Benarkah ISK Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal?
Pernah nggak sih kamu dengar kalau infeksi saluran kemih (ISK) bisa berujung pada gagal ginjal? Sekilas terdengar menakutkan, apalagi ISK termasuk penyakit yang cukup sering dialami banyak orang, terutama wanita.
Tapi, benarkah ISK yang awalnya “hanya” bikin anyang-anyangan bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti gagal ginjal? Yuk, cari tahu fakta medisnya biar nggak salah paham!
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi pada pria maupun wanita.
Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan atau sering ingin kencing.
Tapi yang sering jadi pertanyaan adalah apakah ISK bisa menyebabkan gagal ginjal? Jawabannya: Ya, bisa terjadi jika tidak menangani infeksi dengan baik.
ISK atau infeksi saluran kemih yaitu kondisi ketika bakteri menyerang saluran kemih termasuk uretra, kandung kemih, ureter, hingga ginjal.
Seringnya, infeksi ini terjadi pada wanita karena uretranya lebih pendek dibanding pria, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih.
Daftar Isi
- 1 Hubungan ISK dan Gagal Ginjal
- 2 Contoh Kasus ISK menjadi Gagal Ginjal Akut
- 3 Faktor Risiko ISK Menjadi Gagal Ginjal
- 4 Gejala ISK yang Sudah Menyebar ke Ginjal
- 5 Cara Mencegah ISK Agar Tidak Menjadi Gagal Ginjal
- 6 Gejala ISK yang Harus Segera ke Dokter
- 7 FAQ Seputar ISK dan Resiko Gagal Ginjal
- 7.1 Apakah benar ISK bisa menyebabkan gagal ginjal?
- 7.2 Bagaimana cara ISK merusak ginjal?
- 7.3 Siapa yang lebih beresiko terkena gagal ginjal akibat ISK?
- 7.4 Apa gejala ISK yang sudah menjalar ke ginjal?
- 7.5 Bagaimana cara mencegah ISK berkembang jadi gagal ginjal?
- 7.6 Apakah gagal ginjal akibat ISK bisa sembuh?
- 7.7 Berapa lama ISK bisa berkembang jadi gagal ginjal?
- 8 Kesimpulan
Hubungan ISK dan Gagal Ginjal
Kasus infeki saluran kemih yang tidak segera mengobatinya, nantinya bisa menyebar ke bagian ginjal atau sering menyebutnya pielonefritis (infeksi ginjal).
Jika infeksi ginjal terjadi berulang kali atau tidak melakukan pengobatan, maka khawatir akan menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan ginjal.
Menurut Richmond Nephrology Associates, infeksi saluran kemih (ISK) dan infeksi ginjal saling berkaitan karena masih berada dalam satu sistem. ISK biasanya muncul akibat masuknya bakteri ke saluran kemih lalu berkembang biak.
Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan kondisi ini adalah Escherichia coli yang berasal dari saluran pencernaan, meski infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia juga bisa menjadi pemicu.
Jika ISK tidak segera mengobatinya, kuman dapat naik dari kandung kemih menuju ureter hingga akhirnya mencapai ginjal, sehingga memicu infeksi ginjal.
Kerusakan ginjal yang berlangsung lama ini lah yang kemudian dapat berkembang menjadi gagal ginjal kronis.
Jadi, meski tidak semua kasus ISK berujung pada gagal ginjal, resiko ini tetap ada jika kamu terus membiarkan infeksi tanpa pengobatan yang tepat.
Contoh Kasus ISK menjadi Gagal Ginjal Akut
Seorang anak perempuan datang ke instalasi gawat darurat (IGD) RS Sentra Media Cibinong dengan riwayat demam yang sudah berlangsung sekitar tujuh hari.
Keluhan disertai nyeri di seluruh perut, sakit pinggang, volume urin sangat sedikit, sulit tidur selama tiga malam terakhir, badan terasa lemas, serta batuk kering.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar ureum dan kreatinin, sedangkan pemeriksaan USG memperlihatkan tanda gagal ginjal akut kanan derajat 2–3 serta kolesistitis kronis.
Kesimpulannya, infeksi saluran kemih yang tidak segera mendapat pengobatan yang tepat dapat berujung pada komplikasi gagal ginjal akut.
Penanganan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik lini pertama hingga prosedur hemodialisis bila diperlukan.
Faktor Risiko ISK Menjadi Gagal Ginjal
Ada beberapa kondisi yang membuat infeksi saluran kemih lebih berisiko menyebabkan gagal ginjal, antara lain:
- Kehamilan.
- Memiliki batu ginjal.
- Kurang minum air putih.
- Sering menahan kencing.
- Infeksi saluran kemih berulang.
- Diabetes atau daya tahan tubuh lemah.
Gejala ISK yang Sudah Menyebar ke Ginjal
Waspadai tanda-tanda berikut jika infeksi saluran kemih mulai mengarah ke ginjal:
- Mual dan muntah.
- Demam tinggi dan menggigil.
- Tubuh terasa lemah dan tidak bertenaga.
- Nyeri pada pinggang atau punggung bawah.
- Urin berbau menyengat atau bercampur darah.
Jika gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis karena bisa jadi infeksi sudah mencapai ginjal.
Cara Mencegah ISK Agar Tidak Menjadi Gagal Ginjal
Mencegah lebih baik daripada mengobati, karenanya berikut langkah sederhana untuk mencegah ISK berkembang menjadi komplikasi serius:
- Jaga kebersihan area kelamin.
- Jangan menahan kencing terlalu lama.
- Minum air putih yang cukup setiap hari.
- Segera periksa ke dokter jika muncul gejala ISK.
- Gunakan pakaian dalam yang bersih dan menyerap keringat.
Gejala ISK yang Harus Segera ke Dokter
Segera cari bantuan medis atau dokter kelamin terdekat jika muncul gejala berikut:
- Demam dan menggigil yang menandakan infeksi sudah naik ke ginjal.
- Mual dan muntah bisa menandakan infeksi sudah menyebar lebih jauh dalam tubuh.
- Nyeri pada pinggang atau punggung bawah karena rasa sakit pada area samping atau belakang tubuh sering menunjukkan infeksi ginjal (pielonefritis).
- Hematuria (kencing berdarah) menandakan infeksi cukup serius dan perlu pemeriksaan lanjutan.
- Kelelahan berlebihan, jika tubuh terasa sangat lemah, bisa jadi tanda infeksi sudah memengaruhi fungsi ginjal.
FAQ Seputar ISK dan Resiko Gagal Ginjal
Apakah benar ISK bisa menyebabkan gagal ginjal?
Ya, ISK bisa berujung ke gagal ginjal, tapi biasanya kalau infeksi tidak kamu obati atau sering kambuh. Infeksi yang menjalar ke ginjal (pielonefritis) bisa merusak jaringan ginjal, dan bila kamu biarkan dalam jangka panjang berisiko memicu gagal ginjal.
Bagaimana cara ISK merusak ginjal?
Bakteri yang masuk ke saluran kemih bisa naik sampai ke ginjal. Kalau infeksi ini berulang atau tidak tertangani, peradangan yang terus-menerus bisa membuat ginjal rusak sedikit demi sedikit.
Siapa yang lebih beresiko terkena gagal ginjal akibat ISK?
Orang dengan ISK berulang, wanita hamil, penderita diabetes, anak kecil, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah lebih berisiko infeksinya berlanjut sampai ginjal.
Apa gejala ISK yang sudah menjalar ke ginjal?
Biasanya muncul demam tinggi, nyeri punggung atau pinggang, mual, muntah, lemas, serta kencing yang keruh atau berdarah. Kalau sudah seperti ini, perlu segera ke dokter.
Bagaimana cara mencegah ISK berkembang jadi gagal ginjal?
Kuncinya adalah segera obati ISK sejak awal, jangan menunda minum obat antibiotik yang diresepkan dokter, minum cukup air, jangan menahan kencing, dan rutin kontrol bila ISK sering kambuh.
Apakah gagal ginjal akibat ISK bisa sembuh?
Kalau kerusakan ginjal sudah parah, biasanya sulit kembali normal, tapi kalau cepat terdeteksi dan segera mengobatinya, fungsi ginjal bisa tetap terjaga.
Berapa lama ISK bisa berkembang jadi gagal ginjal?
Tidak ada waktu pasti, karena tergantung kondisi tubuh dan frekuensi infeksi. Tapi biasanya perlu waktu cukup lama dan sering kambuh sebelum menyebabkan kerusakan ginjal serius.
Kesimpulan
Infeksi saluran kemih (ISK) memang bisa menyebabkan gagal ginjal jika tidak segera melakukan pengobatan atau terjadi berulang kali.
Sekalipun kasus infeksi saluran kemih ringan, sebaiknya jangan menganggapnya sepele, karena bakteri bisa naik ke ginjal dan merusak fungsi organ tersebut.
Dengan pengobatan tepat dan pencegahan yang baik, risiko gagal ginjal akibat infeksi saluran kemih bisa menghindarinya.
Sumber referensi:
- Ajeng puspitasari. Gagal Ginjal Akut Akibat Infeksi Saluran Kemih pada Remaja : Laporan Kasus. Jurnal Kedokteran YARSI. https://academicjournal.yarsi.ac.id/index.php/jky/article/view/2783.
- Richmond Nephrology Associates. Painful Connection of UTIs and Kidney Infections. 2022. https://richmondnephrologyassociates.com/utis-and-kidney-infections/.








