

Pernah nggak sih kamu dengar kalau infeksi saluran kemih (ISK) bisa berujung pada gagal ginjal? Sekilas terdengar menakutkan, apalagi ISK termasuk penyakit yang cukup sering dialami banyak orang, terutama wanita.
Tapi, benarkah ISK yang awalnya “hanya” bikin anyang-anyangan bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti gagal ginjal? Yuk, cari tahu fakta medisnya biar nggak salah paham!
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi pada pria maupun wanita.
Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan atau sering ingin kencing.
Tapi yang sering jadi pertanyaan adalah apakah ISK bisa menyebabkan gagal ginjal? Jawabannya: Ya, bisa terjadi jika tidak menangani infeksi dengan baik.
ISK atau infeksi saluran kemih yaitu kondisi ketika bakteri menyerang saluran kemih termasuk uretra, kandung kemih, ureter, hingga ginjal.
Seringnya, infeksi ini terjadi pada wanita karena uretranya lebih pendek dibanding pria, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih.
Kasus infeki saluran kemih yang tidak segera mengobatinya, nantinya bisa menyebar ke bagian ginjal atau sering menyebutnya pielonefritis (infeksi ginjal).
Jika infeksi ginjal terjadi berulang kali atau tidak melakukan pengobatan, maka khawatir akan menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan ginjal.
Menurut Richmond Nephrology Associates, infeksi saluran kemih (ISK) dan infeksi ginjal saling berkaitan karena masih berada dalam satu sistem. ISK biasanya muncul akibat masuknya bakteri ke saluran kemih lalu berkembang biak.
Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan kondisi ini adalah Escherichia coli yang berasal dari saluran pencernaan, meski infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia juga bisa menjadi pemicu.
Jika ISK tidak segera mengobatinya, kuman dapat naik dari kandung kemih menuju ureter hingga akhirnya mencapai ginjal, sehingga memicu infeksi ginjal.
Kerusakan ginjal yang berlangsung lama ini lah yang kemudian dapat berkembang menjadi gagal ginjal kronis.
Jadi, meski tidak semua kasus ISK berujung pada gagal ginjal, resiko ini tetap ada jika kamu terus membiarkan infeksi tanpa pengobatan yang tepat.
Seorang anak perempuan datang ke instalasi gawat darurat (IGD) RS Sentra Media Cibinong dengan riwayat demam yang sudah berlangsung sekitar tujuh hari.
Keluhan disertai nyeri di seluruh perut, sakit pinggang, volume urin sangat sedikit, sulit tidur selama tiga malam terakhir, badan terasa lemas, serta batuk kering.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar ureum dan kreatinin, sedangkan pemeriksaan USG memperlihatkan tanda gagal ginjal akut kanan derajat 2–3 serta kolesistitis kronis.
Kesimpulannya, infeksi saluran kemih yang tidak segera mendapat pengobatan yang tepat dapat berujung pada komplikasi gagal ginjal akut.
Penanganan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik lini pertama hingga prosedur hemodialisis bila diperlukan.
Ada beberapa kondisi yang membuat infeksi saluran kemih lebih berisiko menyebabkan gagal ginjal, antara lain:
Waspadai tanda-tanda berikut jika infeksi saluran kemih mulai mengarah ke ginjal:
Jika gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis karena bisa jadi infeksi sudah mencapai ginjal.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, karenanya berikut langkah sederhana untuk mencegah ISK berkembang menjadi komplikasi serius:
Segera cari bantuan medis atau dokter kelamin terdekat jika muncul gejala berikut:
Ya, ISK bisa berujung ke gagal ginjal, tapi biasanya kalau infeksi tidak kamu obati atau sering kambuh. Infeksi yang menjalar ke ginjal (pielonefritis) bisa merusak jaringan ginjal, dan bila kamu biarkan dalam jangka panjang berisiko memicu gagal ginjal.
Bakteri yang masuk ke saluran kemih bisa naik sampai ke ginjal. Kalau infeksi ini berulang atau tidak tertangani, peradangan yang terus-menerus bisa membuat ginjal rusak sedikit demi sedikit.
Orang dengan ISK berulang, wanita hamil, penderita diabetes, anak kecil, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah lebih berisiko infeksinya berlanjut sampai ginjal.
Biasanya muncul demam tinggi, nyeri punggung atau pinggang, mual, muntah, lemas, serta kencing yang keruh atau berdarah. Kalau sudah seperti ini, perlu segera ke dokter.
Kuncinya adalah segera obati ISK sejak awal, jangan menunda minum obat antibiotik yang diresepkan dokter, minum cukup air, jangan menahan kencing, dan rutin kontrol bila ISK sering kambuh.
Kalau kerusakan ginjal sudah parah, biasanya sulit kembali normal, tapi kalau cepat terdeteksi dan segera mengobatinya, fungsi ginjal bisa tetap terjaga.
Tidak ada waktu pasti, karena tergantung kondisi tubuh dan frekuensi infeksi. Tapi biasanya perlu waktu cukup lama dan sering kambuh sebelum menyebabkan kerusakan ginjal serius.
Infeksi saluran kemih (ISK) memang bisa menyebabkan gagal ginjal jika tidak segera melakukan pengobatan atau terjadi berulang kali.
Sekalipun kasus infeksi saluran kemih ringan, sebaiknya jangan menganggapnya sepele, karena bakteri bisa naik ke ginjal dan merusak fungsi organ tersebut.
Dengan pengobatan tepat dan pencegahan yang baik, risiko gagal ginjal akibat infeksi saluran kemih bisa menghindarinya.
Sumber referensi: