Waspada, Komplikasi HIV dan AIDS Bisa Mengancam Nyawa

human-papilloma-virus
Apa yang akan terjadi jika terkena HPV?
17 Oktober 2022
keputihan tidak normal
Kenali Jenis Keputihan Berdasarkan Penyebab dan Teksturnya
31 Oktober 2022
Show all
komplikasi-hiv-dan-aids

Komplikasi HIV dan AIDS ini telah banyak merenggut nyawa orang, tercatat kurang lebih ada 33 juta nyawa masyarakat luas. Dengan data tersebut menjadi ancaman serius bagi kita semua. Karena infeksi HIV ini dapat menyerang siapa saja, terlebih pada orang yang sering berganti pasangan seksual.

HIV (human immunodeficiency virus) merupakan virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan juga menghancurkan sel CD4. Sedangkan AIDS (acquired immune deficiency syndrome ) merupakan stadium akhir dari HIV.

Seperti apa gejala jika terinfeksi HIV/AIDS

Gejala HIV dan AIDS sesuai pada tahap mana orang tersebut terinfeksi.

Tahap Pertama:

  • Tidak menimbulkan gejala apapun selama beberapa tahun kedepan.
  • Penderita akan mengalami flu, beberapa minggu setelah terinfeksi, selama satu hingga dua bulan.
  • Muncul demam, nyeri tenggorokan, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, diare, kelelahan, nyeri otot dan sendi.

Tahap Kedua:

  • Virus akan terus menyebar dan juga merusak sistem kekebalan tubuh.
  • Penularan infeksi sudah dapat dilakukan pengidap kepada orang lain.
  • Berlangsung hingga 10 tahun ataupun lebih.

Tahap Ketiga:

  • Daya tahan tubuh sudah sangat menurun, sehingga mudah sekali sakit, dan akan berlanjut menjadi AIDS.
  • Demam secara terus-menerus lebih dari sepuluh hari.
  • Lebih sering lelah setiap saat.
  • Kesulitan untuk bernapas.
  • Diare berat dan dalam jangka waktu yang cukup lama.
  • Terjadi infeksi jamur pada tenggorokan, mulut dan juga vagina.
  • Hilangnya nafsu makan, sehingga berat badan akan turun drastis.

Komplikasi HIV dan AIDS

Infeksi HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh yang membuat penderita lebih mungkin untuk mengembangkan banyak infeksi dan jenis kanker tertentu. Komplikasi HIV dan AIDS yang bisa terjadi yaitu:

Pneumocystis Pneumonia (PCP)

Komplikasi HIV/AIDS dapat menyebabkan penderitanya mengalami PCP. Penyakit yang disebabkan oleh jamur ini bisa sangat serius. Infeksi jamur PCP dapat menyebabkan komplikasi pneumonia yang parah. PCP masih merupakan penyebab paling umum pneumonia pada orang Amerika dengan infeksi HIV. Komplikasi HIV yang cukup khas adalah kandidiasis.

Kandidiasis

Kandidiasis merupakan komplikasi dari HIV yang bisa menyebabkan peradangan dan dapat memicu pertumbuhan lapisan putih tebal di mulut, lidah, kerongkongan ataupun vagina.

Tuberkulosis

TB ialah infeksi oportunistik umum yang terkait dengan HIV. TB merupakan salah satu penyebab utama kematian di antara orang-orang dengan AIDS di beberapa negara. 

Sitomegalovirus

Sistem kekebalan yang sehat dapat menonaktifkan virus, akan tetapi jika sistem kekebalan melemah, maka virus bisa muncul kembali dan juga menyebabkan kerusakan pada mata, saluran pencernaan, paru-paru atau organ lainnya.

Meningitis kriptokokus

Meningitis merupakan peradangan pada selaput dan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis kriptokokus merupakan infeksi sistem saraf pusat yang terkait dengan HIV, yang disebabkan oleh jamur yang ditemukan di tanah.

Toksoplasmosis

Penyebabnya yaitu parasit toxoplasma gondi, yang terdapat pada kucing dan disebarkan olehnya. Parasit ini ketika sudah menyebar ke otak akan dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit jantung dan kejang.

Limfoma

Limfoma adalah komplikasi kanker yang umumnya terjadi akibat dari HIV/AIDS. Tanda awal paling umum dari kondisi limfoma ialah pembengkakan pada kelenjar getah bening tanpa rasa sakit di leher, ketiak atau selangkangan.

Sarkoma kaposi

Sarkoma kaposi juga tumor yang sering muncul sebagai komplikasi dari infeksi HIV/AIDS. Sarkoma kaposi dapat memengaruhi organ dalam, termasuk salah satunya saluran pencernaan dan paru-paru.

Kanker terkait HPV 

Kanker yang disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang bisa terjadi pada area anal, mulut dan serviks.

Sindrom wasting 

HIV AIDS yang tidak diobati dapat menyebabkan penurunan berat badan yang derastis, sering disertai dengan diare, kelemahan kronis dan juga demam.

Komplikasi neurologis 

Tanda neurologis yang mungkin muncul akibat penyakit HIV seperti kebingungan, pelupa, depresi, kecemasan dan kesulitan berjalan. Gangguan neurokognitif terkait HIV/AIDS dari gejala ringan perubahan perilaku dan penurunan fungsi mental hingga demensia parah yang bisa menyebabkan kelemahan dan ketidakmampuan untuk berfungsi.

Penyakit ginjal

Nefropati terkait HIV merupakan peradangan pada filter kecil di ginjal yang menghilangkan kelebihan cairan dan limbah dari darah untuk kemudian diteruskan ke urine.

Infeksi parasit pada pencernaan

Parasit juga dapat menginfeksi dan menyerang saluran pencernaan karena sistem kekebalan tubuh memburuk. Cryptosporidiosis dan isosporiasis adalah dua contoh infeksi parasit yang dapat menimbulkan risiko bagi orang dengan HIV/AIDS.

Kedua infeksi ini disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang telah tercemar parasit. Sedangkan protozoa Isospora belli menyebabkan isosporiasis, parasit Cryptosporidium yang menyerang usus menyebabkan kcryptosporidiosis.

Isosporiasis dan cryptosporidiosis keduanya menyebabkan demam, muntah, dan diare. Komplikasi terkait HIV/AIDS dapat menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan pada pasien. Ini karena kemampuan organisme untuk menginfeksi sel-sel lapisan usus kecil, yang mencegah tubuh menyerap nutrisi dengan baik.

Penularan HIV dan AIDS

Perlu Anda sadari bahwa penularan infeksi HIV dan AIDS ini tidak hanya melalui hubungan badan saja. Namun cairan tubuh dari orang yang terinfeksi juga berpotensi dapat menjadi perantara penyebaran infeksinya. Seperti darah, karenanya penularan HIV dan AIDS bisa saja saat sedang melakukan donor darah orang yang sudah terinfeksi.

Penularan HIV/AIDS ini juga dapat terjadi pada bayi yang tertular ketika menyusui dari ibu yang sudah terpapar virus. Jarum suntik yang digunakan secara bergantian juga bisa menjadi perantara virus HIV. Kasus penularan ini sering terjadi pada pengguna narkoba.

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal
raphael
raphael
Penulis artikel untuk website klinik raphael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan pelayanan terbaik

X
Konsultasi Dokter Gratis
Konsultasi-Online-Gratis-dengan-Dokter
%d blogger menyukai ini: