

Epididimitis merupakan peradangan pada epididymis atau saluran kecil yang terletak di belakang testis dan berfungsi menyimpan serta membawa sperma.
Kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri hebat pada skrotum (kantung zakar) dan sering menyebabkan terjadinya pembengkakan.
Masalah epididimitis dapat terjadi pada pria, namun paling sering menyerang pria berusia 20 sampai 40 tahun yang aktif secara seksual.
Jika tidak segera mengobatinya, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius seperti abses skrotum bahkan kemandulan.
Gejala epididimitis biasanya berkembang secara bertahap. Beberapa tanda yang umum antara lain:
Jika tidak cepat mengobatinya, epididimitis bisa berkembang menjadi epididimo-orchitis, yaitu peradangan pada epididimis sekaligus testis.
Penyakit epididimitis bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
Selanjutnya bakteri Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae (penyebab klamidia dan gonore) adalah penyebab paling umum pada pria muda yang aktif secara seksual.
Bakteri dari saluran kemih bisa menyebar ke epididimis, terutama pada pria yang sering menahan kencing atau memiliki pembesaran prostat.
Benturan pada testis atau prosedur medis seperti pemasangan kateter dapat memicu terjadinya peradangan.
Risiko seseorang terkena epididimitis akan meningkat jika memiliki kondisi berikut:
Pengobatan epididimitis harus sesuai dengan apa yang jadi penyebabnya. Berikut beberapa metode pengobatan antara lain:
Oleh karena itu, jika tidak mengobatinya dengan benar, epididimitis bisa menyebabkan komplikasi serius, termasuk infertilitas akibat kerusakan pada jaringan reproduksi.
Pencegahan epididimitis bisa dengan melakukan beberapa langkah sederhana berikut:
Segera periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami gejala-gejala berikut:
Penangan sejak dini dapat mencegah komplikasi yang berbahaya juga dapat menjaga kesehatan reproduksi pria.
segera atur jadwal untuk melakukan pemeriksaan dan penangan lebih lanjut dengan dokter Klink Raphael.