Herpes Simplex – Gejala Penyebab dan Pengobatan
17 September 2020
6 Penyakit Kelamin Pada Wanita yang Berbahaya
25 September 2020
Show all

Kanker Serviks – Pencegahan Gejala dan Pengobatan

kanker serviks

Pertumbuhan sel tak terkendali (kanker) yang terjadi pada leher rahim disebut kangker serviks. Leher rahim atau serviks merupakan bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus. Setiap tahun terjadi 250.000 kematian akibat kanker serviks. Di Indonesia, sekitar 52 juta perempuan terancam kanker serviks.

Faktor Risiko Terkena Kanker Serviks

  • Usia, perempuan yang berusia 34-50 tahun lebih beresiko terkena kanker serviks.
  • Melakukan hubungan seks terlalu dini.
  • Merokok
  • Sering bergonta-ganti pasangan dalam hubungan seks.
  • Sering hamil.
  • Terinfeksi virus HPV
  • Menderita gizi buruk
  • Melakukan diet yang terlalu ketat

Gejala Kanker Serviks

  • Keputihan

Keputihan merupakan hal normal bagi perempuan, tetapi dalam hal ini ada juga keputihan yang abnormal dengan ciri-ciri seperti, cairan kental yang banyak, berbau tidak sedap, berwarna tidak normal, serta timbul rasa gatal dan panas di vagina.

  • Ada rasa sakit

Timbulnya rasa sakit pada area kewanitaan dan paha, pada persendian panggul saat menstruasi, saat buang air besar, maupun saat berhubungan seks.

  • Keluarnya darah yang sering dari vagina.
  • Nafsu makan menurun.
  • Bengkak pada kaki.
  • Cepat lelah.

Cara Mendeteksi Kanker Serviks

  • Pap Smear

Pap smear dilakukan dengan cara mengambil contoh sel dari leher rahim, kemudian dianalisa untuk mengetahui apakah ada sel kanker, sel prakanker atau tidak.

  • IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat)

Asam asetat diusapkan pada leher rahim, setelah sekitar 1 menit jika tidak ada perubahan warna atau tidak muncul plak putih, berarti tiodak ada prakanker. Jika terjadi plak putih dan warna menjadi merah maka dinyatakan positif ada prakanker.

Pengobatan Kanker Serviks

Ada beberapa cara untuk mengobati kanker serviks, diantaranya yaitu :

  • Operasi

Sebagian rahim, vagina dan jaringan sekitarnya diangkat melalui operasi. Setelah itu dilakukan pembersihan kelenjar getah bening pada panggul.

  • Radioterapi

Terapi ini menggunakan radiasi untuk merusak dan menghambat pembelahan sel-sel kanker.

  • Radiopartikel

Sinar gamma digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker.

  • Kemoterapi

Obat kimia dimasukkan ke dalam tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker.

Pencegahan Kanker Serviks

  • Melakukan Pap Smear secara teratur

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terkena kanker serviks atau tidak, serta mengetahui risiko terkena kanker serviks.

  • Melakukan vaksinasi HPV

Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

  • Tidak berganti-ganti pasangan

Setialah pada pasangan karena virus HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

  • Tidak terlalu aktif secara seksual di usia muda

Jika usia masih terlalu muda ( <20 tahun ) janganlah melakukan hubungan seksual maupun aktif secara seksual.

  • Gaya hidup sehat

Melakukan gaya hidup sehat serta jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan alat genital.

Konsultasi Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: