Setelah Covid-19 Waspada Hepatitis Akut Menyerang Anak-Anak

Cara Mengobati Kencing Nanah oleh Dokter Kelamin Cikarang
26 April 2022
Mengobati Kencing Nanah Dengan Bawang Putih, Benarkah?
31 Mei 2022
hepatitis akut pada anak

Pandemi COVID-19 belum usai namun kali ini kita dihadapkan dengan ancaman kasus hepatitis akut. Penyakit hepatitis akut baru-baru ini cukup santer kabarnya meyerang anak-anak juga remaja. Selain penyebabnya masih misterius, ini rupanya penyakit hepatitis akut misterius cukup membahayakan Kesehatan bahkan sampai mengancam nyama. Untuk itu bagi orang tua agar dapat lebih waspada karena belakangan ini penyakit hepatitis akut mulai banyak menyerang anak-anak dan remaja.

Pada mulanya penyakit hepatitis akut ini ditemukan di Inggris yang menyerang anak-anak sampai remaja sampai usia 16 tahun. Dicurigai penularan virus ini melalui kontak dekat dengan penderita ketika anak-anak sedang bermain. Sampai saat ini penyebarannya mulai meluas hingga ke 11 negara telah memgkonfirmasi adanya hepatitis akut. Termasuk Indonesia dan negara tetangga kita yaitu Singapura.

Telah terjadi kasus hepatitis akut pada anak-anak tidak menimbulkan adanya gejala apapun. Sampai saat ini pun penyebab hepatitis akut ini masih misterius dan belum ditemukan apa penyebab pastinya.

Kenali apa itu penyakit hepatitis akut misterius

Hepatitis sendiri ialah peradangan pada organ hati atau liver yang disebabkan oleh bahan kimia, alkohol, ganngguan autoimun dan infeksi virus. Penyakit ini dapat muncul dengan tiba-tiba kemudian menghilang (akut). Bisa juga sebagai kerusakan hati yang progresif (kronis) dengan jangka waktu yang cukup panjang.

Kemenkes RI meminta agar masyarakat lebih waspada

Sejak 15 April 2022 Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan untuk kasus Hepatitis Akut  yang menyerang anak-anak di Asia, Eropa dan Amerika sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sejak WHO menyatakan hepatitis akut ini sebagai KLB jumlah kasusu yang diterima oleh WHO terus bertambah. Dari 12 negara yang melaporkan kasus, tercatat lebih dari 170 kasus adanya penyakit hepatitis akut.

Melalui pemeriksaan panel visur secara lengkap, KEMENKES RI saat ini sedang berupaya untuk menginvestigasi apa penyebab hepatitis akut misterius. Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 Tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022. Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyatakan bahwa “Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang”.

Kasus hepatitis akut di Indonesia

Sampai tanggal 30 april 2022, telah tercatat 3 pasien anak-anak meninggal dunia yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta. Tiga pasien meninggal tersebut diduga karena penyakit Hepatitis Akut yang belum diketahui apa penyebabnya.

Untuk dugaan kasus hepatitis akut misterius yang di DKI Jakarta yaitu sebanyak 21 kasus. Ahmad Riza Patria selaku wakil gubernur Ibu Kota Jakarta menuturkan bahwa 7 orang diantaranya menyerang remaja dengan usia diatas 16 tahun.

Dengan informasi tersebut maka bagi pada orang tua harus lebih mengontrol buah hatinya dengan bijak. Hindari anak-anak untuk bermain di ruang publik jika kondisi belum membaik dan tetap disarankan untuk menerapkan protokol kesehatan. Hal demikian sangat disarankan untuk upaya pencegahan terhadap penyebaran penyakit hepatitis akut misterius ini.

Benarkan ada hubungannya antara COVID-19 dengan hepatitis akut?

Melansir dari halaman website kemkes.go.id yang dimuat pada tanggal 5 mei 2022. Menyatakan bahwa tidak ada kaitannya antara COVID-19 dengan hepatitis akut pada anak ini. Karena hepatitis akut belum diketahui apa penyebabnya. Bantahan tersebut diutarakan oleh Lead Scientist untuk kasus ini, Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K), pada acara keterangan pers di Jakarta (5/5).  Ia memberi penyataan yaitu ”Kejadian ini dihubungkan dengan vaksin COVID-19 itu tidak benar, karena kejadian saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi COVID-19”.

Pernyataan lebih lanjut yang diutarakan oleh Prof. dr. Hanifah Oswari, bahwa sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya keterkaitan COVID-19 dengan hepatitis akut. Tetapi ia menjelaskan tentang adanya kejadian yang bersamaan (koinsiden).

