7 Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih pada Pria dan Wanita

Cara Mengobati Kencing Nanah Dengan Bawang Putih, Benarkah?
31 Mei 2022
Penyakit Sifilis (Raja Singa) dan Tahapan Gejalanya
15 Juni 2022
cara-menjaga-kesehatan-kandung-kemih

Klinik Raphael – Menjaga kesehatan kandung kemih bagi pria dan wanita merupakan hal yang harus dilakukan dan dirutinkan, karena kandung kemih menjadi organ yang cukup rentan akan penyakit. Saat buang air kecil (BAK) atau biasa kita sebut dengan berkemih merupakan proses mengeluarkan urine melalui uretra keluar tubuh dari kandung kemih. Proses tersebut merupakan salah satu proses sistem perkemihan atau proses sekresi dalam tubuh. Kandung kemih menjadi tempat penampugan urine (air kencing) sementara yang disaring oleh ginjal sebelum dikeluarkan.

Kandung kemih terletak di panggul yang ada dibelakang tulang kemaluan dan mempunyai bentuk seperti kantung. Sebanyak kurang lebih 600 mL urine yang dapat ditampung oleh kandung kemih yang memiliki beberapa lapisan jaringan otot. Ketika volume urine sudah mencapai 400 mL dan akan memicu respon saraf pusat. Lalu otot kandung kemih perlahan berkontraksi sehingga urine akan keluar melalui uretra.

Organ ini cukup rentang terhadap masalah kesehatan atau mudah terpapar berbagai penyakit. Selain itu, penurunan fungsi kandung kemih akan terus berubah seiring bertambahnya usia seseorang. Kesehatan kandung kemih sangatlah penting dan harus dijaga sejak dini. Walaupun tidak semua dapat kontrol secara optimal, setidaknya mulailah menjaga kesehatan kandung kemih dengan hal yang sederhana.

Macam-macam penyakit pada kandung kemih

Ada beberapa macam penyakit yang dapat menyerang kandung kemih dan menyebabkan masalah kesehatan. Berikut beberapa penyakit yang harus Anda wasapadai seperti:

Cystitis atau infeksi saluran kemih

Disebabkan karena infeksi bakteri E.Coli pada bagian atas uretra. Penyakit ini dapat membuat adanya pembengkakan dan kemerahan juga membuat seseorang menjadi lebih sering buang air kecil. Gejala lain dari penyakit cystitis yaitu:

  1. Demam
  2. Adanya darah dalam urine
  3. Urine menjadi bau amis dan lebih keruh
  4. Sakit atau sensasi seperti terbakar saat BAK

Inkontinensia urine

Biasanya banyak terjadi pada orang dengan usia lanjut yang disebabkan oleh melemahnya otot yang menahan urine di kandung kemih. Penyebab lain yaitu karena plolaps kandung kemih. Orang yang mengalami penyakit inkontinensia urin ditandai dengan tidak mampu mengontrol kandung kemih. Urine dapat keluar saat sedang bersin, batuk atau tertawa.

Melansir dari medicalnewstoday yang menjelaskan resiko mengalami inkontinensia lebih rentan menyerang orang dengan:

  1. Obesitas: Menyebabkan tekanan yang berlebih sehingga dapat melemahkan otot dan membuat kebocoran ketika sedang batuk atau bersin.
  2. Merokok: Dapat menyebabkan seseorang mengalami batuk kronis.
  3. Jenis Kelamin: Wanita lebih rentan dibanding pria terlebih ketika ia sudah mempunyai anak.
  4. Usia tua: Otot-otot yang ada pada kandung kemih dan uretra akan melemah dengan bertambahnya usia seseorang.
  5. Beberapa penyakit dan kondisi: Diabetes, penyakit ginjal, cedera tulang belakang, dan penyakit neurologis seperti stroke.
  6. Penyakit prostat: Ketika seseorang telah melakukan operasi prostat akan meningkatkan ia mengalami inkontinensia urine.

Retensi urine

Dimana penyakit ini membuat seseorang kesusahan untuk melakukan BAK atau mengeluarkan urine. Penyebab dari retensi urine ini yaitu:

  1. infeksi
  2. Mempunyai riwayat operasi
  3. Tersumbatnya saluran kemih
  4. Sistem saraf terganggu
  5. Efek dari obat-obatan
  6. Otot kandung kemih mulai melemah

Kencing batu atau batu ginjal (nephrolithiasis)

Dimana terjadi penumpukan sisa zat limbah dalam darah akibat adanya endapan mineral di kandung kemih dan ginjal. Akibat adanya endapan ini sehingga menjadi penyumbat saluran kemih. Adapun gejala yang dapat dirasakan, seperti:

  1. Sakit perut bagian bawah
  2. Sakit ketika buang air kecil (disuria)
  3. Buang air kecil jadi lebih sering
  4. Demam tinggi
  5. Warna air urine menjadi kecoklatan

Kanker kandung kemih

Adanya pertumbuhan yang tidak biasa dari sel-sel di dalam lapisan kandung kemih. Jika dibiarkan, sel kanker akan menyebar ke jaringan yang ada di sekitar kandung kemih atau organ lain seperti hati dan paru-paru. Pria yang mempunyai kebiasaan merokok akan jauh lebih beresiko mengalami kanker kandung kemih.

Kanker kandung kemih dapat menyebabkan gejala seperti:

  1. Lebih sering buang air kecil
  2. Rasa sulit untuk menahan BAK
  3. Sering tiba-tiba muncul rasa ingin BAK
  4. Sakit ketika BAK (disuria)

Cara menjaga kesehatan kandung kemih

Dari kelima jenis penyakit yang dapat menyerang kandung kemih yang sudah dijelaskan secara singkat di atas, maka kita harus lebih meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan kandung kemih. Jika tidak maka beberapa penyakit tersebut akan mudah menyerang Anda dan menyebabkan infeksi saluran kemih.

Berikut sederet cara yang dapat anda lakukan dalam upaya menjaga kesehatan kandung kemih, diantaranya:

Minum air putih yang cukup

Air putih menjadi kebutuhan hidup yang sangat diperlukan oleh tubuh, ketika Anda kurang minum maka membuat tubuh mengalami dehidrasi, urine lebih pekat dan sembelit. Ketika kondisi seperti itu terjadi dalam waktu yang cukup lama, maka akan memicu terjadinya inkontinensia urine. Jangan berlebihan mengkonsumsi kopi, teh serta minuman yang mengandung kafein lainnya. Jika berlebihan maka akan merangsang kandung kemih secara berlebihan dan menyebabkan inkontinensia.

Kebutuhan air dalam tubuh pada setiap orangnya berbeda-beda. Bagi orang dewasa pada tiap harinya disarankan meminum 2 liter air atau sekitar 8 gelas (ukuran 230 ml). Kementrian Kesehatan Indonesia, menerangkan bahwa kebutuhan cairan dalam tubuh tidak hanya didapatkan dari konsumsi air saja, namun juga dapat dari buah dan sayur.

Hindari menahan buang air kecil

Saat Anda berkemih, disitu lah Anda sedang mengeluarkan limbah cair yang disertai bakteri dari tubuh. Sering menahan kencing membuat bakteri tidak terbuang dan kembali ke kandung kemih sehingga menyebabkan infeksi. Jadi ketika dirasa ingin buang air kecil maka segeralah keluarkan urine sampai tuntas sampai tidak ada lagi urine yang keluar. Perlu diperhatikan urine yang masih tersisa pada lubang penis akan memicu infeksi.

Jangan lupa berkemih setelah hubungan intim

Terdapat banyak bakteri pada alat kelamin ketika Anda melakukan aktivitas seksual dan dapat berkembang biak pada saluran kemih. Jika dibiarkan bakteri akan menginfeksi Anda dengan ciri-ciri adanya rasa sakit disertai panas saat berkemih. Terlebih jika pasangan Anda mempunyai infeksi menular seksual (PMS), bakteri akan juga menginfeksi Anda melalui hubungan seksual. Kasus yang cukup banyak terjadi yaitu infeksi gonore atau kencing nanah, kutil kelamin, sifilis dan lain sebagainya.

Berat badan harus ideal

Berat badan yang berlebih akan memberikan tekanan yang berat pada kandung kemih. Sehingga membuat Anda susah untuk mengatur buang air kecil juga menyebabkan urine akan terdesak. Itulah pentingnya untuk menjaga berat badan yang proporsional dengan tinggi badan. Lakukan aktivitas olahraga yang rutin dengan dibarengi mengkonsumsi sayur dan buah. Tujuannya untuk mengontrol berat badan dan menjaga kondisi tubuh tetap sehat.

Jauhi rokok

Efek dari rokok pada tubuh dapat menyebabkan berbagai macam penyakit salah satunya kanker kandung kemih. Penyakit ini dapat lebih beresiko hingga 2 – 3 kali tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Efek rokok lainnya juga dapat membuat iritasi pada kandung kemih dan menjadikan seseorang lebih sering untuk buang air kecil. Hal tersebut dapat memperparah kondisi inkontinensia urine. Sangat disarankan untuk berhenti mengkonsumsi rokok demi menjaga kesahatan tubuh dari berbagai macam penyakit yang mengintai.

Latihan otot panggul

Salah satu cara yang disarankan dan cukup efektif dalam menjaga kesehatan kandung kemih yaitu dengan melakukan latihan otot panggul. Dengan latihan ini otot panggul yang menahan organ diareanya menjadi lebih kuat, meningkatkan kontrol kandung kemih serta dapat mencegah inkontinensia urine.

Latihan otot panggul atau senam kegel dapat Anda lakukan dengan mencontoh gerakan berikut:

  1. Posisikan tubuh seperti sedang berbaring
  2. Seperti saat berkemih, kencangkan otot panggul bagian bawah dan tahan sampai 5 detik
  3. Lalu lemaskan otot panggul selama 5 detik
  4. Ulangi step 1 sampai 3 sebanyak 4 atau 5 kali
  5. Selanjutnya tambahkan waktunya menjadi 10 detik atau sesuai kemampuan Anda

Bersihkan area intim dengan benar

Alat kelamin pria maupun wanita menjadi organ yang mudah terinfeksi dari berbagai macam masalah kesehatan. Terlebih jika Anda tidak membersihakan dan merawatnya dengan benar bakteri akan mudah menginfeksi. Seperti pada wanita, setelah buang air kecil cara membersihkan vagina yang baik yaitu dengan membersihkannya dari depan ke belakang. Hal tersebut dengan tujuan untuk mencegah berpindahnya bakteri dari anus ke vagina. Cara membersihkan seperti ini juga berlaku bagi laki-laki.

Harus diketahui bahwa wanita lebih rentang terinfeksi dibandingkan dengan pria, karena saluran kemihnya lebih pendek. Pendeknya saluran kemih membuat bakteri lebih mudah masuk ke dalam miss v. Jadi bagi kaum wanita harus lebih diperhatikan lagi tentang kebersihan vaginanya.

Segeralah berkonsultasi dengan Klinik Raphael dengan menghubungi nomor 0813-9625-4650 atau 0857-7077-3681. Anda juga bisa Berkonsultasi Gratis dengan Dokter Kelamin Berpengalaman melalui link https://bit.ly/Klinikraphael. Semua informasi data diri yang Anda berikan hanya untuk kepentingan reservasi pengobatan, jadi dijamin akan terjaga rahasianya.

klinik Pengobatan gonore
Telepon Klinik kelamin Raphal
admin
admin
Penulis artikel untuk website klinik raphael

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

pasien gonore
Konsultasi Online Gratis dengan Dokter
%d blogger menyukai ini: