Kebiasaan Sehat Sebelum dan Sesudah Berhubungan Intim
Banyak orang tidak sadar bahwa kebiasaan sehat sebelum dan sesudah berhubungan intim dapat memberikan perlindungan besar terhadap iritasi, infeksi jamur, bakteri, hingga penyakit menular seksual (IMS).
Dengan melakukan kebiasaan sehat ini secara rutin, kamu dan pasangan bisa menikmati aktivitas seksual tanpa rasa khawatir sekaligus menjaga kesehatan reproduksi dalam jangka panjang.
Menjaga kesehatan reproduksi bukan cuma soal setia pada pasangan atau rutin cek kesehatan.
Sayangnya, banyak pasangan yang belum tahu langkah dasar yang sebenarnya sangat sederhana, tapi dampaknya besar.
Dalam artikel ini, kita bahas kebiasaan sehat sebelum dan sesudah berhubungan intim yang wajib dilakukan agar aktivitas seksual tetap nyaman, aman, dan bebas risiko.
Daftar Isi
Mengapa Kebiasaan Seks yang Sehat Itu Penting?
Sebelum masuk ke pembahasan utama, penting untuk dipahami bahwa area genital memiliki jaringan yang sensitif.
Gesekan, bakteri, atau cairan tubuh bisa memicu iritasi bahkan infeksi jika tidak dijaga dengan benar.
Beberapa risiko kesehatan jika mengabaikan kebiasaan seks yang sehat:
- Luka pada area genital.
- Infeksi saluran kemih (ISK).
- Bau tidak sedap akibat bakteri menumpuk.
- Iritasi atau kemerahan setelah berhubungan.
- Infeksi jamur atau bakteri pada vagina/penis.
- Penularan penyakit seksual (gonore, klamidia, sifilis, HPV, dll).
Dengan kebiasaan sederhana, sebenarnya bisa mengurangi semua risiko kesehatan tersebut dengan sangat signifikan.
Kebiasaan Sehat Sebelum Berhubungan Intim
Jangan lupa saat hendak melakukan aktivitas seksual dengan pasangan lakukan kebiasaan sehat berikut.
Pastikan area genital bersih
Membersihkan area genital sebelum berhubungan membantu mengurangi bakteri dan mencegah infeksi. Tidak mengapa jika tak menggunakan sabun khusus, cukup bilas area genital dengan air yang mengalir.
Hindari sabun wangi atau pembersih keras, terutama pada wanita, karena bisa merusak keseimbangan pH vagina.
Buang air kecil terlebih dahulu
Buang air kecil sebelum berhubungan membantu membersihkan saluran kemih dan mengurangi risiko infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada wanita.
Mencuci tangan
Tangan yang kotor bisa membawa bakteri atau jamur ke area genital. Pastikan kamu dan pasangan sudah cuci tangan sebelum memulai aktivitas.
Jangan mencukur bulu kemaluan
Sehari sebelum berhubungan intim boleh mencukur bulu kemaluan.
Karena jika melakukannya dengan jarak berdekatan bisa menyebabkan kulit di sekitar kemaluan menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi akibat gesekan.
Hindari makanan pedas
Kurangi makan-makanan pedas jika kamu ingin melakukan hubungan badan dengan pasangan. Karena hal tersebut bisa menyebabkan rasa panas pada dada dan tenggorokan sehingga sulit untuk rileks.
Pastikan pelumas tersedia
Kurangnya pelumasan bisa menyebabkan gesekan yang berlebihan dan memicu luka atau iritasi. Sebaiknya gunakan pelumas yanng berbahan dasar air.
Komunikasi dengan pasangan
Bahas kenyamanan, batasan, atau keluhan kesehatan sebelum memulai. Komunikasi yang baik mengurangi risiko tindakan yang berbahaya atau memicu cedera.
Bicarakan dahulu jika ingin mencoba gaya atau posisi baru yang belum pernah mencobanya.
Kebiasaan Sehat Setelah Berhubungan Intim
Setelah melakukan langkah sehat sebelum aktivitas intim, jangan lupa lakukan juga kebiasaan sehat setelahnya.
Tujuannya agar jika semua ini kamu lakukan, hubungan seksual dengan pasangan tidak sekedar menyenangkan namun juga tetap menjaga kesehatan genital.
Buang air kecil untuk cegah infeksi
Buang air kecil setelah berhubungan dapat membantu mengeluarkan bakteri yang masuk ke saluran kemih. Kebiasaan ini sangat efektif mencegah infeksi saluran kemih (ISK).
Bersihkan area genital dengan lembut
Cukup bilas dengan air hangat dan jangan menggosok dengan keras karena area genital sangat sensitif setelah berhubungan.
Untuk wanita, hindari douching (membersihkan vagina dengan cairan), karena dapat merusak flora vagina. Douching juga bisa menyebabkan lebih banyak infeksi.
Jangan panik jika setelah berhubungan intim muncul sedikit bau pada vagina, itu merupakan hal yang masih normal dan bukan menjadi pertanda masalah kesehatan.
Ganti pakaian dalam yang kering
Perlu mengetahui bahwa area genital yang lembap mudah memicu pertumbuhan jamur dan bakteri.
Oleh karenanya gunakan pakaian dalam berbahan katun dan lembut yang dapat menyerap keringat.
Minum air putih
Aktivitas seksual membuat tubuh mengeluarkan banyak cairan. Minum segelas air putih dapat membantu menghidrasi tubuh dan mendukung fungsi ginjal untuk mencegah infeksi saluran kemih (ISK).
Bersihkan mainan seks
Jika kamu menggunakan alat bantu berupa sex toys, maka harus membersihkannya segera dengan sabun ringan dan air hangat.
Karena bakteri yang menempel dapat menimbulkan infeksi saat ingin menggunakannya kembali.
Periksa keluhan yang muncul
Jika setelah melakukan hubungan intim dengan pasangan kemudian ada muncul gejala seperti:
- Perdarahan
- Gatal berlebihan
- Luka pada organ intim
- Muncul bau tidak sedap
- Rasa terbakar saat kencing
Maka segera konsultasikan ke tenaga medis atau ke Klinik Raphael Cikarang karena ini bisa jadi tanda infeksi atau penyakit seksual.
Kapan Harus Periksa ke Klinik?
Kamu dan pasangan sebaiknya melakukan pemeriksaan jika setelah melakukan hubungan intim kemudian beberapa hari setelahnya muncul gejala berikut:
- Kencing sakit
- Bau menyengat
- Benjolan atau kutil
- Keputihan tidak normal
- Nyeri saat berhubungan
- Luka atau ruam pada alat kelamin
Perlu mengetahui bahwa dengan melakukan emeriksaan dini akan membantu mencegah komplikasi yang lebih serius, termasuk risiko penyakit menular seksual.
Tips Tambahan untuk Seks yang Sehat
- Gunakan kondom untuk mencegah IMS.
- Hindari berbagi handuk atau pakaian dalam.
- Lakukan skrining IMS rutin, terutama bagi yang aktif secara seksual.
- Hindari aktivitas seksual jika salah satu pasangan sedang mengalami infeksi.
Kebiasaan sehat sebelum dan sesudah berhubungan intim sebenarnya sangat sederhana, tapi manfaatnya besar untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan mencegah infeksi.
Dengan menjaga kebersihan, komunikasi, dan pemeriksaan rutin, aktivitas seksual bisa lebih sehat, aman dan menyenangkan.
Sumber referensi:
WebMD. “Things You Should (and Shouldn’t) Do After Sex”. https://www.webmd.com/. Accessed November 20, 2025.
PharmEasy. “Things You Shouldn’t Do Before and After Sex”. https://pharmeasy.in/. Accessed November 20, 2025.






