Cara Menggunakan dan Menyimpan Kondom agar Tidak Bocor
Banyak orang mengira kondom gagal karena produknya jelek. Padahal faktanya, kondom punya tingkat efektivitas hingga 98% jika digunakan dengan benar.
Sayangnya, efektivitas ini bisa turun drastis hanya karena kesalahan kecil seperti cara membuka kemasan sampai tempat penyimpanannya.
Artikel ini dibuat sebagai panduan teknis dan praktis agar kamu tahu cara menggunakan dan menyimpan kondom dengan benar.
Sehingga risiko bocor, robek, atau kondom terlepas bisa mencegahnya sejak awal.
Daftar Isi
Tahap Sebelum Penggunaan
Cek tanggal kedaluwarsa
Selalu periksa tanggal kedaluwarsa sebelum menggunakan kondom. Kondom yang sudah kedaluwarsa memiliki struktur latex yang rapuh, lebih mudah robek, dan elastisitasnya menurun.
Jangan ambil risiko hanya karena terlihat “masih bagus”.
Cek udara dalam kemasan
Tekan perlahan kemasan kondom. Jika masih terasa ada bantalan udara, artinya kemasan masih rapat dan kondom terlindungi dengan baik.
Jika kemasan tampak kempis, ada kemungkinan kondom sudah bocor, kering, atau tertusuk benda tajam.
Pastikan ada izin edar Kemenkes RI
Gunakan kondom yang memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan RI. Ini penting untuk memastikan material, ketebalan, dan daya tahan kondom sudah melalui uji standar keamanan.
Cara Menggunakan Kondom dengan Benar
Membuka kemasan dengan hati-hati
Yang harus kamu perhatikan bahwa, jangan pernah membuka kondom menggunakan:
- Gigi
- Gunting
- Benda tajam
Waspadai juga kuku panjang atau cincin karena bisa merobek kondom tanpa kamu sadari.
Tentukan sisi yang benar
Pastikan gulungan kondom menghadap ke luar, sehingga mudah menurunkannya. Jika terbalik, jangan dibalik dan dipakai ulang, sebaiknya ganti dengan kondom baru.
Tekan ujung kondom
Pencet bagian ujung kondom untuk mengeluarkan udara, ini penting agar:
- Ada ruang untuk menampung sperma.
- Kondom tidak “meledak” karena tekanan udara saat ejakulasi.
Pasang saat ereksi penuh
Memasang kondom harus sebelum ada kontak genital, bukan pada saat tengah aktivitas. Cairan pra-ejakulasi tetap bisa mengandung sperma atau virus IMS.
Turunkan hingga pangkal
Turunkan kondom sampai menutupi seluruh batang penis hingga ke pangkal. Pastikan tidak ada bagian yang terlipat atau menggulung tidak rata.
Baca juga: Kenapa harus pakai kondom
Selama dan Sesudah Berhubungan
Gunakan pelumas yang tepat
Jika perlu pelumas tambahan, hanya gunakan pelumas berbasis air (water-based) atau silikon.
Hindari pelumas berbasis minyak seperti:
- Baby oil
- Lotion
- Vaseline
Pelumas minyak bisa melarutkan latex hanya dalam hitungan menit dan membuat kondom mudah bocor.
Jika kondom terasa robek
Segera hentikan aktivitas seksual jika kamu merasakan beberapa hal berikut:
- Kondom terasa longgar
- Ada sensasi robek
- Kondom terlepas sebagian
Ganti dengan kondom baru sebelum melanjutkan.
Cara Melepaskan Kondom yang Benar
Setelah merasakan ejakulasi lalu selesai berhubungan dan hendak melepas kondom, maka ikuti saran berikut:
- Pegang bagian pangkal kondom saat penis masih ereksi.
- Tarik keluar dengan hati-hati agar kondom tidak tertinggal.
- Lepaskan kondom jauh dari pasangan untuk mencegah tumpahan cairan.
Bungkus kondom bekas dengan tisu dan buang ke tempat sampah dan jangan membuangnya ke toilet.
Panduan Penyimpanan agar Kualitas Tetap Terjaga
Simpan pada suhu yang tepat
Dalam menyimpan kondom sebaiknya pada tempat sejuk dan kering, terhindar dari panas dan sinar matahari langsung.
Hindari lokasi berikut
Hindari menyimpan kondom di dompet, karena bisa terjadi gesekan dan tekanan terus-menerus bisa merusak struktur latex.
Dashboard atau bagasi kendaraan, karena suhu panas ekstrem dapat mengurangi elastisitas dan daya tahan kondom.
Baca juga: Benarkah kondom mempengaruhi sensitivitas
Penyimpanan yang disarankan
Simpan kondom pada tempat yang aman seperti laci meja, kotak khusus atau tempat tertutup yang aman dari benda tajam.
Kondom mungkin terlihat sederhana, tapi perlindungan besar ditentukan oleh kedisiplinan dalam hal-hal kecil.
Mulai dari cara membuka, memasang, hingga menyimpannya, semua berperan penting mencegah kebocoran.
Selalu sediakan kondom cadangan dan ingat satu aturan penting:
Satu kondom hanya untuk satu kali pakai. Jangan pernah digunakan ulang.
Dengan penggunaan yang benar, kondom bukan hanya alat kontrasepsi, tapi juga perlindungan utama dari risiko infeksi menular seksual dan kehamilan yang tidak kamu rencanakan.
Konsultasikan Penggunaan Kondom dengan Klinik Raphael
Masih ragu apakah cara penggunaan kondom sudah benar? Atau khawatir dengan risiko kebocoran, kehamilan tidak kamu rencanakan, maupun infeksi menular seksual (IMS)?
Jangan ambil risiko dengan coba-coba sendiri.
Di Klinik Raphael, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter berpengalaman mengenai:
- Cara penggunaan kondom yang benar dan aman.
- Pemilihan kondom yang sesuai dengan kebutuhan.
- Pencegahan dan pemeriksaan IMS.
- Keluhan setelah berhubungan intim.
Lindungi kesehatan kamu dan pasangan dengan langkah yang tepat.
Segera jadwalkan konsultasi dengan dokter Klinik Raphael untuk solusi kesehatan seksual yang aman, jelas, dan terpercaya.







