Bahaya Komplikasi Akibat Pielonefritis
12 Oktober 2020
Penyebab, Gejala dan Pengobatan Endometriosis
16 Oktober 2020
Show all

Ketahui Gejala dan Pengobatan Vaginosis Bakterialis

vaginosis bakterialis
ilustrasi

Vaginosis bakterialis adalah infeksi vagina yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan flora normal di dalam vagina. Umumnya, tubuh memiliki bakteri baik yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi. Namun, pada penderita vaginosis bakterialis, jumlah bakteri baik di dalam vagina berkurang sehingga tidak mampu melawan infeksi.

Penyebab Vaginosis Bakterialis

Penyebab vaginosis bakterialis adalah adanya pertumbuhan berlebih dari bakteri tertentu, sehingga mengganggu keseimbangan alami bakteri di dalam vagina. Ada dua jenis bakteri di dalam vagina, yaitu :

  1. Bakteri baik

Bakteri baik merupakan bakteri Lactobacillus yang berfungsi membatasi pertumbuhan bakteri jahat dengan menjaga pH normal atau tingkat keasaman vagina. Bakteri ini mendominasi jumlah bakteri di dalam vagina, yaitu sekitar 95%.

  • Bakteri jahat

Bakteri jahatyaitu bakteri anaerob. Ketika jumlah bakteri baik menurun, pertumbuhan bakteri anaerob akan berlebih sehingga menyebabkan vaginosis bakterialis.

Adapun Penyebab ketidakseimbangan jumlah bakteri di vagina yaitu:

  • Reaksi terhadap antibiotik
  • Alat intrauterine
  • Seks yang tidak aman
  • Semprotan air

Gejala Vaginosis Bakterialis

Gejala paling umum infeksi bakteri vagina adalah:

  • Terasa gatal dan iritasi di vulva dan vagina
  • Vagina bau (bau semakin parah setelah berhubungan seks)
  • Leukorea (cairan keputihan) sangat sedikit dan biasanya berwarna putih

Gejala lainnya yaitu:

  • Terasa sakit saat berhubungan seks
  • Disuria
  • Kulit di sekitar vulva jadi meradang dan kemerahan

Baca juga tentang : Perhatikan ! Penyebab dan Gejala Penyakit Menular Sifilis

Diagnosis Vaginosis Bakterialis

Langkah awal yang dilakukan untuk mendiagnosis vaginosis bakterialis adalah menanyakan riwayat kesehatan, gaya hidup, dan gejala yang dialami pasien. Selain itu juga, mungkin akan melakukan pemeriksaan lain untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Pemeriksaan vagina. 

Dokter akan memeriksa bagian dalam vagina dengan bantuan alat yang dinamakan spekulum untuk melebarkan liang vagina.

  • Pemeriksaan sampel sekresi vagina. 

Sampel cairan keputihan diambil dengan prosedur usap (swab), kemudian diteliti di laboratorium untuk mendeteksi adanya pertumbuhan bakteri anaerob berlebih di dalam vagina.

Komplikasi Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis biasanya tidak menyebabkan komplikasi. Namun jika dibiarkan tanpa pengobatan, vaginosis bakterialis dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Komplikasi dalam kehamilan. Wanita hamil yang menderita vaginosis bakterialis memiliki risiko kelahiran prematur dan meningkatkan risiko tinggi munculnya infeksi setelah proses persalinan.
  • Penyakit radang panggul. Radang panggul (PID) merupakan jenis penyakit peradangan pada rahim dan saluran indung telur yang dapat menurunkan tingkat kesuburan.
  • Infeksi menular seksual. Vaginosis bakterialis meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual, seperti virus herpes simplex, chlamydia, dan HIV.
  • Infeksi setelah operasi. Vaginosis bakterialis dapat meningkatkan risiko infeksi pasca operasi daerah panggul, seperti histerektomi atau operasi caesar.

Baca juga tentang : Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Pencegahan Vaginosis Bakterialis

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan bakteri tersebut, antara lain:

  1. Jangan menyiram atau membersihkan vagina dengan semprotan air, karena dapat menghilangkan bakteri baik yang melindungi vagina dari infeksi. Jika bakteri ini hilang, maka akan meningkatkan risiko vaginosis bakterialis.
  2. Menurunkan risiko iritasi vagina. Risiko iritasi vagina dapat diturunkan dengan cara hindari penggunaan sabun dengan kandungan pewangi untuk membersihkan bagian luar vagina.
    Gunakan celana dalam berbahan katun dan jangan mencuci celana dalam menggunakan sabun cuci dengan kandungan kimia keras.
    Gunakan pembalut tanpa kandungan pewangi.
  3. Mencegah infeksi menular seksual. Melakukan hubungan seksual yang aman, misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan, atau dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Pengobatan Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis biasanya diobati oleh antibiotik, baik dalam bentuk tablet minum atau tablet yang dimasukkan ke dalam vagina (ovula). Antibiotik dapat membunuh bakteri yang menyebabkan gejala penyakit ini. Dokter akan memberikan antibiotik, jika:

  • Gejala terus berlangsung.
  • Gejala muncul saat kehamilan.
  • Akan menjalani prosedur operasi daerah panggul, seperti histerektomi atau pengangkatan rahim. Pengobatan antibiotik akan menurunkan risiko infeksi serius yang mungkin terjadi pasca operasi.
Konsultasi Online
Konsultasi Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: