silikonoma-pada-penis

Silikonoma pada Penis: Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Silikonoma pada penis adalah kondisi serius yang masih sering terjadi akibat suntik silikon cair atau bahan pengisi ilegal pada area kelamin.

Banyak pria tergiur janji penis lebih besar dan tahan lama, tanpa menyadari risiko kesehatan jangka panjang yang bisa muncul.

Sayangnya, silikon bukan bahan medis yang aman untuk disuntikkan ke penis. Ketika silikon masuk ke jaringan tubuh, sistem imun akan bereaksi dan membentuk benjolan keras atau silikonoma.

Proses Terjadinya Silikonoma pada Penis

Silikonoma pada penis tidak terjadi secara instan. Kondisi ini berkembang bertahap setelah silikon cair atau bahan sejenis disuntikkan ke jaringan penis.

Berikut penjelasan prosesnya dari awal hingga muncul komplikasi:

Penyuntikan silikon cair ke jaringan penis

Proses silikonoma awalnya terjadi ketika silikon cair yang telah masuk melalui suntikkan ke bawah kulit penis, biasanya untuk tujuan pembesaran atau memperbaiki bentuk.

Pada penis, silikon tidak dapat diserap atau dikeluarkan secara alami, sehingga tubuh menganggapnya sebagai benda asing.

Silikon juga hanya “mengendap” dalam jaringan tanpa langsung menimbulkan keluhan berat.

Akibatnya, muncul benjolan, pengerasan jaringan, hingga kerusakan bentuk penis yang bersifat permanen dan rusaknya fungsi seksual apabila tidak segera mengatasinya dengan tepat.

Tubuh menganggap silikon sebagai benda asing

Setelah silikon masuk, sistem imun tubuh akan mengenalinya sebagai zat asing yang berbahaya.

Karena silikon tidak bisa hancur atau keluar, tubuh mencoba “mengisolasi” zat tersebut.

Kemudian setelah beberapa bulan atau tahun, sel-sel imun berkumpul dekat silikon dan menyebabkan peradangan penis dan membentuk reaksi granulomatosa.

Pembentukan granuloma (silikonoma)

Juga sebagai mekanisme pertahanan, tubuh membungkus silikon dengan jaringan keras atau granuloma. Kumpulan granuloma inilah yang dikenal sebagai silikonoma.

Bahkan pada penis, kondisi ini menyebabkan:

  • Benjolan keras tidak merata.
  • Penis terasa kaku saat disentuh.
  • Jaringan penis kehilangan elastisitas.

Silikonoma tidak memiliki batas yang jelas, sehingga sering menyebar ke jaringan sekitar.

Menyebar ke area sekitar

Perlu mengetahui bahwa silikon cair dapat berpindah (migrasi) dari lokasi awal suntikan ke:

  • Skrotum
  • Pangkal penis
  • Area selangkangan

Perpindahan ini dapat memperparah kondisi karena meluasnya area yang terdampak, infeksi semakin meningkat, mempengaruhi bentuk penis dan resiko peradangan.

Peradangan dan kerusakan jaringan

Seiring waktu, peradangan terus berlangsung dan menyebabkan:

  • Penebalan kulit penis.
  • Gangguan aliran darah.
  • Jaringan menjadi keras dan rapuh.

Pada tahap lanjut, silikonoma dapat menyebabkan jaringan penis mengalami luka terbuka, infeksi berulang dan kerusakan jaringan (nekrosis).

Inilah alasan silikonoma dianggap kondisi medis serius, bukan sekedar efek samping ringan.

Penyebab Silikonoma Penis

Berikut beberapa penyebab utama silikonoma pada penis antara lain:

  • Suntik silikon cair untuk pembesaran penis.
  • Prosedur pembesaran ilegal oleh non-medis.
  • Migrasi silikon ke jaringan sekitar penis dan skrotum.
  • Penggunaan bahan filler tidak steril dan tidak terstandarisasi.

Banyak kasus terjadi bertahun-tahun setelah penyuntikan, sehingga penderitanya sering tidak menyadari penyebab awal keluhan.

Baca juga: Cara memperbesar penis

Gejala Silikonoma pada Penis

Kemudian ketika muncul reaksi penolakan berupa peradangan terhadap silikon atau cairan asing. Munculnya reaksi atau gejala ini setelah beberapa bulan atau tahun sejak melakukan injeksi silikon cair pada penis.

Gejala silikonoma bisa muncul secara perlahan dan semakin memburuk dari waktu ke waktu, antara lain:

  • Benjolan keras di batang penis.
  • Pembengkakan atau peradangan.
  • Disfungsi ereksi pada kasus berat.
  • Penis terasa kaku dan tidak elastis.
  • Kulit penis menebal atau menghitam.
  • Perubahan bentuk penis (tidak simetris).
  • Nyeri saat ereksi atau berhubungan intim.
  • Luka, infeksi, hingga keluar cairan bernanah.

Jika tidak segera mengobatinya, silikonoma dapat menyebabkan kerusakan jaringan permanen.

Bahaya Silikonoma Jika Dibiarkan

Penyakit silikonoma bukan sekadar masalah estetika, namun kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi serius seperti:

  • Infeksi kronis dan abses.
  • Gangguan fungsi seksual.
  • Jaringan penis mati (nekrosis).
  • Luka terbuka yang sulit sembuh.
  • Risiko amputasi sebagian jaringan penis.

Semakin lama kamu biarkan gejalanya, maka pengobatannya akan semakin kompleks.

Cara Mengatasi Silikonoma pada Penis

Hingga saat ini, tidak ada obat yang dapat melarutkan silikon dalam tubuh dan penanganan silikonoma bergantung pada tingkat keparahan seperti:

Pemeriksaan medis menyeluruh

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan, bila perlu, USG atau pemeriksaan penunjang lainnya.

Terapi obat (kasus ringan)

Bertujuan untuk mengurangi peradangan atau infeksi dan bukan untuk menghilangkan silikon.

Tindakan operasi

Pada kasus sedang hingga berat, operasi pengangkatan silikon dan jaringan yang rusak menjadi satu-satunya solusi efektif.

Penanganan harus dilakukan oleh dokter berpengalaman, karena prosedurnya memerlukan ketelitian tinggi untuk menjaga fungsi dan bentuk penis.

Apakah Silikonoma Bisa Sembuh Total?

Silikonoma bisa sembuh, tetapi hasilnya sangat bergantung pada:

  • Kondisi jaringan penis.
  • Luas penyebaran silicon.
  • Seberapa cepat pasien berobat.

Semakin cepat melakukan penanganan, maka semakin besar peluang pemulihan yang optimal.

Pencegahan Silikonoma Penis

Berikut langkah terbaik adalah tidak melakukan suntik silikon cair atau filler ilegal pada penis. Jika ingin perbaikan fungsi atau estetika kelamin, pastikan:

  • Konsultasi dengan dokter.
  • Prosedur dilakukan di fasilitas medis resmi.
  • Menghindari tindakan instan tanpa dasar medis.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan kesehatan jika kamu mengalami beberapa gejala berikut:

  • Nyeri atau perubahan bentuk penis.
  • Luka yang tidak kunjung sembuh.
  • Benjolan pada penis setelah suntik silikon.

Kesimpulan

Silikonoma pada penis merupakan kondisi serius yang terjadi akibat penyuntikan silikon cair atau bahan pengisi ilegal ke jaringan penis. Karena tubuh tidak dapat menyerap silikon, zat ini sebagai benda asing sehingga memicu reaksi peradangan kronis.

Seiring waktu, tubuh membentuk granuloma atau benjolan keras (silikonoma) yang dapat menyebar, merusak jaringan, mengubah bentuk penis, dan mengganggu fungsi seksual.

Kondisi ini tidak bisa sembuh dengan sendirinya maupun dengan obat-obatan, karena silikon tidak dapat larut atau keluar secara alami.

Jika biarkan, karena silikonoma berisiko menimbulkan infeksi berulang, luka kronis, hingga kerusakan jaringan permanen.

Oleh karena itu, penanganan medis sedini mungkin sangat penting, dan pada banyak kasus, tindakan operasi menjadi satu-satunya solusi efektif.

Kesimpulannya, pencegahan adalah langkah terbaik dengan menghindari suntik silikon atau prosedur pembesaran penis ilegal. Bila sudah terlanjur terjadi, segera konsultasi ke Klinik Raphael agar komplikasi dapat dicegah dan fungsi penis tetap terjaga.

konsultasi klinik raphael
Konsultasi dokter gratis

Sumber referensi:

International Journal of Scientific Advances (IJSCIA). “Penile Siliconoma: Case Repor”. https://www.ijscia.com/penile-siliconoma-case-report/. Accessed on February 4, 2026.

Similar Posts