HIV – Gejala, Pecegahan dan Pengobatan

Berbobat Penyakit Hepatitis B di Cikarang
5 Februari 2020
Pengobatan Gonorrhea pada wanita di Kabupaten Bekasi
24 Februari 2020
Show all

hiv

HIV (human immunodeficiency virus) mrupakan virus yang dapat menginfeksi atau menghancurkan sel CD4 yang mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Virus ini akan terus merusak sel CD4, jika semakin banyak sel CD4 yang dirusak maka sistem kekebalan tubuh juga akan semakin melemah. Dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah maka seseorang akan mudah diserang berbagai penyakit.

Fungsi sistem imun yang selama ini menjaga tubuh dari serangan penyakit akan melemah jika sel CD4 rusak atau hilang karena infeksi virus HIV. Oleh karenanya orang yang terinfeksi virus HIV tubuhnya sangat rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit.

Jika Anda sudah terinfeksi virus HIV, maka virus ini akan terus hidup ditubuh karena tubuh Anda sudah tidak bisa menyingkirkan akibat sistem imun yang rusak. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual oleh karena itu hindari seks bebas atau sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Pada artiek kali ini Klinik Raphae akan membahas tentang virus HIV – Gejala, Pengobatan dan Pecegahannya, agar kita semua paham dan terhindari dari infeksinya. Yuk mari kita bahas lebih jelasnya.

Penyebab HIV dan AIDS

Di Indonesia sudah banyak orang yang terinfeksi virus HIV, umumnya penularan HIV yang sering terjadi karena hubungan seksual yang tidak aman. Selain hubungan seksual yang tidak aman, infeksi virus HIV dapat disebabkan karea berbagi jarum suktik yang tidak steril ketika mengkonsumsi narkoba.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab meningkatnya resiko tertular HIV pada seseorang yaitu :

  1. Akibat hubungan seksual yang tidak aman seperti tidak memakai kondom atau sering berganti pasangan.
  2. Membuat tato dengan alat yang tidak steril.
  3. Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang mempunyai penyakit kelamin.
  4. Berbagi alat suntik narkoba yang tidak steril.

Gejala HIV dan AIDS

Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) umumnya tidak menimbulkan gejala pada saat awal terinfeksi kalaupun merasakan gejalanya mungkin dianggap sebagai penyakit umum. Biasanya orang yang pada awal-awal terinfeksi HIV, ia masih terlihat sehat seperti orang sehat pada umunya yang melakukan kegiatan normal.

Gejala pasti dari infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) ini biasanya baru bisa muncul setelah 2 sampai 15 tahun setelah ia terinfeksi. Gejalanya tidak langsung merusak tubuh namun virus ini perlahan dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Dengan rusak atau lemahnya sistem kekebalan tubuh maka akan mengakibatkan tubuh menjadi rentan terhadap serangan penyakit, terutama infeksi.

Dikutip dari situs hellosehat.com gejala awal HIV yang muncul yaitu umumnya mirip seperti gejala dari infeksi virus lainnya, yaitu:

  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Kelelahan
  4. Nyeri otot
  5. Turunnya berat badan secara perlahan
  6. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di area tenggorokan, ketiak, juga pangkal paha

Baca juga : Kanker Serviks – Pencegahan Gejala dan Pengobatan

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal

Diagnosis HIV dan AIDS

Untuk mengetahui seseorang terinfeksi HIV atau tidak yaitu dengan melakukan tes dengan mengambil sampel urine atau darah yang nantinya diteliti lebih lanjut di laboratorium. Adapun beberapa jenis tes yang dilakuakan untuk mendiagnosis infeksi HIV yaitu :

Tes antibodi

Tujuannya untuk mendeteksi antibodi dari perlawanan tubuh terwadap infeksi virus HIV. Waktu yang diperlukan berkisar antara 3 sampai 12 minggu yang dimaksudkan agar jumlah antibodi cukup tinggi pada saat dilakukan pemeriksaan.

Tes antigen 

Bertujuan mendeteksi protein, karena protein ini menjadi salah satu bagian dari virus HIV yaitu p24 dan waktu yang dibutuhkan dalam tes ini berkisar antara 2 sampai 6 minggu.

Jika dari hasil tes menunjukkan terdapat indikasi terinfeksi HIV maka harus dilakukan tes berikutnya yang dimaksudkan agar memastikan hasil tesnya. Ters ini dilakukan dengan mengambil sampel darah yang diteliti di laboratorium. Tahapan tes selanjutnya yaitu :

  • Hitung sel CD4, sel ini menjadi bagian dari sel darah putih yang dirusak oleh virus HIV. Pada orang yang normal sel CD4 berjumlah antara 500 sampai 1400 sel per mililieter kubik darah. Namun pada orang yang terinfeksi HIV ia mempunyai CD4 dibawah 200 sel per mililiter kubik darah.
  • Pemeriksaan viral load (HIV RNA), tes ini dilakukan untuk menghitung RNA atau bagian dari HIV yang berfungsi untuk menggandakan diri. Kerusakan sistem imun yang parah ditandai dengan jumlah RNA lebih dari 100.000 kopi per mililiter darah. Sedangkan untuk jumlah RNA dibawah 100.000 kopi per mililiter darah menunjukan perkembangan virus yang tidak terlalu cepat tapi kerusakan sistem imun tetap tejadi.
  • Tes resitensi (kekebalan) untuk menentukan jenis obat yang tepat untuk orang yang terinfeksi HIV karena ada beberapa orang yang memiliki resistensi pada jenis obat tertentu.

Pengobatan HIV dan AIDS

Memang sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan seseorang dari infeksi HIV tetapi ada obat yang dapat memperlambat perkembangan virusnya. Jenis obat tersebut yaitu antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghilangkan unsur yang dibutuhkan oleh virus HIV dalam menggandakan diri dan merusak sel CD4. Jenis dari obat antiretroviral (ARV) yaitu :

  1. Etravirine
  2. Efavirenz
  3. Lamivudin
  4. Zidovudin
  5. Nevirapine

Dokter akan tetap mengontrol pada masa pengobatan dengan meminum obat antiretroviral (ARV) untuk menilai respon pasien terhadap obat, setiap 3 sampai 6 bulan dilakukan penghitungan sel CD4. Sedangkan untuk penghitungan RNA dialakukan dari awal pengobatan dan setiap 3 sampai 4 bulan pengobatan.

Pengobatan ini harus terus dilakuakn dengan didampingi dokter karena kondisi pasien mempengaruhi sosis obat yang diberikan atau dokter akan mengganti dengan obat yang lain.

Pencegahan HIV dan AIDS

Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi HIV menular pada Anda, diantarany :

  1. Pakailah kondom jika anda sering bergonta-ganti pasangan seksual.
  2. Tentunya tidak disarankan untuk bergonta-ganti pasangan seksual.
  3. Jujur pada pasangan jika Anda terinfeksi virus HIV agar pasangan anda dapat segera berobat dan mencegah penularannya.
  4. Bicarakan dengan dokter jika Anda terinfeksi HIV dalam kondisi sedang hamil untuk menghindari penularan pada bayi.
  5. Lakukan sunat jika Anda belum disunat.
  6. Jika Anda merasa terinfeksi virus HIV setelah melakukan hubungan seksual, segera lakukan pengobatan.
klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: