Suppositoria Vagina
Cara Menggunakan Suppositoria Vagina dengan Benar
1 Maret 2023
Infeksi-saluran-kemih
Faktor Resiko Infeksi Saluran Kemih yang Sering Diabaikan
15 Maret 2023

Adanya penyakit pada sistem reproduksi dapat menyerang pria ataupun wanita. Penyakit ini terjadi karena dapat disebabkan oleh adanya infeksi, peradangan, gangguan pada hormon, kelainan genetik, bahkan juga kanker. Penyakit yang menyerang sistem reproduksi tentunya berpeluang tinggi untuk menyebabkan terjadinya masalah pada kesuburan.

Sistem reproduksi pria dan wanita tentunya memiliki struktur dan fungsi yang berbeda. Meskipun begitu, keduanya tentu memiliki fungsi untuk adanya pembuahan sel telur oleh sperma yang nantinya akan menjadi kehamilan.

Penyakit pada sistem reproduksi wanita

Perlu diketahui bahwa sistem reproduksi wanita sendiri terdiri dari organ luar dan juga dalam. Organ reproduksi wanita bagian dalam meliputi vagina, rahim, saluran telur (tuba fallopi) ddan juga indung telur (ovarium). Sementara itu, organ reproduksi wanita bagian luar terdiri dari vulva, kelenjar bartholin dan juga klitoris.

Berikut ini beberapa penyakit pada sistem reproduksi wanita yang sering terjadi, antara lain:

Endometriosis

Endometriosis merupakan salah satu penyakit yang ada pada sistem reproduksi wanita. Penyakit ini terjadi ketika adanya jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh ditempat lain di dalam tubuh.

Jaringan tersebut dapat saja tumbuh di ovarium, bagian belakang rahim, usus atau bahkan juga di kandung kemih. Jaringan yang tidak pada tempatnya ini akan menyebabkan nyeri haid yang hebat, pendarahan menstruasi yang deras, nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia) dan juga dapat sulit hamil.

Radang panggul

Penyakit radang panggul ini diakibatkan oleh adanya bakteri penyebab infeksi yang masuk kedalam panggul melalui vagina atau leher rahim. Salah satu penyebab terjadinya radang panggul yang paling umum ialah adanya penyakit menular seksual, seperti klamidia atau gonore (kencing nanah).

Jika tidak diobati dengan benar dan juga tepat, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri panggul dalam jangka panjang, tersumbatnya saluran telur, infertilitas dan juga kehamilan ektopik.

PCOS

Polycystic ovarian syndrome atau sindorm ovarium polikistik merupakan kondisi yang memengaruhi kadar hormon wanita. Wanita yang menderita penyakit ini umumnya akan menghasilkan hormon seks androgen dalam jumlah yang lebih banyak. Akibat dari kondisi ini, yaitu penderita akan mengalami sulit hamil, serta juga menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak menstruasi sama sekali.

Beberapa gejala PCOS adalah sebagai berikut:

  • Infertilitas
  • Ketidaknyamanan panggul
  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan pada wajah, dada, perut, jempol kaki, atau jari kaki
  • Kebotakan dan penipisan rambut
  • Munculnya jerawat, kulit berminyak, atau ketombe
  • Muncul bercak-bercak kulit coklat tua atau hitam yang menebal

Disfungsi seksual pada wanita

Meskipun disfungsi seksual ini bukan penyakit pada sistem reproduksi wanita, terjadi ketika seseorang tidak dirangsang selama hubungan seksual. Penyakit ini menyebabkan gairah seksual menurun, sulit terangsang, anorgasmia, dan nyeri saat berhubungan seksual.

Disfungsi seksual wanita adalah gangguan seksual yang sering menyebabkan depresi pada wanita. Gangguan ini biasanya diklasifikasikan menjadi empat jenis:

  • Gangguan nafsu (tidak bergairah)
  • Disfungsi stimulasi (tubuh tidak dapat merespons rangsangan seksual)
  • Masalah orgasme
  • Gangguan nyeri yang terjadi saat berhubungan seks

Fibroid rahim

Miom atau fibroid rahim yaitu tumor jinak yang tumbuh di rahim. Tumor pada miom terbentuk pada jaringan otot rahim. Penyakit pada sistem reproduksi wanita sering menyerang wanita ketika di usia produktif.

Gejala yang timbul dapat berupa perdarahan dari vagina diluar masa haid, adanya nyeri panggul, kram atau nyeri pada perut, nyeri punggung, sering merasa ingin buang air kecil serta juga adanya nyeri saat berhubungan seksual.

Penyebab tumor fibroid rahim non-kanker tidak diketahui. Namun, ada beberapa gejala mioma uteri yang harus diwaspadai, yaitu sebagai berikut:

  • Menstruasi yang berat atau menyakitkan
  • Perut bagian bawah terasa penuh
  • Buang air kecil secara lebih sering
  • Ketidaknyamanan saat berhubungan
  • Nyeri punggung di punggung bawah
  • Infertilitas
  • Keguguran secara berulang
  • Lahir prematur

Fibroid rahim tidak menimbulkan gejala pada beberapa wanita, sehingga Anda dapat melakukan pemeriksaan rutin di layanan kesehatan.

Kanker pada organ reproduksi wanita

Kanker pada organ reproduksi wanita biasanya dikenal dengan istilah kanker ginekologi. Beberapa jenis jenis kanker ginekologi yaitu seperti kanker rahim, kanker mulut rahim, kanker ovarium dan juga kanker vagina.

  • Kanker serviks. Perubahan sel serviks (displasia) atau sel abnormal tumbuh di jaringan serviks dan menyebar ke serviks.
  • Kanker ovarium. Gejala kanker ovarium termasuk sembelit, nyeri panggul, penurunan berat badan, dan perut kembung. Itu dimulai di ovarium dan dapat menyebar ke panggul dan perut.
  • Kanker rahim. Merupakan kanker yang berkembang pada otot rahim atau jaringan yang menopang rahim.
  • Kanker vagina. Tanda awal kanker vagina dapat berupa perdarahan dan keputihan di luar menstruasi, benjolan di vagina, nyeri saat buang air kecil, dan sembelit.
  • Kanker vulva. Gejala kanker vulva mirip dengan gejala kanker vagina, seperti benjolan vulva, perdarahan di luar haid, nyeri di area vulva, dan gatal di area vulva.

Selain dari penyakit pada sistem reproduksi yang telah dijelaskan diatas, baik itu pria ataupun wanita keduanya bisa terkena penyakit menular seksual, seperti herpes genital, sifilis (raja singa), bahkan HIV/AIDS. Penyakit ini dapat ditularkan dari setu orang ke orang lain melalui adanya hubungan seksual.

Bagaimana cara mencegahnya

Mengingat akibat gangguan reproduksi bisa berakibat fatal pada wanita, Sobat Raphael harus terus memantau kesehatan organ reproduksinya. Jaga kesehatan dan selalu peka terhadap gejala-gejala yang sebelumnya tidak ada.

Berikut adalah beberapa saran untuk mencegah masalah pada sistem reproduksi wanita:

Jaga Kebersihan

Selalu bersihkan organ intim Anda, terutama setelah buang air besar. Mencuci vagina dengan air bersih dari depan ke belakang adalah cara terbaik untuk membersihkannya setelah buang air kecil.

Setelah itu, bersihkan vagina dengan tisu sekali pakai untuk mengeringkannya. Selain itu, area vagina tetap bersih dan kering. Sobat Raphael bisa mengganti celana dalamnya secara rutin.

Konsumsi Makanan Bergizi

Sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan tinggi protein, lemak sehat, antioksidan, serat, vitamin, dan mineral.

Tomat, ikan tongkol, dan ikan kembung merupakan contoh makanan yang sangat baik untuk organ reproduksi karena kandungan gizinya yang tinggi. Namun, jika Sobat Raphael memiliki makanan favorit lain yang juga tinggi nutrisi, tidak apa-apa untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi tersebut.

Hindari Seks Berbahaya

Penyakit reproduksi juga lebih mungkin terjadi akibat bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual. Berhubungan seks dengan banyak pasangan meningkatkan risiko terkena lebih banyak bakteri yang dapat ditularkan selama hubungan seksual. Oleh karenanya sangat disarankan untuk berhubungan hanya dengan pasangan yang sah saja ya moms.

Penyakit pada sistem reproduksi, baik itu pada pria ataupun wanita dapat menyebabkan terjadinya kemandulan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatan organ reproduksi dengan melakukan perilaku seks yang aman dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter kelamin.

Apabila mengalami keluhan-keluhan pada sistem reproduksi, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan langsung ke dokter, guna untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Balanitis
Balanitis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan pelayanan terbaik

X
konsultasi dokter
klinik kelamin cikarang