Seperti apasih gejala penyakit hepatitis akut ini?

Ibu dan bapak harus lebih peka terhadap gejala yang muncul pada anak-anak maupun yang sudah beranjak remaja. Dikhawatirkan gejala yang muncul dianggap sepele namun sebenarnya gejala tersebut menjadi pertanda bahwa anak Anda sedang menderita hepatitis akut.

Untuk beberapa gejala hepatitis akut misterius ini yang mungkin muncul, di antaranya:

  1. Penyakit kuning akut (sindrom jaundice)
  2. Demam menggigil
  3. Mual disertai muntah
  4. Hilangnya nafsu makan
  5. Sakit perut sampai diare
  6. Kelelahan, pegal atau nyeri pada persendian

Jika beberapa gejala tersebut disepelekan makan kemungkinan akan muncul gejala yang lebih parah lagi, seperti:

  1. Pembekuan darah
  2. Feses berwarna pucat
  3. Kesadaran mulai menurun
  4. Warna urine semakin pekat

Perlu diperhatikan bagi ibu dan bapak jika mulai muncul gejala pada buah hati maka jangan tunggu lebih lama lagi. Sebaiknya Anda harus cepat membawanya untuk berobat menemui dokter di Rumah Sakit terdekat. Jangan sampai gejalanya malah menjadi lebih parah lagi dan menyebabkan bahaya bagi sang anak.

Tips yang dapat dilakukan untuk mencegah hepatitis akut misterius

Kesadaran akan pentingnya kesehatan terhadap diri dan keluarga menjadi hal yang harus ditingkatkan bagi ayah dan ibu. Terlebih sampai sekarang masa pandemi COVID-19 belumlah usai ditambah dengan adanya Hepatitis Akut Misterius ini. Penyebab dan penularan hepatitis akut ini masih misterius unutk itu harus lebih waspada. Pencegahan hepatitis akut misterius ini yang disarankan oleh Kementrian Kesehatan RI, yaitu:

  1. Rutin mencuci tangan
  2. Menjauhi kontak dengan orang yang sedang sakit
  3. Jangan bergantian menggunakan alat makan
  4. Memastikan makanan yang dimakan dalam keadaan yang bersih dan sudah matang
  5. Selalu menjalankan protokol kesehatan

Selain melakukan pencegahan berdasarkan saran dari Kementrian Kesehatan RI, anda juga harus menjaga kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan, seperti:

  1. Menyikan gigi sebelum dan setelah tidur maupun setelah makan
  2. Membersihkan toilet atau kamar mandi yang kerap menjadi tempatnya kuman maupun bakteri
  3. Membersihkan dan menutup area kulit yang sedang terluka dengan tujuan untuk menghindari infeksi dari virus

Tips menjaga kesehatan hati

Organ hati dalam tubuh sangat penting perannya dalam menghancurkan racun, membersihkan darah, memproduksi protein dan membantu pencernaan. Namun, yang perlu digaris bawahi ketika sekali saja hati mengalami kekrusakan akibat suatu penyakit. Maka resiko jangka panjangnya, hati akan menjadi rusak secara permanen.

Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan hati sebaik dan sedini mungkin untuk menghindari kerusakan permanen. Berikut beberapa cara yang disarankan untuk menjaga organ hati selalu sehat, yaitu:

  1. Jauhi mengkonsumsi makan yang tinggi lemak jenuh
  2. Konsumsi garam yang secukupnya
  3. Lebih hati-hati dalam mengkonsumsi obat
  4. Jangan mimum-minuman yang beralkohol
  5. Disarankan minum air putih yang banyak tapi tidak berlebihan
  6. Hindari hubungan intim yang tidak aman
  7. Perhatikan kesehatan diri dan lingkungan sekitar

Jika dirasa buah hati Anda memiliki gejala, segeralah berkonsultasi dengan Klinik Raphael dengan menghubungi nomor 0813-9625-4650 atau 0857-7077-3681. Anda juga bisa Berkonsultasi Gratis dengan Dokter melalui link https://bit.ly/Klinikraphael. Semua informasi data diri yang Anda berikan hanya untuk kepentingan reservasi pengobatan, jadi dijamin akan terjaga rahasianya.

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal
admin
admin
Penulis artikel untuk website klinik raphael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Dapatkan pelayanan terbaik

X
klinik-gonore-terdekat
Konsultasi-Online-Gratis-dengan-Dokter
%d blogger menyukai ini: