infeksi-fournier-gangrene

Infeksi Fournier Gangrene Berbahaya, Ini Penyebabnya

Fournier Gangrene adalah infeksi bakteri serius dan agresif yang menyerang jaringan di sekitar kelamin, perineum (area antara kelamin dan anus), hingga anus.

Penyakit ini berkembang sangat cepat dan dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Meski tergolong jarang, Fournier Gangrene merupakan kondisi darurat medis yang sering kali berawal dari keluhan ringan, seperti nyeri atau pembengkakan pada area kelamin.

Apa Itu Fournier Gangrene?

Fournier Gangrene adalah jenis necrotizing fasciitis, yaitu infeksi jaringan lunak yang menyebabkan kematian jaringan (nekrosis).

Penyakit ini umumnya terjadi akibat kombinasi beberapa bakteri yang bekerja secara bersamaan dan menyebar dengan cepat melalui jaringan.

Adapun beberapa jenis bakteri yang jadi penyebabnya seperti:

  • Bakteri aerob: Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Streptococcus.
  • Bakteri anaerob: Bacteroides, Clostridium, Peptostreptococcus.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria, tetapi wanita juga bisa mengalaminya, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu.

Penyebab Fournier Gangrene

fournier-gangrene

Bahkan Fournier Gangrene terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau infeksi pada area genital dan sekitarnya.

Berikut beberapa penyebab umum meliputi:

  • Infeksi saluran kemih.
  • Luka akibat cukur atau trauma.
  • Infeksi setelah tindakan medis.
  • Bisul atau abses di area genital.
  • Luka kecil pada kelamin atau anus.
  • Infeksi dari anus atau saluran pencernaan.

Bakteri kemudian berkembang cepat dan menghasilkan racun yang merusak jaringan tubuh.

Baca juga: Silikonoma pada Penis

Faktor Risiko Fournier Gangrene

Seseorang akan lebih berisiko mengalami Fournier Gangrene jika memiliki kondisi berikut:

  • Obesitas.
  • Perokok aktif.
  • Alkoholisme.
  • Daya tahan tubuh lemah.
  • Diabetes yang tidak terkontrol.
  • Penyakit ginjal atau hati kronis.
  • Riwayat infeksi berulang pada area kelamin.

Misalnya pada penderita diabetes, luka kecil bisa berkembang menjadi infeksi berat tanpa disadari.

Gejala Fournier Gangrene

Kemudian gejala Fournier Gangrene sering berkembang sangat cepat, bahkan dalam hitungan jam hingga hari.

Gejala awal

  • Kulit terasa hangat.
  • Demam dan lemas.
  • Pembengkakan dan kemerahan.
  • Nyeri hebat pada kelamin atau selangkangan.
  • Perubahan warna kelamin (merah, ungu, cokelat, biru keabu-abuan, atau hitam).

Gejala lanjut

  • Keluar cairan atau nanah.
  • Bau busuk dari area yang terinfeksi.
  • Kulit menghitam atau berubah warna.
  • Penurunan kesadaran pada kasus berat.
  • Juga nyeri hebat lalu mati rasa (tanda jaringan mati).

Bahkan lebih parahnya lagi infeksi Fournier gangrene dapat menyebabkan kegagalan organ, infeksi pada darah (sepsis) dan syok septik.

Jadi jika muncul gejala-gejala ini, jangan menunda untuk berkonsultasi ke dokter terdekat.

Mengapa Fournier Gangrene Sangat Berbahaya?

Fournier Gangrene berbahaya karena:

  • Infeksi menyebar sangat cepat.
  • Menyebabkan kematian jaringan permanen.
  • Bisa memicu sepsis (infeksi menyebar ke darah).
  • Berisiko menyebabkan kematian bila terlambat pengobatan.

Sehingga tanpa penanganan cepat, angka kematian akibat infeksi Fournier Gangrene cukup tinggi.

Baca juga: Mengapa Wanita Lebih Beresiko Terkena ISK

Cara Diagnosis Fournier Gangrene

Misalnya ketika dokter akan menegakkan diagnosis bisa melalui:

  • Pemeriksaan darah.
  • Pemeriksaan fisik menyeluruh.
  • Riwayat penyakit dan faktor risiko.
  • USG, CT scan, atau MRI (bila diperlukan).

Namun, dalam banyak kasus, tindakan medis tidak menunggu hasil pemeriksaan lengkap, karena kecepatan penanganan sangat menentukan keselamatan pasien.

Pengobatan Fournier Gangrene

Maka penanganan Fournier Gangrene harus sesegera mungkin, meliputi:

  • Antibiotik dosis tinggi yang pemberiannya melalui infus untuk melawan berbagai jenis bakteri.
  • Pemberian obat-obatan untuk menstabilkan fungsi organ dan tekanan darah.
  • Dokter akan mengangkat jaringan yang mati untuk menghentikan penyebaran infeksi. Operasi bisa lebih dari satu kali.
  • Terapi oksigen hiperbarik (TOHB) yaitu menghirup oksigen murni dalam ruangan yang bertekanan tinggi untuk meningkatkan kadar oksigen dalam jaringan.
  • Pasien sering membutuhkan perawatan di ICU untuk pemantauan ketat.
  • Setelah infeksi terkontrol, tindakan bedah rekonstruktif untuk memperbaiki jaringan.

Apakah Fournier Gangrene Bisa Disembuhkan?

Namun masalah Fournier Gangrene bisa sembuh jika penanganan sedini mungkin dan secara tepat. Sedangkan tingkat kesembuhan sangat bergantung pada:

  • Kecepatan diagnosis.
  • Kondisi kesehatan pasien.
  • Luas jaringan yang terinfeksi.

Sehingga semakin cepat pengobatan yang kamu lakukan, semakin besar peluang pasien untuk sembuh.

Pencegahan Fournier Gangrene

Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan antara lain:

  • Mengontrol kadar gula darah.
  • Menjaga kebersihan area kelamin.
  • Menghindari kebiasaan merokok.
  • Segera mengobati luka pada kamaluan.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis atau hubungi dokter jika kamu mengalami:

  • Nyeri hebat pada area kelamin.
  • Luka yang cepat memburuk.
  • Pembengkakan disertai demam.
  • Bau tidak sedap dari area kelamin.

Fournier Gangrene bukan kondisi yang bisa kamu anggap sepela atau bahkan menunda pengobatan.

Kesimpulan

Fournier Gangrene adalah infeksi berbahaya di area kelamin yang berkembang sangat cepat dan dapat mengancam nyawa

Meski berawal dari keluhan ringan, penyakit ini memerlukan penanganan medis darurat.

Mengenali gejala sejak awal dan segera mencari penanaganan medis untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

konsultasi klinik raphael
Konsultasi dokter gratis

Sumber referensi:

Cleveland Clinic. “Fournier’s Gangrene”. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22025-fourniers-gangrene. Accessed on February 12, 2026.

Similar Posts