Cara Mengatasi Kencing Sakit pada Pria & Wanita
Kencing sakit pada pria dan wanita menjadi keluhan yang cukup sering dialami.
Sensasinya bisa bermacam-macam, mulai dari perih, panas, pedih, hingga nyeri seperti terbakar.
Apa kamu juga pernah merasakan nyeri, perih, atau sensasi terbakar saat buang air kecil?
Meski terlihat sepele, kencing sakit bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada saluran kemih atau bahkan penyakit menular seksual (IMS).
Meski begitu, banyak orang memilih menahan atau mengabaikannya sampai keluhan makin parah.
Daftar Isi
- 1 Apa Itu Kencing Sakit?
- 2 Penyebab Kencing Sakit
- 3 Kencing Sakit pada Pria
- 4 Kencing Sakit pada Wanita
- 5 Kencing Sakit Gejala Penyakit Apa?
- 6 Efek Jika Kencing Sakit Tidak Diobati
- 7 Diagnosis Kencing Sakit
- 8 Cara Mengatasi Kencing Sakit
- 9 Kencing Sakit Apakah Bisa Sembuh Sendiri?
- 10 Kencing Sakit Harus Berobat ke Dokter Apa?
- 11 Pencegahan Agar Kencing Tidak Sakit Lagi
- 12 Penutup
Apa Itu Kencing Sakit?
Kencing sakit adalah kondisi ketika seseorang merasakan nyeri, perih, panas, atau tidak nyaman saat buang air kecil.
Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai disuria. Rasa sakit bisa muncul di awal, saat, atau setelah kencing juga tergantung penyebabnya.
Rasa sakit saat kencing biasanya muncul karena peradangan, infeksi, atau iritasi pada saluran kemih. Saat jaringan area tersebut meradang, aliran urine akan memicu rasa nyeri.
Faktor pemicunya bisa beragam, mulai dari infeksi bakteri, batu saluran kemih, hingga iritasi akibat kebersihan yang kurang tepat.
Penyebab Kencing Sakit
Selanjutnya berikut beberapa penyebab kencing sakit yang umum antara lain:
- Kurang minum air putih.
- Infeksi saluran kemih (ISK).
- Peradangan prostat (pada pria).
- Luka atau iritasi pada area kelamin.
- Batu ginjal atau batu kandung kemih.
- Iritasi akibat sabun atau cairan pembersih tertentu.
- Infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia.
Kencing Sakit pada Pria
Kencing terasa sakit pada pria, penyebab kencing sakit sering berkaitan dengan:
- Sistitis interstisial.
- Penyempitan uretra.
- Uretritis (radang saluran kencing).
- Prostatitis (radang prostat).
- Infeksi menular seksual (gonore dan klamidia).
Contohnya gejala yang menyertai bisa berupa nyeri pada ujung penis, keluar cairan tidak normal, atau munucl rasa sakit pada area selangkangan.
Kencing Sakit pada Wanita
Wanita lebih rentan mengalami kencing sakit karena saluran kencingnya lebih pendek, adapun penyebab umumnya meliputi:
- Kehamilan.
- Endometritis,
- Perubahan hormon.
- Saluran kemih terinfeksi.
- Vagina atau serviks juga terinfeksi.
- Batu kandung kemih atau batu ginjal.
- Robekan, luka, atau goresan pada vagina.
- Iritasi akibat sabun pembersih area kewanitaan.
- Infeksi menular seksual (herpes, gonore dan klamidia).
- Kebersihan area kewanitaan yang kurang tepat.
Kencing sakit pada wanita sering terkait dengan anyang-anyangan, bau urine menyengat, dan nyeri perut bawah.
Kencing Sakit Gejala Penyakit Apa?
Sementara itu sakit saat kencing bisa menjadi gejala dari beberapa penyakit, seperti:
- Batu ginjal.
- Herpes genital.
- Saluran kemih terinfeksi (ISK).
- Gonore dan klamidia.
- Diabetes (tidak langsung, tapi meningkatkan risiko ISK).
Karena itu, penting untuk tidak langsung menebak penyebabnya tanpa pemeriksaan medis.
Efek Jika Kencing Sakit Tidak Diobati
Misalnya gejala kencing sakit ini kamu biarkan, kencing sakit bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti:
- Kerusakan ginjal.
- Penyakit menyebar ke ginjal.
- Nyeri kronis pada saluran kemih.
- Gangguan kesuburan (jika penyebabnya IMS).
- Kualitas hidup menurun karena rasa tidak nyaman berkepanjangan.
Diagnosis Kencing Sakit
Untuk mengetahui penyebab pastinya, dokter biasanya melakukan beberapa tes seperti:
- Urine.
- Darah (jika perlu).
- Penyakit menular seksual.
- Wawancara medis (riwayat keluhan dan aktivitas seksual).
- USG atau pemeriksaan lanjutan bila kemungkinan batu atau kelainan lain.
Cara Mengatasi Kencing Sakit
Penanganan awal
Pertama beberapa langkah awal yang bisa kamu lakukan untuk membantu mengatasi kencing sakit ini seperti:
- Perbanyak minum air putih.
- Jangan menahan buang air kecil.
- Hindari minuman berkafein dan beralkohol.
- Jaga kebersihan area kelamin.
- Hindari penggunaan sabun berpewangi pada area sensitif.
Jadi langkah ini hanya membantu meringankan, bukan menyembuhkan penyebab utama.
Pengobatan medis
Pengobatan sakit kencing ini tergantung apa yag jadi penyebabnya, misal:
- Obat pereda nyeri.
- Obat khusus IMS.
- Antibiotik untuk infeksi bakteri.
- Terapi untuk batu saluran kemih.
Penting untuk menghabiskan obat sesuai anjuran dokter, meski keluhan sudah membaik.
Kencing Sakit Apakah Bisa Sembuh Sendiri?
Contohnya dalam beberapa kasus ringan, kencing sakit bisa mereda dengan sendirinya. Namun, jika penyebabnya akibat infeksi atau IMS, kondisi ini hampir tidak bisa sembuh tanpa pengobatan medis.
Karena menunda pengobatan justru meningkatkan risiko komplikasi.
Contoh kasus jika sakit kencing sampai mengeluarkan cairan tidak biasa seperti nanah maka perlu kamu perhatikan untuk pengobatannya tidak disarankan melakukannya sendirian tanpa saran dari dokter.
Karena jika kurang tepat dalam mengobatinya akan lebih sulit dokter mengobatinya jika kemudian hari gejalanya muncul kembali.
Kencing Sakit Harus Berobat ke Dokter Apa?
Kemudian dalam membantu mengatasi masalah kencing sakit ini, kamu bisa berkonsultasi ke dokter:
- Umum
- Urulogi
- Penyakit dalam
- Kulit dan kelamin (jika IMS)
Semakin cepat kamu melakukan periksaan, maka semakin besar peluang sembuh tanpa komplikasi.
Pencegahan Agar Kencing Tidak Sakit Lagi
Misalnya beberapa cara mencegah kencing sakit:
- Minum air putih cukup setiap hari.
- Jaga kebersihan organ intim.
- Buang air kecil setelah berhubungan seksual.
- Gunakan pengaman saat berhubungan intim.
- Jangan menunda buang air kecil.
- Rutin cek kesehatan jika aktif secara seksual.
Kencing sakit bukan sekadar keluhan ringan, tetapi bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius. Baik pada pria maupun wanita, kondisi ini perlu diperhatikan dan ditangani dengan tepat.
Penutup
Sebagai penutup, sakit saat kencing pada pria maupun wanita bukanlah kondisi yang boleh kamu anggap sepele.
Keluhan ini bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran kemih, iritasi, hingga penyakit menular seksual yang membutuhkan penanganan medis.
Meski gejalanya terlihat mirip, penyebab sakit kencing pada pria dan wanita bisa berbeda, sehingga pemeriksaan yang tepat sangat perlu untuk menentukan diagnosis dan pengobatan yang sesuai.
Jika rasa sakit saat buang air kecil terjadi berulang, disertai nyeri hebat, kencing berdarah, keluar cairan tidak normal, atau disertai demam, segera konsultasikan ke Klinik Raphael.
Penanganan sejak dini tidak hanya membantu meredakan keluhan, tetapi juga mencegah komplikasi yang lebih serius.
Menjaga kebersihan area intim, mencukupi kebutuhan cairan, serta menerapkan perilaku seksual yang aman merupakan langkah penting untuk mencegah sakit kencing di kemudian hari.
Jangan ragu untuk berkonsultasi ke tenaga medis agar mengetahui penyebabnya dan mengobatinya dengan tuntas.
Sumber referensi:
Norton Healthcare. “Painful urination (dysuria)”. https://nortonhealthcare.com/patient-resources/norton-now/painful-urination/. Accessed on January 28, 2026.
Health Partners. “Why does it hurt when I pee? Common reasons for burning, pain and discomfort when urinating”. https://www.healthpartners.com/blog/why-does-it-hurt-to-pee/. Accessed on January 28, 2026.







