

Kenali ciri-ciri infeksi saluran kemih sudah parah yang tidak boleh diabaikan, seperti nyeri hebat, urine berdarah, hingga demam tinggi. Cari tahu tanda dan kapan harus segera ke dokter di sini.
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika bakteri masuk ke saluran kemih, mulai dari uretra, kandung kemih, hingga ginjal.
Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, tapi lebih sering terjadi pada wanita karena saluran kemihnya lebih pendek.
Jika tidak segera mengobatinya, infeksi saluran kemih bisa berkembang menjadi parah dan memicu komplikasi serius.
Saat tahap awal, ISK biasanya menyebabkan munculnya gejala ringan antara lain nyeri saat buang air kecil atau sering ingin kencing.
Namun, saat infeksi sudah parah, gejalanya bisa jauh lebih mengganggu dan berbahaya.
Infeksi saluran kemih ketika sudah parah akan menyebabkan beberapa gejala yang mengganggu, seperti:
Gejala ini biasanya sudah muncul sejak awal infeksi, namun jika infeksi saluran kemih sudah parah, rasa nyeri semakin intens dan bertahan lama.
Bahkan, rasa perih bisa muncul meski tidak sedang buang air kecil.
Jika infeksi saluran kemih makin memburuk, urine bisa berubah menjadi keruh, berwarna kemerahan atau kecokelatan karena adanya darah, dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Ini menjadi pertanda bahwa bakteri sudah menyebar cukup luas dalam tubuh.
Rasa ingin kencing terus-menerus tetapi volume urine yang keluar sedikit adalah ciri khas dari gejala infeksi saluran kemih.
Saat sudah parah, sensasi ini menjadi semakin mengganggu, bahkan bisa membuat tidur terganggu.
Jika infeksi sudah naik ke ginjal, nyeri bisa terasa pada punggung bagian bawah atau pinggang.
Rasa sakit biasanya tumpul hingga semakin parah, dan bisa muncul pada satu atau kedua sisi tubuh.
Demam adalah tanda tubuh sedang melawan infeksi. Pada kasus infeksi saluran kemih yang cukup parah, tubuh dapat mengggil akibat suhu tubuh meningkat tajam, lemas, dan keringat dingin.
Mual dan muntah menjadi tanda jika infeksi sudah menyebar ke organ ginjal atau bagian tubuh lain, sehingga secepatnya membutuhkan penanganan medis.
Baca juga: Pengobatan infeksi kandung kemih
Penyebab utama dari infeksi saluran kemih adalah bakteri Escherichia coli (E.coli) yang biasanya hidup dalam usus besar.
Bahayanya, bakteri Escherichia coli (E.coli) ini dapat masuk ke uretra dan naik ke kandung kemih, bahkan bisa sampai ke ginjal.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kemih antara lain:
Jika kamu mengalami gejala infeksi saluran kemih yang parah seperti demam tinggi, nyeri pinggang hebat, urine berdarah, atau mual-muntah, segera periksakan diri ke dokter kelamin terdekat.
Perlu memperhatikan bahwa jika kamu menunda pengobatan infeksi saluran kemih ini, maka dapat meningkatkan terjadinya komplikasi yang lebih serius lagi seperti infeksi ginjal kronis atau sepsis.
Pengobatan infeksi saluran kemih biasanya menggunakan antibiotik setelah pemeriksaan dengan dokter.
Pemberian resep ini tergantung dari jenis bakteri penyebab dan tingkat keparahan infeksi pada pasien.
Selain obat, ada beberapa hal yang bisa membantu pemulihan, antara lain:
Jika pasien tidak segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan, infeksi bisa menyebar ke organ lain seperti ginjal yang bisa menyebabkan komplikasi lebih serius lagi.
Berikut 5 cara yang bisa kamu lakukan dalam upaya mencegah infeksi saluran kemih, seperti:
segera atur jadwal untuk melakukan pemeriksaan dan penangan lebih lanjut dengan dokter Klink Raphael.
Ciri utamanya bisa berupa nyeri hebat saat buang air kecil, urine bercampur darah, demam tinggi, mual atau muntah, serta nyeri pada pinggang atau punggung bagian bawah.
Segera ke dokter jika gejala tidak membaik dalam 2 sampai 3 hari, muncul demam tinggi, urine berdarah, atau rasa sakit menjalar ke pinggang.
Ya, infeksi saluran kemih yang tidak diobati bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan kerusakan permanen, bahkan bisa memicu infeksi serius pada seluruh tubuh (sepsis).
Penyebabnya bisa karena tidak segera mengobati infeksi, konsumsi antibiotik tidak tuntas, atau daya tahan tubuh yang lemah.
Minum air putih cukup, jangan menahan kencing terlalu lama, jaga kebersihan organ intim, dan segera periksa ke dokter saat gejala awal muncul.