Resikonya lebih tinggi pada bayi yang berusia kurang dari 1 bulan dan orang dengan kondisi seperti :

  • Kebiasaan mengonsunsi rokok.
  • Penggunaan gigi palsu terutama jika jarang dibersihkan, posisi gigi tidak pas.
  • Akibat obat kumur yang berlebihan karena antibakteri dari obat kumur dapat membunuh bakteri baik dalam mencegah perkembangan jamur Candida albicans (C. albicans).
  • Mengkonsumsi obat steroid dalam jangka waktu lama.
  • Memiliki kondisi medis yang menyebabkan mulut menjadi kering.
  • Pola makan yang tidak sehat seperti kekurangan zat besi, vitamin B12 dan asam folat.
  • Menderita penyakit HIV/AIDS dan kanker.

Bagaima cara pengobatan infeksi oral thrush ?

Untuk mengetahui bahwa anda terinfeksi candidiasis oral ini dapat melakukan pemeriksaan luka pada area mulut, lidah dan tenggorokan. Untuk pengobatan yang dapat dilakukan yaitu menggunakan obat yang mengandung antijamur baik itu gel atau cairang yang dioleskan (obat topikal) langsung ke dalam mulut. Pemberian obat topikal ini dapat beberapa kali dalam sehari selama 7 sampai 14 hari. Anda perlu waspada terhadap obat ini walaupun biasanya tidak memiliki efek samping tetapi terkadang bisa menyebabkan rasa mual, muntah sampai diare.

Setelah melakukan pengobatan biasanya infeksi jamur Candida albicans (C. albicans) ini akan sembuh dalam rentang hitungan minggu. Obat yang biasa diberikan pada kasus infeksi candidiasis oral ini yaitu obat flukonazol atau obat antijamur yang dapat diminum atau dari pembuluh darah.

Obat-obatan ini termasuk klotrimazol, mikonazol, atau nistatin. Untuk infeksi berat, pengobatan yang paling umum adalah flukonazol (obat antijamur) yang diminum atau melalui pembuluh darah. Jika pasien tidak membaik setelah mengonsumsi flukonazol, penyedia layanan kesehatan dapat meresepkan antijamur yang berbeda. Pengobatan untuk kandidiasis di kerongkongan biasanya flukonazol. Jenis obat antijamur resep lainnya juga dapat digunakan untuk orang yang tidak dapat mengonsumsi flukonazol atau yang tidak membaik setelah mengonsumsi flukonazol.

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal

Baca juga : Penanganan Eksim Kering di Rumah

admin
admin
Penulis artikel untuk website klinik raphael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: