gejala-kutil-kelamin-pada-wanita
Mengenal Gejala Kutil Kelamin pada Wanita dan Pencegahnya
26 Juli 2023
gejala-ulkus-kelamin
Ulkus Kelamin: Mengenal Risiko, Penyebab dan Pencegahannya
9 Agustus 2023

Kanker vagina merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan sel abnormal pada vagina. Kanker vagina dapat terjadi ketika sel normal tumbuh secara tidak terkendali, sehingga dapat berisiko menjadi kanker. Penyakit ini termasuk yang cukup jarang terjadi dan berbeda dengan penyakit kanker serviks. Namun penyakit kanker vagina bisa menjadi ancaman serius bagi wanita.

Kanker pada vagina kadang ditemukan ketika pasien sedang melakukan pemeriksaan rutin pada area kewanitaan sebelum timbul adanya gejala atau pun keluhan. Untuk mendiagnosisi suatu kanker vagina, dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien.

Kemudian, dokter akan memeriksa bagian luar dan dalam vagina pasien untuk melihat apakah adanya kelainan atau tidak. Dokter juga mungkin akan memeriksa dalam vagina menggunakan spekulum untuk membuka saluran pada vagina.

Deteksi Dini dan Peran Vaksinasi HPV

Deteksi dini sangat penting dalam meningkatkan tingkat kesembuhan dan mengurangi dampak kanker vagina. Sayangnya, banyak kasus kanker vagina terdiagnosis pada tahap lanjut karena gejalanya sering tidak spesifik atau terabaikan.

Penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan memeriksakan gejala yang mencurigakan kepada dokter. Tes Pap smear dan vaksinasi HPV harus menjadi bagian dari rutinitas kesehatan wanita, terutama bagi wanita yang berisiko tinggi.

Selain itu, meningkatkan kesadaran di antara tenaga medis tentang gejala kanker vagina juga krusial. Dokter harus dapat mengidentifikasi tanda-tanda awal kanker vagina dan merujuk penderita untuk pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan.

Kampanye kesadaran yang ditargetkan pada wanita muda juga harus ditingkatkan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker vagina. Pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker vagina.

Pendidikan seksual yang inklusif dan akurat di sekolah juga akan membantu meningkatkan kesadaran tentang vaksinasi HPV dan pencegahan kanker vagina.

Pemeriksaan Penunjang Kanker Vagina

anatomi sistem reproduksi wanita
Organ-organ dalam sistem reproduksi wanita meliputi rahim, indung telur, saluran tuba, leher rahim, dan vagina. Rahim memiliki lapisan luar berotot yang disebut miometrium dan lapisan dalam yang disebut endometrium.

Vagina, juga disebut jalan lahir, adalah saluran berongga seperti tabung antara bagian bawah rahim dan bagian luar tubuh. Untuk mendeteksi adanya kanker vagina, ada beberapa pemeriksaan penunjang lainnya, seperti:

  • Melakukan pemeriksaan fisik atau panggul yang melibatkan pengecekan berbagai organ reproduksi wanita, termasuk vagina, leher rahim, rahim, saluran tuba, ovarium, dan rektum.
pemeriksaat kanker vagina
Memasukkan satu atau dua jari yang telah diolesi pelumas dan menggunakan sarung tangan ke dalam vagina. Tangan lainnya akan menekan perut bagian bawah untuk merasakan ukuran, bentuk, dan posisi rahim dan indung telur.
  • Tes pap smear, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengambil sampel dari vagina. Tes ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sel pra-kanker atau kanker pada dinding vagina. Pap smear juga dapat mendeteksi adanya HPV, yang dapat meningkatkan risiko kanker vagina.
pemeriksaan pap smear
Spekulum dimasukkan ke dalam vagina untuk memperlebarnya. Kemudian, sebuah kuas dimasukkan ke dalam vagina untuk mengumpulkan sel-sel dari leher rahim.
  • Kolposkopi, pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kondisi vagina dan juga serviks dengan lebih detail.
  • Biopsi, pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan yang mengalami kelainan, hal ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan sel dan juga jaringan yang abnormal.
  • Tes imunohistokimia menggunakan antibodi untuk mengidentifikasi protein khusus dalam sampel jaringan, membantu mengklasifikasikan jenis kanker vagina yang diderita.
  • Pemindaian dengan melakukan foto rontgen, CT (Computed Tomography) scan, MRI (Magnetic Resonance Imaging), dan endoskopi rektum, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan dan juga ukuran kanker, serta seberapa jauh kanker yang sudah menyebar.

Gejala Kanker Vagina Stadium Awal

Pada stadium awal kanker vagina, gejala mungkin tidak selalu spesifik dan dapat terjadi pada berbagai masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala yang mencurigakan atau perubahan yang tidak biasa pada vagina.

Berikut adalah beberapa gejala yang dapat dirasakan pada penderita kanker vagina stadium awal:

  • Pendarahan tidak biasa dari vagina, terutama setelah berhubungan seksual, setelah menopause, atau di antara periode menstruasi.
  • Rasa nyeri atau ketidaknyamanan di daerah panggul atau perut bagian bawah.
  • Perubahan pada aliran urine, seperti sulit berkemih, rasa terbakar saat berkemih, atau perasaan tidak puas setelah berkemih.
  • Keputihan yang tidak normal, berbau tidak sedap, atau gatal pada vagina.
  • Adanya benjolan atau pembengkakan pada vagina yang tidak biasa.
  • Perubahan bentuk atau ukuran vagina yang tidak biasa, seperti adanya tonjolan atau benjolan.

Stadium Kanker Vagina

Seperti banyak jenis kanker, kanker vagina juga mengalami perkembangan melalui beberapa tahapan yang berbeda. Pemahaman tentang stadium penyakit ini sangat penting dalam menentukan strategi pengobatan dan prognosis. Berikut stadium kanker vagina dibagi menjadi:

Stadium 0 (In Situ)

Menjadi stadium awal kanker vagina di mana sel kanker hanya tumbuh di permukaan lapisan vagina dan belum menyebar ke jaringan sekitarnya. Pada tahap ini, kanker masih terlokalisasi dan dapat diangkat dengan operasi atau terapi laser. Karena kanker belum menyebar, kesempatan penyembuhan penuh pada stadium ini sangat tinggi.

Stadium 1

Pada stadium 1 ini, kanker telah mulai menyebar ke jaringan yang lebih dalam dari lapisan vagina. Namun, kanker masih terbatas pada vagina dan belum menjangkau jaringan di luar organ tersebut. Pengobatan pada stadium ini biasanya melibatkan kombinasi pembedahan dan terapi radiasi untuk menghilangkan sel-sel kanker yang menyebar.

Stadium 2

Ditandai dengan penyebaran kanker ke jaringan lebih jauh dari vagina. Pada tahap ini, kanker dapat mencapai struktur dekat seperti rahim atau kandung kemih. Pengobatan pada stadium ini biasanya melibatkan pembedahan yang lebih luas dan mungkin memerlukan kemoterapi bersamaan dengan radiasi.

Stadium 3

Sel kanker telah menyebar ke jaringan lebih jauh, seperti kelenjar getah bening di panggul atau di sekitar aorta. Kemungkinan penyebaran kanker ke organ di sekitarnya juga lebih besar pada tahap ini. Pengobatan untuk stadium 3 mungkin melibatkan kombinasi pembedahan, radiasi, dan kemoterapi.

Baca juga: Deteksi Kanker Testis

Stadium 4

Menjadi stadium lanjut dari kanker vagina, di mana kanker telah menyebar ke organ-organ jauh di luar vagina, seperti paru-paru atau hati. Pada tahap ini, pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, meningkatkan kualitas hidup, dan memperlambat perkembangan kanker. Terapi paliatif dapat digunakan untuk mengendalikan gejala dan menjaga kenyamanan pasien.

Deteksi dini sangat penting agar kanker dapat diobati pada tahap awal, meningkatkan kesempatan pemulihan yang sukses. Oleh karena itu, kesadaran akan gejala dan pemeriksaan rutin sangatlah penting, terutama bagi wanita dengan faktor risiko tertentu.

Dampak Buruk Akibat Kanker Vagina

Jika penyakit ini tidak segera diatasi maka nantinya akan mengancam kesehatan dapat membesar dan juga menyebar ke jaringa sekitar vagina. Akibat kanker vagina ini organ seperti hati, tulang dan paru-paru juga dapat ikut dalam penyebarannya.

Adapun beberapa pengaruh kesehatan dan kualitas hidup penderita akibat penyakit kanker vagina yaitu:

  • Penyebaran kanker ke organ dan jaringan di sekitarnya, seperti rahim, kandung kemih, rektum, kelenjar getah bening, dan tulang panggul. Dapat menyebabkan kerusakan struktural pada organ-organ tersebut dan mempengaruhi fungsi normal mereka.
  • Infeksi saluran kemih karena gangguan aliran urine atau akibat komplikasi dari radiasi atau terapi lainnya.
  • Kehilangan fungsi seksual karena menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia) atau mengganggu fungsi seksual secara keseluruhan.
  • Kelenjar getah bening di panggul dan pangkal paha dapat membesar atau membengkak akibat penyebaran kanker. Ini bisa menyebabkan rasa nyeri, kaku, atau ketidaknyamanan.
  • Masalah saluran cerna seperti konstipasi atau diare, terutama jika organ-organ terdekat terganggu.
  • Gangguan ginjal karena kanker vagina mempengaruhi kandung kemih atau ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih) dapat menyebabkan retensi urine atau obstruksi aliran urine.
  • Pengobatan kanker vagina, terutama jika melibatkan radiasi atau pembedahan pada organ reproduksi, dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan.
  • Terapi untuk kanker vagina, seperti radiasi, kemoterapi, atau terapi target, dapat menyebabkan berbagai efek samping, termasuk mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, dan gangguan darah.
  • Menyebabkan dampak psikologis dan emosional yang signifikan pada penderita. Ketakutan, kecemasan, depresi, dan stres adalah beberapa dampak psikologis yang umum dialami.

Peran Gaya Hidup Sehat dalam Mencegah Kanker Vagina

Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin HPV – Source: Youtube/@klinikraphael3022

Belum ada upaya khusus yang benar-benar dapat mencegah timbulnya kanker vagina. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker vagina, diantara nya:

  • Pola hidup yang sehat
  • Tidak merokok dan gonta-ganti pasangan seksual
  • Rutin memeriksakan kesehatan kewanitaan termasuk pap smear
  • Melakukan vaksinasi HPV
  • Hubungan badan menggunakan kondom pada pasangan yang beresiko

Pengobatan Kanker Vagina

Jika kamu menderita kanker vagina, kamu dan dokter disarankan untuk mempertimbangkan pilihan pengobatan yang tepat. Pilih pengobatan yang mempunyai resiko kesehatan yang lebih ringan.

Perawatan untuk pra-kanker vagina

Untuk beberapa kasus yang mengalami pra-kanker dapat sembuh dengan sendirinya dan dokter tetap harus mengawasinya. Namun jika kondisi malah memburuk atau gejala yang masih terasa maka pengobatan bisa segera dilakukan. Pengobatan yang disarankan seperti bedah laser dan terapi topikal pra-kanker vagina.

Perawatan untuk kanker vagina invasif

Terapi radiasi dan pembedahan adalah perawatan utama untuk kanker vagina invasif. Kemoterapi dikombinasikan dengan terapi radiasi dapat digunakan untuk mengobati penyakit lanjut. Pengobatan yang disarankan seperti terapi radiasi, operasi kanker dan kemoterapi.

Pengobatan kanker vagina tergantung pada jenis atau stadium kanker vagina yang sedang kamu alami. Kamu juga mungkin saja akan disarankan untuk melakukan lebih dari satu jenis pengobatan kanker vagina. Faktor lain mungkin juga berperan dalam memilih rencana perawatan terbaik untuk kamu.

konsultasi dokter online gratis
konsultasi dokter online gratis

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan pelayanan terbaik

X
konsultasi dokter
pengumuman libur lebaran