Jenis Virus Herpes yang Biasa Menyerang Manusia

Mencukur Bulu Kemaluan Berikut Hal yang Perlu Diperhatikan
27 September 2022
pengobatan-kutil-kelamin-ampuh
Kenapa Kutil Kelamin Bisa Tumbuh Lagi?
11 Oktober 2022

Jenis virus herpes yang biasa menginfeksi dan umum terjadi pada manusia. Virus herpes merupakan kelompok virus  yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Infeksi virus herpes ini umumnya ditandai dengan kulit yang kering, luka lepuh ataupun luka terbuka yang berair.

HSV atau Herpes Simplex Virus dan Varicella zoster Virus (VZ) merupakan jenis virus herpes yang paling umum menyerang manusia. Virus herpes sendiri dapat menyerang siapa saja, jika adanya riwayat kontak dengan penderita yang terinfeksi virus ini dan daya tahan tubuh sedang lemah maka risiko terinfeksi virus ini akan tinggi.

Terbagi dalam tiga kelompok besar dari virus herpes sendiri, yaitu alpha herpesvirus, beta herpesvirus dan gamma herpevirus. dari 3 kelompok tersebut, ada 8 jenis virus herpes yang dapat menginfeksi manusia, yaitu:

  • Herpes simplex virus 1 (HSV tipe 1)
  • Herpes simplex virus 2 (HSV tipe 2)
  • Epstein-Barr virus (EBV)
  • Varicella-zoster virus (VZV)
  • Cytomegalovirus (CMV)
  • Herpesvirus 6
  • Herpesvirus 7
  • Herpesvirus 8 sarkoma kaposi

Apa penyebab terjadinya penyakit herpes?

Penyebab herpes simpleks ialah infeksi herpes simplex virus (HSV). Penyakit ini biasanya akan menyebabkan luka lepuh atau ruam pada kulit yang disertai adanya rasa nyeri. Apabila kondisi ini tetap dibiarkan, maka dapat menyebabkan komplikasi serius lainnya.

Jenis virus herpes yang paling umum

Meskipun banyak jenis virus herpes yang dapat menyerang dan menginfeksi manusia, akan tetapi kelompok alpha herpesvirus yang paling umum menyebabkan terjadinya infeksi. Berikut beberapa jenis virus dari kelompok ini,  di antaranya:

Herpes Simplex Virus tipe 1

HSV 1 merupakan jenis virus herpes yang sering menyebabkan terjadinya herpes oral (mulut) ataupun herpes labial (bibir). Namun, HSV 1 juga bisa menyebar dari mulut ke alat kelamin yang akan menyebabkan terjadinya herpes kelamin (genital) pada pasangan yang menerima seks oral dari penderita herpes oral.

Herpes ini dapat menyebar melalui kontak langsung dari penderita ke pasangan yang sehat, seperti lewat berciuman, berbagai peralatan makan atau kosmetik bibir. Pada sebagian kasus, herpes ini ditularkan dari penderita yang tidak bergejala. Akan tetapi, risiko penulran akan lebih tinggi apabila terjadi kontak dengan penderita yang terdapat luka terbuka akibat HSV 1.

Herpes Simplex Virus tipe 2

HSV 2 merupakan jenis virus herpes yang sering menyebabkan terjadinya penyakit herpes genital. Infeksi virus ini dapat kambuh dengan frekuensi ke kambuhan yang berbeda-beda pada setiap penderitanya.

Kontak langsung dengan luka pada penderita herpes dapan menularkan virus, seperti saat berhubungan seksual. Pada kasus yang jarang terjadi. Virus herpes ini dapat ditularkan dari ibu kepada bayi ketika proses persalinan.

Varicella-zoster Virus (VZV)

Varicella-zoster merupakan jenis virus yang sering menyebabkan terjadinya cacar air (varicella) dan juga cacar ular (herpes zoster). Cacar air dapat terjadi ketika virus varicella-zoster menginfeksi seseorang untuk pertama kalinya. Sedangkan herpes zoster akan terjadi ketika virus VZV yang tidak aktif dalam tubuh kambuh kembali. Seseorang juga dapat terinfeksi dari penderita herpes zoster.

Virus ini akan menular melalui kontak langsung dengan penderita cacar air. Infeksi virus ini dapat dikenali dengan munculnya bintil di kulit yang berisi cairan (vesikel). Virus ini juga dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan yang ada didalam vesikel atauoun air liur yang keluar ketika penderita bersin atau batuk.

Tanda dan gejala

Infeksi herpes umumnya terjadi dalam beberapa fase. Gejalan yang dapat timbul pada setiap fase dapat berbeda-beda, di antaranya:

Fase Primer

Fase primer terjadi pada hari ke-2 hingga ke-8 setelah terinfeksi virus herpes. Gejala yang akan muncul umumnya ialah ruam lepuh pada kulit yang berukuran kecil dan akan terasa sakit. Ruam lepuh ini umumnya berisi cairan berwarna bening atau keruh. Ruam lepuh dapat saja pecah sehingga akan menimbulkan luka terbuka, area di sekitar ruam lepuh juga berwarna kemerahan.

Fase Laten

Pada fase ini, ruam lepuh dan luka sebelumnya muncul mulai mereda. Akan tetapi, pada fase ini virus sedang berkembang dan menyebar ke saraf di dekat saraf tulang belakang yang ada di bawah kulit.

Fase Peluruhan

Mulai terjadi perkembangan virus pada ujung saraf organ tubuh. Apabila ujung saraf yang terinfeksi terletak pada organ tubuh yang menghasilkan cairan, seperti testis ataupun vagina, maka virus herpes umumnya dapat terkandung dalam cairan tubuih seperti air mani dan juga lendir vagina. Fase ini juga penderita tidak mengeluhkan gejala khusus apapun.

Fase Rekurensi (kemunculan kembali)

Pada fase ini, ruam lepuh di kulit yang terjadi di fase awal dapat muncul kembalu, akan tetapi biasanya tidak separah lepuhan dan juga luka yang sebelumnya. Gejala lain yang dapat timbul pada fase ini adalah gatal, kesemutan dan juga nyeri yang muncul diarea infeksi pada fase awal.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, gejala saat terinfeksi virus herpes dapat bervariasi, tergantung pada fase yang sedang terjadi, jenis virus yang menginfeksi dan juga daya tahan tubuh penderita. Perlu diketahui dan juga diingat bahwa tidak semua penderita herpes mengalami gejala yang sama.

Bahkan bisa saja tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, pada beberapa orang yang terinfeksi, akan muncul gejala seperti demam, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, berkurangnya nafsu makan dan juga terjadi pembengkakan kelenjar getah bening.

Faktor risiko

Perlu diperhatikan bahwa virus herpes dapat menyerang siapa saja, namun infeksi virus ini lebih rentan terjadi pada seseorang yang sering kontak dengan penderita herpes. Untuk jenis virus herpes simplex tipe 1 ataupun tipe 2, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi, di antaranya:

  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, dikarenakan mengonsumsi obat tertentu ataupun menderita HIV/AIDS
  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual

Untuk virus varicella-zoster ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang terinfeksi, diantaranya:

  • Berusia di bawah 12 tahun
  • Adanya riwayat kontak langsung dengan penderita cacar air
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah

Selain dapat menyebabkan cacar air, virus varicella-zoster juga dapat menyebabkan herpes zoster. Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena herpes zoster, yaitu:

  • Berusia lebih dari 60 tahun
  • Riwayat cacar air
  • Mengidap HIV/AIDS ataupun kanker

Kapan harus ke dokter?

Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat. Jika dirasa gejala mulai terasa maka segera hubungi penyedia layanan kesehatan setempat. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui klik gambar dibawah ini.

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal
raphael
raphael
Penulis artikel untuk website klinik raphael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan pelayanan terbaik

X
Konsultasi Dokter Gratis
Konsultasi-Online-Gratis-dengan-Dokter
%d blogger menyukai ini: