bercak-kuning-di-celana-dalam

Bercak Kuning di Celana Dalam: Normal atau Berbahaya?

Muncul bercak kuning di celana dalam sering kali membuat banyak orang terutama wanita merasa khawatir.

Pertanyaannya, apakah bercak kuning ini normal atau justru tanda gangguan kesehatan?

Pada sebagian kondisi, bercak kuning bisa tergolong normal. Namun, dalam situasi tertentu, bercak ini dapat menjadi sinyal awal infeksi atau masalah pada organ intim.

Karena itu, penting bagi kamu untuk memahami penyebab dan ciri-cirinya agar dapat membedakan mana yang normal dan mana yang harus memerlukan pemeriksaan dengan dokter.

Apa itu Bercak Kuning di Celana Dalam?

Bercak kuning pada celana dalam umumnya berasal dari:

  • Sisa urine.
  • Cairan vagina (keputihan).
  • Infeksi pada area kewanitaan.
  • Reaksi cairan tubuh dengan udara atau kain.

Warna bercak bisa bervariasi, mulai dari kuning pucat hingga kuning pekat, tergantung apa penyebabnya.

Penyebab Bercak Kuning di Celana Dalam

Penyebab muncul bercak pada celana dalam bisa karena berbagai alasan mulai dari yang normal atau bahkan akibat adanya infeksi.

Infeksi menular seksual (IMS)

Beberapa infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore dapat menyebabkan bercak kuning pada celana dalam, biasanya muncul juga gejala lain seperti:

  • Bau tidak sedap.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Nyeri panggul atau perut bawah.

Kondisi ini tidak boleh kamu abaikan karena jika penyebabnya akibat tertular IMS maka harus melakukan pemeriksaan dan pengobatan dengan dokter.

Jangan Kamu mencari obat gonore di apotek sendiri tanpa resep atau dampingan dari dokter.

Tidak sedikit pula pasien yang berobat dengan Klinik Raphael mereka menjelaskan kalau ada bercak merah pada celana dalamnya.

Ada juga muncul dengan gejala lain seperti nyeri saat buang air kecil dan terasa panas.

Sebagian besar gejala ini muncul karena infeksi menular seksual (IMS) yaitu kencing naah atau gonore yang penyebabnya akibat infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Keputihan normal

Keputihan normal sebenarnya berwarna bening atau putih susu. Namun, saat mengering dan terkena udara, cairan ini bisa meninggalkan noda kuning muda pada celana dalam.

Berikut beberapa cirinya:

  • Tidak gatal atau nyeri.
  • Tidak berbau menyengat.
  • Jumlahnya tidak berlebihan.

Kondisi ini masih tergolong normal.

Perubahan hormon

Selanjutnya bercak pada celana dalam bisa terjadi karena perubahan hormon dengan ciri-ciri:

  • Masa subur.
  • Penggunaan KB hormonal.
  • Menjelang atau setelah haid.

Itu semua dapat mempengaruhi warna cairan vagina dan bisa menjadi penyebab muncul bercak kekuningan di celana dalam.

Sisa urine

Kadang bercak kuning bukan berasal dari vagina, melainkan sisa urine yang menempel pada pakaian dalam, terutama jika:

  • Urine berwarna lebih pekat karena kurang minum.
  • Kurang mengeringkan area genital setelah buang air kecil.

Infeksi jamur

Kemudian ada infeksi jamur yang biasanya menimbulkan keputihan:

  • Putih kekuningan.
  • Muncul juga gatal dan perih.
  • Tekstur kental seperti susu basi

Jika bercak kuning muncul bersama keluhan ini, perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis dapat terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri pada vagina dengan ciri khasnya:

  • Bau amis menyengat.
  • Keputihan kuning keabu-abuan.
  • Jumlah cairan lebih banyak dari biasanya.

Iritasi atau kebersihan area intim

Kondisi ini bisa terjadi akibat efek dari penggunaan:

  • Pantyliner terlalu lama.
  • Sabun kewanitaan berpewangi.
  • Celana dalam ketat dan lembap.

Sehingga dapat memicu iritasi dan perubahan warna cairan vagina.

Kapan Bercak Kuning di Celana Dalam Perlu Kamu waspadai?

Segera konsultasi ke dokter jika bercak kuning muncul dengan gejala lain seperti:

  • Gatal, perih, atau nyeri.
  • Nyeri saat berhubungan intim.
  • Bau menyengat atau tidak sedap.
  • Cairan berbusa atau menggumpal.
  • Warna kuning pekat hingga kehijauan.

Gejala tersebut bisa menandakan infeksi yang membutuhkan penanganan medis dengan segera agar mencegah keadaan yang semakin serius.

Cara Mengatasi dan Mencegah Bercak Kuning

Beberapa langkah awal yang bisa kamu lakukan jika masalah ini muncul yaitu:

  • Minum air putih yang cukup.
  • Hindari sabun berpewangi berlebihan.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun.
  • Ganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
  • Jaga kebersihan area kewanitaan dengan air bersih.

Jika penyebabnya karena infeksi, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai, seperti antibiotik atau antijamur.

Pentingnya Pemeriksaan Medis

Bercak atau cairan kuning yang kamu biarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan:

  • Infeksi berulang.
  • Risiko penularan ke pasangan.
  • Komplikasi pada organ reproduksi.
  • Gangguan kenyamanan sehari-hari.

Pemeriksaan sejak awal kemunculan gejala membantu memastikan penyebabnya dan mencegah masalah yang lebih serius.

Kesimpulan

Bercak kuning di celana dalam bisa menjadi kondisi yang normal, terutama jika berasal dari keputihan normal atau sisa urine.

Namun, jika disertai bau menyengat, gatal, nyeri, atau perubahan warna yang mencolok, kondisi ini perlu kamu waspadai.

Mengenali penyebabnya sejak awal adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan organ intim.

konsultasi klinik raphael
Konsultasi dokter gratis

Similar Posts