Mengapa Wanita Lebih Beresiko Terkena ISK?
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah masalah kesehatan yang cukup umum terjadi baik pada pria maupun wanita.
Mengutip dari laman Affiliated Urologists, wanita lebih beresiko terkena ISK dibandingkan pria yang hanya 12 %, bahkan risiko seorang wanita mengalami ISK setidaknya sekali dalam hidupnya bisa mencapai 40%.
Lalu, mengapa wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih dari pada pria? Mari kita bahas dengan jelas dan mudah memahaminya.
Daftar Isi
Penyebab Wanita Lebih Berisiko Terkena ISK
Berikut ini beberapa alasan yang menjadi penyebab infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada wanita dari pada pria, antara lain:
Anatomi saluran kemih wanita lebih pendek
Faktor utama yang membuat wanita lebih berisiko terkena ISK adalah anatomi tubuhnya. Uretra wanita (saluran kencing) lebih pendek dari pada pria, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih.
Jika pada pria panjang uretra sekitar 20 cm, pada wanita hanya sekitar 4 cm saja. Perbedaan panjang ini membuat bakteri seperti E. coli lebih cepat mencapai kandung kemih dan menyebabkan infeksi.
Letak uretra dekat dengan vagina dan anus
Posisi uretra wanita yang dekat dengan vagina dan anus juga meningkatkan risiko ISK. Area sekitar anus adalah tempat bakteri E. coli paling banyak berkembang.
Karena letaknya berdekatan, bakteri bisa dengan mudah berpindah ke uretra dan menyebabkan infeksi.
Aktivitas seksual meningkatkan risiko
Hubungan seksual bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya infeksi saluran kemih pada wanita.
Saat berhubungan intim, bakteri dari area genital atau anus bisa terdorong masuk ke dalam uretra.
Inilah mengapa infeksi saluran kemih sering disebut juga sebagai “honeymoon cystitis” pada sebagian wanita.
Perubahan hormon
Wanita juga mengalami perubahan hormon sepanjang hidupnya, terutama saat menstruasi, kehamilan, atau menopause.
Kondisi ini bisa memengaruhi keseimbangan flora normal pada area kewanitaan, sehingga daya tahan tubuh terhadap bakteri berkurang dan lebih mudah terkena infeksi saluran kemih.
Kehamilan meningkatkan tekanan pada kandung kemih
Pada wanita hamil, rahim yang semakin membesar dapat menekan kandung kemih dan uretra. Akibatnya, aliran urine bisa terhambat dan memudahkan bakteri berkembang biak.
Itulah sebabnya, wanita hamil lebih sering mengalami infeksi saluran kemih dan wajib mendapat penanganan segera.
Kebiasaan menahan kencing
Kebiasaan menahan kencing juga lebih sering dilakukan wanita, misalnya karena alasan kesibukan atau tidak nyaman menggunakan toilet umum.
Padahal, urine yang tertahan terlalu lama bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak yang kemudian membuat risiko terkena infeksi saluran kemih semakin tinggi.
Baca juga: Ciri ciri ISK Sudah Parah
Gejala ISK pada Wanita
Supaya tidak terlambat dalam penanganan, penting bagi wanita untuk mengenali gejala ISK sejak awal. Apa saja ciri-cirinya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Sering buang air kecil, tapi keluarnya sedikit
Salah satu tanda paling umum dari infeksi saluran kemih adalah rasa ingin buang air kecil terus-menerus, meski urine yang keluar hanya sedikit.
Penyebab kondisi ini akibat adanya peradangan pada kandung kemih yang membuatnya menjadi lebih sensitif.
Nyeri atau perih saat buang air kecil
Wanita dengan keluhan infeksi saluran kemih biasanya merasakan sensasi panas atau perih saat kencing.
Rasa tidak nyaman ini muncul karena dinding saluran kemih mengalami iritasi akibat infeksi bakteri.
Urine berubah warna dan berbau menyengat
Urine normal biasanya berwarna kuning jernih. Namun pada infeksi saluran kemih, warna urine bisa berubah menjadi keruh, berbau tajam, atau bahkan bercampur darah.
Perubahan ini perlu kamu waspadai sebagai tanda infeksi yang cukup serius.
Nyeri pada bagian bawah perut atau pinggang
Infeksi saluran kemih juga bisa menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada area bawah perut (suprapubik).
Bila ISK menyebar ke ginjal, nyeri bisa terasa lebih hebat di bagian pinggang atau punggung bawah.
Demam dan tubuh lemas
Pada kasus infeksi saluran kemih yang cukup parah, gejala bisa muncul berbarengan dengan demam, menggigil, atau tubuh terasa sangat lelah.
Hal ini biasanya menandakan infeksi sudah naik ke ginjal dan butuh penanganan segera dari dokter.
Darah dalam urine (hematuria)
Jika infeksi saluran kemih sudah parah, terkadang urine bercampur darah, kondisi ini jelas tidak boleh kamu abaikan karena bisa menjadi tanda komplikasi serius.
Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Wanita
Meskipun wanita lebih berisiko terkena infeksi saluran kemih, ada beberapa cara sederhana untuk mencegahnya, seperti:
- Minum air putih cukup setiap hari.
- Jangan menahan kencing terlalu lama.
- Biasakan buang air kecil setelah berhubungan seksual.
- Bersihkan area genital dengan benar, dari depan ke belakang.
- Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat.
Wanita memang lebih rentan terkena infeksi saluran kemih dibanding pria, terutama karena faktor anatomi, posisi uretra yang dekat dengan anus, perubahan hormon, dan kebiasaan sehari-hari.
Namun, dengan menjaga kebersihan area intim, cukup minum air putih, dan segera memeriksakan rutin ke dokter bila ada gejala infeksi saluran kemih, dapat mencegah risiko ini.
Konsultasi dan Pengobatan ISK dengan Klinik Raphael
Jika tidak mendapat pengobatan yang tepat, ISK juga berisiko menyebar ke ginjal dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
Klinik Raphael hadir sebagai solusi terpercaya bagi kamu yang mengalami gejala infeksi saluran kemih.
Dengan tim medis berpengalaman dan fasilitas pemeriksaan yang lengkap, Klinik Raphael memberikan layanan konsultasi pribadi, diagnosis akurat, hingga pengobatan yang sesuai.
Setiap pasien ditangani secara profesional dengan menjaga kerahasiaan medis, sehingga kamu bisa merasa aman dan nyaman melakukan pengobatan ISK dengan Klinik Raphael.
Segera atasi infeksi saluran kemih sebelum semakin parah, kami siap membantu kamu pulih dari masalah ISK dengan cepat dan menjaga kesehatan saluran kemih.
Konsultasi dengan dokter Klinik Raphael melalui whatsapp gratis dengan mengklik gambar berikut!
Sumber Referensi:
- Why Women Get UTI’s More Than Men. Affiliated Urologists. https://www.affiliatedurologists.com/blog/why-women-get-uti-s-more-than-men







